Binjai I galasibot.co.id
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Binjai, Drs. Sofyan, M.Pd, membantah keras isu yang beredar di masyarakat mengenai dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses daftar ulang peserta didik baru Tahun Ajaran 2025–2026. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung dalam konferensi pers yang digelar di salah satu ruangan sekolah, Sabtu (5/7/2025).
Menurut Sofyan, isu yang menyebutkan adanya pemaksaan pembayaran seragam sekolah sebesar Rp850.000 dan ancaman pengeluaran terhadap 10 siswa adalah tidak benar alias hoaks. Ia menegaskan bahwa seluruh proses administrasi sekolah telah dilakukan melalui musyawarah bersama antara pihak sekolah, komite, dan wali murid.
“Itu fitnah. Tidak benar ada pemaksaan pembayaran atau ancaman pengeluaran siswa. Semua keputusan diambil secara musyawarah bersama wali murid dan komite. Bahkan ada skema cicilan untuk yang kurang mampu,” tegas Sofyan.
Dalam rapat musyawarah yang digelar pada Senin, 30 Juni 2025, dan dihadiri oleh 299 orang tua/wali siswa dari 352 siswa yang lulus, disepakati bahwa pembelian seragam khusus tidak bersifat wajib. Orang tua siswa diperbolehkan membuat seragam sendiri atau menggunakan seragam bekas milik saudara kandung selama masih layak pakai.
Adapun rincian biaya yang disepakati adalah sebagai berikut:
-
Seragam khas SMPN 1 Binjai: Rp350.000
-
Atribut dan baju olahraga: Rp475.000
-
Total: Rp825.000 (bukan Rp850.000 seperti yang diberitakan)
“Kami juga sudah dipanggil oleh Dinas Pendidikan Kota Binjai dan telah memberikan penjelasan lengkap beserta bukti dokumen seperti berita acara, daftar hadir, dan notulen rapat,” terang Sofyan.
Hingga Jumat, 4 Juli 2025 pukul 16.00 WIB, dari total 352 siswa yang dinyatakan lulus, 260 siswa telah mendaftar ulang, sementara 92 siswa belum melakukan daftar ulang.
Sofyan menutup konferensi pers dengan imbauan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya.
“Kami terbuka untuk diskusi. Bila ada yang perlu ditanyakan, silakan datang langsung ke sekolah atau hubungi pihak komite. Mari jaga suasana pendidikan yang sehat dan kondusif,” tutupnya.(*)










