Pakpak Bharat | galasibot.co.id
Sebanyak 52 badan usaha Koperasi Merah Putih (KMP) resmi terbentuk di Kabupaten Pakpak Bharat. Jumlah tersebut sesuai dengan total desa yang ada di daerah tersebut, menandai bahwa setiap desa kini memiliki satu koperasi yang telah mengantongi legalitas hukum secara resmi.
Penyerahan Surat Keputusan (SK) Badan Hukum kepada pengurus masing-masing koperasi berlangsung pada Selasa Senin (21/7/205), bertepatan dengan peluncuran dan peresmian KMP secara nasional melalui zoom meeting. Acara tersebut merupakan bagian dari agenda besar pemerintah pusat yang meluncurkan 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia.
Presiden RI Prabowo Subianto, dalam arahannya pada peluncuran nasional, menyampaikan bahwa kehadiran KMP adalah langkah strategis pemerintah untuk memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan masyarakat desa.
Menurut Prabowo, koperasi menjadi tonggak penting dalam perencanaan pembangunan nasional menuju kemandirian ekonomi rakyat.
“Meski berangkat dari kondisi yang masih lemah, melalui konsep gotong royong dan perencanaan yang tepat, ekonomi lemah dapat tumbuh menjadi ekonomi kuat,” tegas Presiden.
Di Kabupaten Pakpak Bharat, kegiatan launching digelar di Aula Bale Sada Arih, Sindeka, Salak. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran terkait.
Wakil Bupati Pakpak Bharat hadir mewakili bupati yang berhalangan. Ia memimpin penyerahan SK kepada pengurus koperasi dari seluruh desa, dan menekankan bahwa pembentukan KMP di tingkat desa akan menjadi tulang punggung ekonomi baru bagi masyarakat Pakpak Bharat.
Dengan terbentuknya 52 koperasi ini, pemerintah daerah berharap program penguatan ekonomi desa dapat berjalan lebih terarah, inklusif, serta mampu membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi warga setempat.










