Medan | galasibot.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Republik Prancis. Fokus kemitraan mencakup investasi, pendidikan, riset, energi terbarukan, teknologi, hingga pertukaran budaya.
Ajakan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, saat menghadiri resepsi peringatan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day di Medan, Senin (14/7/2026) malam.
Menurut Surya, hubungan yang semakin kuat antara Sumut dan Prancis akan mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi yang saling menguntungkan.
Hubungan Diplomatik Jadi Modal Kerja Sama
Mewakili Pemerintah Provinsi Sumut, Surya menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah dan masyarakat Prancis yang memperingati Hari Nasional setiap 14 Juli.
Ia menilai hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis selama lebih dari tujuh dekade menjadi fondasi penting bagi pengembangan kerja sama lintas sektor.
“Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Provinsi Sumatera Utara, saya menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada Pemerintah dan seluruh rakyat Prancis atas peringatan Hari Nasional Prancis,” ujar Surya.
Ia menambahkan, hubungan bilateral yang dibangun atas dasar saling percaya terus berkembang dan menghasilkan manfaat nyata bagi kedua negara.
Nilai Bastille Day Relevan bagi Dunia
Surya mengatakan Bastille Day tidak hanya memperingati peristiwa sejarah Penyerbuan Bastille. Peringatan tersebut juga mengangkat nilai universal kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan.
Menurutnya, nilai-nilai Liberté, Égalité, Fraternité tetap relevan dalam membangun kerja sama internasional yang damai dan berkelanjutan.
Karena itu, semangat tersebut dapat menjadi dasar penguatan hubungan antara Indonesia, Prancis, dan Sumatera Utara.
Alliance Française Jadi Jembatan Persahabatan
Dalam kesempatan itu, Surya mengapresiasi peran Alliance Française de Medan sebagai penghubung hubungan masyarakat Sumut dan Prancis.
Lembaga tersebut dinilai berhasil memperluas kerja sama melalui program bahasa Prancis, pendidikan, seni, serta pertukaran budaya.
Keberadaan institusi pendidikan dan kebudayaan seperti Alliance Française juga membuka ruang interaksi masyarakat kedua negara secara lebih luas.
Sumut Tawarkan Potensi Investasi Global
Surya menilai Sumatera Utara memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang kawasan barat Indonesia.
Selain itu, provinsi ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, sumber daya manusia produktif, serta kawasan wisata unggulan Danau Toba yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark.
Potensi tersebut membuka peluang besar bagi investor internasional, termasuk dari Prancis.
Pemprov Sumut menawarkan kerja sama pada sektor investasi, pendidikan vokasi, pengembangan infrastruktur, teknologi ramah lingkungan, energi terbarukan, riset, hingga ekonomi kreatif.
“Kami yakin Prancis memiliki pengalaman dan keunggulan di berbagai bidang yang dapat menjadi inspirasi sekaligus mitra strategis bagi Sumatera Utara,” kata Surya.
Kolaborasi Inovasi dan Pengembangan SDM
Pemprov Sumut juga menyambut berbagai inisiatif kerja sama internasional, termasuk semangat France–Indonesia Innovation 2026.
Program tersebut dinilai mampu memperkuat kolaborasi riset, inovasi teknologi, dan pertukaran gagasan antara kedua negara.
Selain kerja sama ekonomi, Surya berharap semakin banyak generasi muda Sumut memperoleh akses pendidikan di Prancis melalui beasiswa, program pertukaran mahasiswa, maupun jejaring akademik.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia menjadi investasi paling penting bagi masa depan daerah.
“Pada akhirnya, investasi terbaik yang dapat kita lakukan adalah investasi pada manusia,” ujarnya.
Diplomasi Daerah Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Kerja sama internasional kini menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan daerah. Melalui diplomasi ekonomi, pemerintah daerah dapat memperluas akses investasi, teknologi, pendidikan, dan pasar global.
Bagi Sumatera Utara, penguatan hubungan dengan Prancis juga sejalan dengan visi Kolaborasi Sumut Berkah yang menekankan kemitraan inklusif dan saling menguntungkan.
Surya berharap resepsi Hari Nasional Prancis tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Sebaliknya, momentum tersebut diharapkan melahirkan kerja sama konkret yang mampu mempererat hubungan Indonesia, Prancis, dan Sumatera Utara.
Ia optimistis kolaborasi yang semakin erat akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah, perdamaian, dan kesejahteraan masyarakat kedua negara.(*)










