• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 12, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home News

Gelombang Panas Ekstrim Melanda Asia Selatan dan Asia Tenggara

Redaksi
1 Mei 2024
/ News, Ragam
0 0
0
Gelombang Panas Ekstrim Melanda Asia Selatan dan Asia Tenggara
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta | galasibot.co.id

Baca Juga

Gubernur Banten Andra Soni Ajak Warga Dukung Felicia br Sihombing di The Icon Indonesia SCTV

Menepis Tren Sesaat: Strategi Pemko Medan Mengakar Pola Hidup Sehat Warga

Masyarakat Berterimaksih Bupati Humbahas Kembali Tinjau Jalan Perbatasan Pakpak Bharat

Gelombang panas ekstrim dalam beberapa pekan terakhir melanda sejumlah negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Jutaan orang yang tinggal negara di Asia Selatan hingga Asia Tenggara ikut terdampak dari gelombang panas yang terjadi.

Akibatnya, beberapa sekolah dipaksa tutup demi menjaga muridnya agar tak terkena serangan panas yang berbahaya bagi kesehatan.

Produktivitas lahan pertanian juga terganggu akibat dari gelombang panas yang terjadi secara berkelanjutan.

Berikut merupakan negara-negara di Asia yang dilanda gelombang panas selama beberapa pekan terakhir.

Bangladesh

Gelombang panas yang melanda Bangladesh membuat sejumlah sekolah hingga universitas tutup sementara.

Sebab, suhu di beberapa daerah kerap melonjak hingga melebihi 42 derajat celsius. Terlebih, kelembapan udara yang tidak menentu juga menambah faktor ketidaknyamanan.

India

Gelombang panas serupa juga terjadi di negara tetangga Bangladesh yakni India.

Suhu panas ini menimbulkan sejumlah tantangan bagi warga India yang sedang mengikuti perhelatan pesta demokrasi terbesar di dunia itu.

Komisi Pemilihan Umum India juga turut menyediakan peralatan pendingin dan air minum guna mencegah terjadi hal darurat selama proses pencoblosan.

Suhu ekstrem yang mencapai 42 derajat celsius turut mengancam produktivitas pertanian gandum hingga mengakibatkan sejumlah kabel jaringan listrik rusak terpapar panas.

Myanmar

Myanmar menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang turut dilanda gelombang panas ekstrem.

Pemerintah junta Myanmar menyebut bahwa suhu di ibu kota baru-baru ini dapat mencapai 46 derajat celsius.

Terlebih, Myanmar sedang mengalami krisis perang saudara dengan sejumlah kelompok pemberontak. Hal itu turut membuat panas situasi yang membuat kedua pihak kerap mengalami kewalahan.

Kamboja

Gelombang panas ekstrem melanda salah satu negara anggota ASEAN yakni Kamboja.

Media lokal Kamboja  menyebut bahwa Negeri Angkor Wat tersebut mengalami panas paling ekstrem dalam beberapa tahun terakhir.

Juru bicara Badan Meteorologi dan Sumber Air Kamboja Chan Yuta, menyatakan bahwa suhu diperkirakan dapat mencapai 42 derajat celsius dalam beberapa pekan ke depan.

Yuta juga mengungkap bahwa suhu ekstrem akan terjadi selama beberapa minggu dan diprediksi akan turun pada Mei mendatang.

Thailand

Negara tetangga Kamboja, Thailand juga mengalami kejadian serupa.

Pihak berwenang mengeluarkan peringatan panas ekstrem diperkirakan mencapai lebih dari 52 derajat celsius di sejumlah wilayah. Sedangkan di ibu kota Bangkok mencapai 40,1 derajat celsius per Rabu (24/4).

Bahkan, sebanyak 30 orang dikabarkan tewas terkena serangan panas sejak Januari hingga April 2024.

Filipina

Negara tetangga RI, Filipina juga dikabarkan terkena serangan gelombang panas ekstrem di sejumlah wilayah.

Gelombang panas ekstrem terjadi selama beberapa pekan terakhir hingga menyebabkan ribuan sekolah tutup.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Filipina, menyatakan suhu di Manila dapat mencapai 38,8 derajat celsius.

Sedangkan kota lainnya dapat mencapai indeks panas hingga 45 derajat celcius. Indeks panas itu juga mengukur seperti apa suatu suhu dengan pertimbangan tingkat kelembapan.(*)

Tags: Gelombang Panas Ekstrim Melanda Asia Selatan dan Asia Tenggara
SendShareTweet
Kembali

Satgas Pamtas Yonif 122/TS Pos KM 76 Berikan Sembako Dan Pelayanan Kesehatan di Kampung Uskuar

Lanjut

Peluang Timnas Indonesia Lolos ke Olimpiade Paris Masih Terbuka Meski Kalah 0-2 dari Usbekistan di AFC 2024

Baca Juga

Gubernur Banten Andra Soni Ajak Warga Dukung Felicia br Sihombing di The Icon Indonesia SCTV
Ragam

Gubernur Banten Andra Soni Ajak Warga Dukung Felicia br Sihombing di The Icon Indonesia SCTV

11 Juli 2026
Menepis Tren Sesaat: Strategi Pemko Medan Mengakar Pola Hidup Sehat Warga
Ragam

Menepis Tren Sesaat: Strategi Pemko Medan Mengakar Pola Hidup Sehat Warga

9 Juli 2026
Masyarakat Berterimaksih Bupati Humbahas Kembali Tinjau Jalan Perbatasan Pakpak Bharat
Ragam

Masyarakat Berterimaksih Bupati Humbahas Kembali Tinjau Jalan Perbatasan Pakpak Bharat

9 Juli 2026
DPRD dan Pemkot Medan Setujui Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
Dprd medan

DPRD dan Pemkot Medan Setujui Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025

8 Juli 2026
22 Tahun Menunggu Keadilan, 358 Warga Cengkareng Tagih Ganti Rugi kepada Pemprov DKI Setelah Perumnas Lunas Sejak 2016
News

22 Tahun Menunggu Keadilan, 358 Warga Cengkareng Tagih Ganti Rugi kepada Pemprov DKI Setelah Perumnas Lunas Sejak 2016

8 Juli 2026
PMKRI Pematangsiantar Gelar MABIM 2026, Cetak Kader Kritis, Humanis, dan Berintegritas
Ragam

PMKRI Pematangsiantar Gelar MABIM 2026, Cetak Kader Kritis, Humanis, dan Berintegritas

7 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengakar di Tanah Batak: Kiprah Jenny Waskita di Prabowonomics hingga Rencana Penabalan Boru Sinaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Felicia Babak 6 Besar The Icon Indonesia SCTV: Mohon Dukungan untuk Rebut Tiket Top 5 Senin Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Sumut Terjunkan Petugas Serentak ke Pelosok Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Provinsi Tapanuli Tinggal Ketok Palu? DPR RI Desak Kemendagri Rampungkan Aturan Pemekaran Daerah!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Usut Tuntas! Punguan Silauraja Indonesia Desak Keadilan atas Kematian Jaka Malau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Provinsi Tapanuli: Dari Jejak Sejarah Menuju Pusat Pertumbuhan Baru Sumatera

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In