• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

OOCRV vs VOC : Kolonialisme Gaya Baru yang Mengancam Kedaulatan Negara Indonesia

Redaksi Galasibot.co.id
2 Januari 2025
/ Opini
0 0
0
OCCRP :Kolonialisme Gaya Baru yang Mengancam Kedaulatan Negara Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) mengklaim dirinya sebagai entitas yang berjuang untuk memberantas korupsi dan kejahatan terorganisir di berbagai belahan dunia. Namun, di balik klaim mulia tersebut, terdapat praktik yang lebih menyerupai bentuk kolonialisme gaya baru. Dengan agenda yang menyasar stabilitas politik dan ekonomi Indonesia, OCCRP melakukan intervensi eksternal yang mengandalkan media lokal untuk mengungkapkan skandal atau ketidakteraturan yang berpotensi merusak reputasi pemerintah dan elit lokal.

Pendekatan yang digunakan oleh OCCRP tampaknya mengingatkan kita pada sejarah kolonialisme yang dipraktikkan oleh VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) ketika memasuki Nusantara pada abad ke-17. Seperti VOC yang mencoba mengacaukan pemerintahan kerajaan-kerajaan lokal dan mengganti pemimpin yang tidak bersedia bekerja sama dengan kepentingan dagang mereka, OCCRP pun menggulirkan narasi yang bisa menciptakan ketegangan politik. Tak jarang, narasi-narasi ini bertujuan untuk menggoyahkan stabilitas politik Indonesia, bahkan memicu kerusuhan yang dapat merusak tatanan ekonomi dan politik yang ada.

Baca Juga

“Go and Sin No More” TPL: Sebuah Rekonstruksi Solusi atas Konflik Panjang di Tanah Batak

Reformasi Parkir Medan: Menutup Kebocoran PAD dan Mewujudkan Smart City yang Berkeadilan

ENSIKLIK MAGNIFICA HUMANITAS: Cara Paus Lawan Kebangkitan ‘Menara Babel’

Politik pecah belah yang diterapkan VOC, yang dikenal dengan istilah divide et impera, tampaknya menjadi model bagi pendekatan OCCRP. Melalui investigasi-investigasi yang mereka lakukan, OCCRP berusaha menyingkap kelemahan struktural yang ada, dengan tujuan untuk melemahkan kedaulatan negara-negara Indonesia. Setiap laporan yang dilontarkan oleh OCCRP berpotensi mengungkapkan sisi rapuh dalam pemerintahan yang akhirnya menjadi bahan untuk mengancam ketahanan politik negara.

Ironisnya, elit lokal yang memiliki agenda sejalan dengan kepentingan asing, justru menyambut baik tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh OCCRP. Mereka dengan cepat mencoba melegitimasi temuan-temuan tersebut, tanpa mempertimbangkan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan terhadap kemandirian Indonesia. Dalam hal ini, OCCRP lebih dari sekadar agen pemberantasan korupsi. Mereka telah bertransformasi menjadi instrumen kolonialisme modern yang mengancam kedaulatan Indonesia, membuka jalan bagi dominasi asing yang berpotensi merusak identitas dan kemerdekaan negara ini.

Dalam konteks ini, perlu untuk bertanya: Apakah OCCRP benar-benar berjuang untuk keadilan, ataukah mereka merupakan bagian dari agenda yang lebih besar untuk merongrong kedaulatan Indonesia dan untuk memuluskan jalan kolonialis gaya baru dalam mengeksloitasi tambang di Indonesia?.(*)

Tags: Kolonialime Gaya BaruOCCRP
SendShareTweet
Kembali

Kodam I/Bukit Barisan Dukung Polda Sumut Gelar Patroli Anti Kejahatan Jalanan di Kota Medan

Lanjut

Polres Binjai Gelar Upacara Kenaikan Pangkat di Awal Tahun 2025

Baca Juga

“Go and Sin No More” TPL: Sebuah Rekonstruksi Solusi atas Konflik Panjang di Tanah Batak
Opini

“Go and Sin No More” TPL: Sebuah Rekonstruksi Solusi atas Konflik Panjang di Tanah Batak

4 Juni 2026
Reformasi Parkir Medan: Menutup Kebocoran PAD dan Mewujudkan Smart City yang Berkeadilan
Opini

Reformasi Parkir Medan: Menutup Kebocoran PAD dan Mewujudkan Smart City yang Berkeadilan

31 Mei 2026
ENSIKLIK MAGNIFICA HUMANITAS: Cara Paus Lawan Kebangkitan ‘Menara Babel’
Opini

ENSIKLIK MAGNIFICA HUMANITAS: Cara Paus Lawan Kebangkitan ‘Menara Babel’

26 Mei 2026
Blackout Sumbagut dan Alarm Rapuhnya Infrastruktur Energi Nasional
Opini

Blackout Sumbagut dan Alarm Rapuhnya Infrastruktur Energi Nasional

23 Mei 2026
Integritas Sekolah Diuji: Menyelaraskan Retorika Kejujuran dengan Transparansi Dana BOS di Sumut
Opini

Integritas Sekolah Diuji: Menyelaraskan Retorika Kejujuran dengan Transparansi Dana BOS di Sumut

12 Mei 2026
Menakar “Rapor Hijau” Dairi: Sukses Realisasi di Tengah Ancaman Lumpuhnya Pembangunan Fisik
Opini

Menakar “Rapor Hijau” Dairi: Sukses Realisasi di Tengah Ancaman Lumpuhnya Pembangunan Fisik

11 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Tiger Sumatera Binjai Kecewa: Tuntut Kompensasi Total Atas Pembatalan Kejuaraan Batam Internasional Taekwondo 2026

    Tiger Sumatera Binjai Kecewa: Tuntut Kompensasi Total Atas Pembatalan Kejuaraan Batam Internasional Taekwondo 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukung Program Kesbangpol Sumut, Ketum FKBNI Instruksikan Jajaran Pengurus Hadiri Rapat Deklarasi Anti Narkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gandeng Kejari, Pemkab Humbang Hasundutan Sisir Rumah Warga untuk Verifikasi Faktual Bansos PKH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjaga Nyala Api Organisasi dari Tepian Danau Toba: Strategi PMKRI Pematangsiantar Mencetak Kader Berintegritas Lewat MPAB 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PPTN Lantik Pengurus Baru, Prof. Hoga Saragih Dikukuhkan sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beredar Informasi Yang Membawa Kontraktor Proyek Sihapilis dan Huta Ginjang Samosir Adalah “Ober Gultom”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat: Wartawan Harus Berpikir Kreatif di Tengah Perubahan Dunia Jurnalistik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In