Deliserdang I galasibot.co.id
Wakil Bupati Deliserdang, HM Ali Yusuf Siregar meninjau langsung kondisi banjir yang merendam 18 Kepala Keluarga atau sejumlah 57 jiwa di Dusun Mesjid, Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Senin (12/12/2022).
Diturkan Wabub, akibat ingginya curah hujan serta belum selesainya pengerjaan banjir kanal Kualanamu di sekitar lokasi menyebabkan terjadinya banjir.
“Di sekitar Dusun Mesjid, Desa Beringin, ada pengerjaan kanal yang belum selesai. Sejauh ini, kanal yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, sudah dilakukan ganti rugi untuk sebagian warga. Diharapkan supaya secepatnya bisa selesai, sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Wabup.
Wabup menghimbau aparat Pemerintah Kecamatan Beringin dan Desa Beringin, serta kepala dusun untuk selalu waspada dan tanggap terhadap cuaca ekstrem akhir-akhir ini.
“Kondisi sekarang ini memang tidak menentu. Harapannya kepada warga untuk terus berjaga-jaga, dan sekaligus mengantisipasi jika ada hujan dan banjir. Ini diantisipasi sejak awal, agar masyarakat ikut bersama-sama, mengantisipasinya. Ini salah satu upaya kita, sebelum pemerintah melakukan penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Kades dan kepala dusun juga harus ekstra waspada memantau kondisi yang terjadi,” jelas Wabup.
Dikatakannya lagi, terhadap para korban banjir, Dinas Kesehatan Deliserdang melalui Puskesmas Beringin, juga sudah mendirikan Posko Kesehatan. Sedangkan Pemerintah Kecamatan Beringin dan Desa Beringin, juga sudah membuat dapur umum.
Di kesempatan yang sama, Camat Beringin, Iskandar Sayuti Siregar menjelaskan, dari 18 KK yang terdampak banjir, ada 2 KK yang mengungsi ke rumah saudaranya.
“Semoga banjir ini segera surut agar warga bisa beraktivitas seperti biasa,” harap Iskandar
Ikut meninjau kondisi banjir di Desa Beringin, Kepala Dinas Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista perwakilan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Rudy Heryanto SKom; Kepala Desa Beringin, Sudarsono SS dan lainnya.(*)
Penulis berita :Indra Matondang/editor: Pangihutan Sinaga











