Jakarta | galasibot co.id
Kinerja perusahaan kini tidak hanya diukur dari kontribusi terhadap lingkungan, tetapi juga dari penerapan aspek keberlanjutan yang mencakup lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Meskipun aspek lingkungan lebih dominan, laporan ESG Survey PwC (2023) mengungkapkan bahwa kinerja perusahaan dalam aspek sosial dan tata kelola masih belum optimal. Menurut Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., Rektor Universitas Pertamina (UPER), penerapan ESG yang efektif dapat membantu perusahaan bertahan di tengah risiko global yang terus berkembang.
“Selain menjaga keseimbangan dalam aspek ESG, perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan orientasi keberlanjutan. Institusi pendidikan, seperti Universitas Pertamina, memegang peranan penting dalam mencetak talenta yang kompeten dalam green skills,” jelas Prof. Wawan.
Sejalan dengan itu, Global Risk Report mencatat bahwa pada 2024, risiko global lebih didominasi oleh isu sosial, seperti polarisasi sosial dan krisis biaya hidup. Untuk merespons kebutuhan tenaga ahli yang mendukung keberlanjutan di seluruh aspek ESG, Universitas Pertamina menghadirkan program S2 Manajemen dengan fokus pada manajemen risiko dan keberlanjutan keuangan (sustainability finance).
“Melalui program S2 Manajemen UPER, mahasiswa akan dipersiapkan untuk memahami berbagai topik penting seperti Business Risk and Environmental Social Governance, Sustainable Corporate Finance, hingga Crisis and Business Continuity Management. Dengan durasi empat semester, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman belajar yang mendalam dan aplikatif,” ungkap Dr. Elan Nurhadi P., S.E., MSM., dosen Prodi Manajemen UPER.
Program ini menawarkan dua peminatan: Manajemen Risiko dan Keuangan Berkelanjutan. Di peminatan Manajemen Risiko, mahasiswa akan mempelajari pengelolaan risiko bisnis untuk mendorong tercapainya tujuan bisnis berkelanjutan. Sedangkan peminatan Keuangan Berkelanjutan fokus pada manajemen keuangan yang mendukung bisnis yang berkelanjutan.
UPER juga bekerja sama dengan sejumlah universitas internasional ternama seperti University of Illinois Urbana-Champaign (AS), Universiti Tenaga Nasional dan Universiti Teknologi Petronas (Malaysia), serta University of Dundee (Skotlandia), untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa terlibat dalam proyek riset global dan meningkatkan keterampilan lintas budaya yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan bisnis dunia.
“Selain itu, kami juga menawarkan sertifikasi profesi melalui kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi dan fasilitas laboratorium lengkap, seperti Galeri Investasi UPER dan Laboratorium Business Development and Economic Research. Dengan berbagai keunggulan ini, lulusan diharapkan siap mengisi posisi strategis di perusahaan yang berkomitmen pada bisnis berkelanjutan,” tutup Dr. Elan.
Universitas Pertamina kini membuka pendaftaran untuk program Magister Manajemen hingga 14 Februari 2025.(*)











