
MEDAN I galasibot.co.i
Dua ekor harimau Sumatera dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser Sumatera Utara, Rabu (6/3/2024). Pelepasliaran itu dilakukan langsung Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dan bekerjasama dengan TNI Angkatan Udara (Lanud ) Soewondo Medan serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) dan Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS), Padang Lawas Utara, Sumatera Utara
Harimau bernama Ambar Goldsmith merupakan betina yang usianya berkisar antara 5-6 tahun. dievakuasi dari Desa Bukitmas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumut, pada 21 Desember 2022 lalu dandirehabilitasi BNWS. Sementara Harimau Beru Sutungtung betina berusia 3-4 tahun diselamatkan dari kawasan hutan lindung di wilayah Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, dan dirhablitasi BNWS pada April 2023.
Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) termasuk satwa liar dan dilindungi berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Opulasi satwa yang dilindungi itu diperkirakan mencapai sekitar 600 ekor.
Kedua ekor harimau itu dibawa dari Apron Charlie Lanud Soewondo Medan dengan Menggunakan Helikopter NAS 332 Super Puma dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja dengan kapten pilot Mayor Pnb Nurfi,.
Pada acara pelepasliaran itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengatakan dipilihnya TNGL menjadi tempat pelepasliaran karena kawasan tersebut merupakan salah satu wilayah konservasi paling penting di bumi.
“Pelepasliaran ini dilakukan di Leuser. Leuser itu di dunia dikenal sebagai keping terakhir bumi yang sekaligus di dalamnya ada empat flagship species yaitu harimau, gajah, orang utan, dan badak,” kata Siti di Medan.
Menteri LHK mengatakan, harimau merupakan spesies yang menjadi perhatian internasional karena menjadi satwa kharismatik. Bukan hanya itu, harimau juga disebut sebagai flagship species.
“Disebut flagship species atau jenis-jenis satwa strategis sebagai indikator bagusnya bentang alam atau hutan yaitu harimau, gajah, orang utan, dan badak,” ungkap Siti.
Siti juga menjelaskan sudah lebih dari 500 ribu ekor satwa mulai dari burung, tukik (anak penyu), lumba-lumba, harimau, dan orang utan yang dilepasliarkan ke habitatnya dalam kurun waktu hampir delapan tahun.
Kegiatan pelepasliaran harimau sumatera ke habitat alaminya dilakukanlangsung Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Ibu Siti Nurbaya bersama Senior Fellow At Bezos Earth Fund Mr. Lord Goldsmith, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Setyawan Pudyatmoko, Direktur Jenderal PHl Agus Justianto, Kapolda Sumatera Utara Irjen Agung Setya Imam Effendi, Kapoksahli Kodam I/BB Brigjen TNI David Hatigoran Hutagaol, S.E, M.M, M.Han, Komandan Lanud Soewondo Kolonel Pnb Ucok Enrico Hutadjulu, S.H., M.M., CHRMP.









