Pakpak Bharat I galasibot.co.id
Pasca bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami gangguan serius. Dampaknya mulai dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat sejak, Rabu (25/12/2025), dengan terjadinya kelangkaan BBM di berbagai titik penyaluran.
Menanggapi situasi tersebut, Polres Pakpak Bharat bersama seluruh Polsek jajaran bergerak cepat untuk mengamankan proses distribusi BBM. Pengamanan dilakukan di AMPS Desa Sukaramai, Kecamatan Kerajaan, dan Pertashop Kecamatan Salak pada Selasa malam (02/12/2025).
Kapolres Pakpak Bharat AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Ps. Kabag Ops AKP Mulia P. Simamora, S.H., memerintahkan Kapolsek Sukaramai AKP Sukanto Berutu dan Kapolsek Salak AKP Terada Tarigan untuk segera bertindak cepat di lokasi masing-masing.
“Ini untuk antisipasi tidak terjadinya kericuhan saat masyarakat mengantri membeli BBM yang bisa mengakibatkan kemacetan panjang, baik di AMPS Sukaramai maupun Pertashop Salak,” jelas AKP Mulia P. Simamora.
Stok BBM Terbatas, Antrean Membludak
Laporan terakhir pada pukul 21.00 WIB menunjukkan kondisi pasokan di AMPS Desa Sukaramai sebagai berikut:
- Solar : 14.000 liter
- Pertalite : 16.000 liter (sedang dibongkar)
- Pertamax : 5.000 liter (alat pompa rusak)
Di Pertashop Kecamatan Salak, stok Pertamax sebanyak 3 ton dilaporkan hampir habis akibat membludaknya antrean kendaraan. Kapolsek Salak AKP Terada Tarigan menyampaikan, pada pukul 20.00 WIB stok tinggal 1 ton saja.
Berjibaku Cegah Kericuhan
Antrean kendaraan di AMPS Sukaramai mengular panjang karena lokasi penyaluran berada di jalur lintas kabupaten. Banyaknya warga yang khawatir kehabisan BBM sempat menimbulkan potensi kericuhan di area pengisian.
Namun berkat kesigapan personel Polres Pakpak Bharat (Ops Aman Nusa II Toba 2025) bersama Polsek jajaran, situasi dapat dikendalikan. Antrean diatur dengan sistem buka–tutup jalur agar lebih tertib dan tidak menimbulkan kemacetan panjang.
Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek masing-masing, didampingi para Kepala Satuan dari berbagai fungsi, antara lain: Kasat Lantas, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kasat Narkoba, Kasat Samapta, dan Kasat Binmas.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Sukaramai dan Kapolsek Salak menghimbau masyarakat agar tidak saling menyerobot antrean, tetap menggunakan jalur yang telah diatur, tidak merokok di area pengisian, serta membeli BBM secukupnya agar seluruh warga mendapatkan kesempatan yang sama.
Upaya pengamanan ini akan terus dilanjutkan selama pasokan BBM masih berfluktuasi akibat dampak banjir dan longsor di wilayah Sumatera Utara.(*)











