Samosir I galasibot.co.id
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-115 Kodim 0210/TU selaku Komandan Kodim, Letkol Inf Hari Sandra, langsung memimpin apel pengecekan sekaligus memberi pengarahan kepada anggota Satgas TMMD reguler ke-115 Tahun Anggaran 2022 di Posko TMMD ke-115 Kodim 0210/TU Desa Hasinggaan Kecamatan Sianjur Mula mula Kabupaten Samosir, Kamis 13/10/2022.
Satgas TMMD reguler ke-115 yang tergabung dalam 1 SSK TNI, Polri dan Pemda mengikuti dengan seksama arahan yang disampaikan Dan Satgas Letkol Inf Hari Sandra.
Dalam arahannya, Dansatgas menyampaikan,” TNI harus mampu memberi contoh kepada masyarakat untuk menumbuhkan rasa gotong royong membangun desa melalui TMMD, karena itulah tujuan TMMD menciptakan kerjasama kemanunggalan TNI Rakyat, juga Dansatgas menekankan jangan ada pelanggaran di lapangan,”.
“Saya ucapkan terima kasih kepada anggota Satgas TMMD dan selamat bergabung, selama sebulan kedepan dalam kegiatan TMMD. Semoga nantinya semua kegiatan berjalan lancar tanpa ada kendala dan semua program TMMD Reguler ke-115 di Desa Hasinggaan ini selesai sesuai waktu yang telah di tentukan,” ucap Dansatgas.
Di depan anggota Satgas TMMD, Letkol Inf Hari Sandra juga menyampaikan bahwa ada tugas 2 sasaran yaitu sasaran fisik dan non fisik.
“Sebelum TMMD ke-115 ini dibuka, telah dilaksanakan Pra TMMD yang mengarah ke sasaran fisik yang bertujuan agar dengan waktu yang singkat ini seluruh sasaran pelaksanaan TMMD bisa selesai dengan baik,” jelasnya.
Menurutnya selama 1 bulan ke depan personil yang tergabung dalam Satgas TMMD harus mampu melaksanakan dengan penuh semangat serta terjalin kerja sama dan kekompakan dari berbagai unsur dengan baik, agar semua kegiatan bisa berjalan lancar.
TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas TMMD 115 Kodim 0210/TU bersama masyarakat membangun dyk atau yang kerap disebut Tembok Penahan Tanah (TPT) di lokasi pembukaan jalan TMMD, Kamis 13/10/2022.
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 115 Kodim 0210/TU dalam pelaksanaan program saat ini terus mengerjakan pembangunan TPT sepanjang 500 meter di Desa Hasinggaan Kec. Sianjur Mula mula Kab. Samosir.
Pasiter Kodim 0210/TU Letda Inf R. Napitupulu mengatakan, pembangunan tersebut dilakukan oleh satgas dan juga warga dengan gotong royong.
“Kita harus terus memacu warga untuk bersemangat dalam membantu satgas melakukan pekerjaan pembangunan TPT di Desa Hasinggaan,” katanya.
Untuk memacu semangat, Pasiter yang juga sebagai Koordinator Lapangan TMMD terus mengontrol serta memberikan semangat dan motivasi kepada anggota dan untuk terus bekerja dengan semangat.
Pembukaan jalan sepanjang 1,2 dan kegiatan non fisik yang dikerjakan TNI menurut Ibu ini sangat membantu karena memperlancar aktivitas warga.
“Apalagi nanti kalau, sudah selesai, akses jalan bisa menjadi 2 alternatif. Jadi lebih gampang, ngga terisolir lagi, Tujuan dan sasarannya harus dipahami dan manfaatnya harus dirasakan oleh masyarakat sehingga dapat memperkuat dan mengembangkan potensi masyarakat dan mengurangi kemiskinan. Ini sesuai dengan arahan dari bapak Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, “pungkas Letkol.Inf. Hari Sandra.
Apresiasi serta rasa bangga juga disampaikan masyarakat Desa Hasinggan Kecamatan Sianjur Mulamula Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. tampak semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membuka jalan yang selama ini Desa tersebut terisolir, hanya melalui danau selama ini akses. Mudah-mudahan kegiatan TMMD ini cepat selesai, ujar beberapa warga.
Pada kesempatan tersebut Kapus Limbong, drg Rawati Simarmata kepada warga yang hadir menyampaikan “ Kasus stunting berkaitan dengan BABS yang bisa mengganggu dan menghambat pertumbuhan anak. Maka perilaku hidup sehat harus diterapkan,” sebut Kapus .
“Ada dua faktor penyebab terjadinya stunting, pertama karena faktor hormonal atau turunan, dan yang kedua kebersihan lingkungan,” tandas Rawati Simarmata.
Kalau sudah menerapkan perilaku hidup sehat, dikatakan drg Rawati, angka stunting akan ditekan. “Karena pemerintah sudah melakukan program pemberian gizi tambahan setiap bulannya kepada warga sasaran,” beber dia.
Tampak beberapa anggota Satgas TMMD tergabung di dalamnya untuk mendampingi petugas kesehatan Puskesmas Limbong dan pihak pemerintah Kecamatan serta Pemerintah Daerah.
Masyarakat Desa Hasinggaan Kecamatan Sianjur Mulamula Kabupaten Samosir tampak sumringah bin bergembira menerima program TMMD ke-115 di Desa Tersebut. Bahkan menunjukkan antusias yang luar biasa. Dan mereka (warga-red) juga tampak antusias ikut bergotong-royong bersama personil TNI-POLRI.
Sejak dimulai kegiatan tersebut pada tanggal (9/10/2022) sebanyak dua puluh orang warga tiap hari aplusan bergabung dalam kegiatan, mereka selalu ceria. Kata mereka “Untunglah ada program TMMD ini, selama ini desa kami terisolir hanya dapat dijangkau melalui angkutan danau. Mudah-mudahan cepat selesai pembukaan jalan darat ke Desa kami ini, supaya desa kami tidak lagi terisolir,” kata beberapa warga yang ikut bergotong-royong.
Warga Desa Hasinggaan tidak sungkan bergabung bersama personil TNI-POLRI, sebagai wujud dukungan penuh terhadap program TMMD 2022. Bahkan kaum ibu juga ikut bergotong-royong, menunjukkan kecintaan dan rasa cinta terhadap pembangunan desa.
Dengan pembukaan jalan ini, maka akan membuka akses yang dapat menghubungkan antar desa bahkan antar Kabupaten yaitu Kabupaten Dairi melalui Jalan Binangara, sekaligus menuju akses jalan pesisir pantai Danau Toba, yakni Humbahas – Samosir – Dairi – Karo.
Sehingga nantinya kalau akses jalan sudah terbuka dan ditindaklanjuti dengan peningkatan, maka jarak tempuh Samosir-Medan berkurang puluhan kilo meter. Tentu akan mengurangi BBM.
Selain pembangunan fisik, kegiatan TMMD 115 di Desa Hasinggaan ada juga kegiatan non fisik, yakni; kegiatan non fisik ada sembilan berupa; penyuluhan Wawasan Nusantara, penyuluhan PPBN, penyuluhan hukum, penyuluhan narkoba, penyuluhan perekonomian, penyuluhan Ketapang, penyuluhan KB Kesehatan, penyuluhan kesehatan, dan penyuluhan stunting, Posyandu dan Posbindu. Sedangkan kegiatan fisik yakni; pembukaan jalan sepanjang 1200 meter, pembuatan dyk atau yang lazim disebut Tembok Penahan Tanah sepanjang 500 meter, pembuatan gorong-gorong 5 (lima) unit, dan Pembuatan jembatan darurat 2 (dua) unit.(*)
Penulis: Pangihutan Sinaga / Editor: Red










