• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 27, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

Hukum adalah Seni Berinterpretasi: Menggali Keadilan dalam Kerumitan Hukum

Redaksi Galasibot.co.id
4 Februari 2025
/ Opini
0 0
0
Hukum adalah Seni Berinterpretasi: Menggali Keadilan dalam Kerumitan Hukum

illustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

 

Dalam dunia hukum, terdapat sebuah fenomena yang unik dan tidak ditemui dalam disiplin ilmu lainnya: “antinomi hukum”. Fenomena ini merujuk pada situasi di mana dua asas hukum yang saling bertentangan, namun keduanya tidak bisa saling menegasikan. Ini menciptakan tantangan yang sangat besar dalam menerapkan hukum secara konsisten, karena terkadang kita harus menghadapi situasi di mana satu asas hukum bertolak belakang dengan asas hukum lainnya. Meskipun keduanya sah dan tidak ada hirarki yang memutuskan mana yang lebih tinggi, hal ini justru memberikan ruang luas untuk interpretasi yang harus dijembatani oleh para ahli hukum.

Baca Juga

Delapan Alasan ILAJ, Mengapa Penyidik Perlu Mengkaji Objektif Perkara Febrie Adriansyah

Tragedi Grand Polonia Medan dan Alarm Keselamatan Kawasan Elite

Digital Political Mapping: Saat Identitas Bertarung di Ruang Digital dan Habonaron Menjadi Kompas

 

Sebagai contoh, salah satu prinsip dasar dalam sistem hukum kita adalah “presumption of innocence” atau anggapan tidak bersalah. Prinsip ini menyatakan bahwa setiap individu dianggap tidak bersalah sampai ada keputusan pengadilan yang menyatakan sebaliknya. Namun, di sisi lain, meskipun prinsip ini begitu kuat, kita juga harus menerima kenyataan bahwa setiap putusan pengadilan, meskipun berdasarkan bukti yang ada, harus tetap dihormati dan dipatuhi, bahkan ketika fakta yang ada belum sepenuhnya memberikan kejelasan.

 

Di sini kita melihat bagaimana hukum bertindak sebagai alat yang menegakkan keteraturan dalam masyarakat, dengan prinsip netralitas yang sangat penting. Hukum, dalam kapasitasnya sebagai aturan yang mengatur, harus bersikap objektif tanpa berpihak kepada satu pihak atau kelompok mana pun. Dalam perspektif hukum, setiap orang memiliki hak yang sama di depan hukum, dan tidak ada yang boleh diperlakukan lebih istimewa atau sebaliknya.

 

Namun, kenyataan yang sering terjadi di lapangan adalah bahwa fakta yang benar tidak selalu memastikan bahwa yang kalah adalah yang salah, dan yang menang adalah yang benar. Dalam praktiknya, kita tidak selalu mendapatkan kepastian hukum hanya dengan merujuk pada teks undang-undang semata. Kepastian hukum yang sebenarnya terletak pada bagaimana keadilan ditegakkan melalui penerapan hukum yang adil dan bijaksana.

 

Pemikir hukum ternama, Hans Kelsen, mengemukakan pemisahan antara hukum dan keadilan. Kelsen berpendapat bahwa keadilan tidak ada dalam undang-undang itu sendiri, tetapi terletak pada bagaimana hukum dibuat dan diterapkan. Hukum adalah instrumen yang bisa bersifat netral, namun keadilan yang sesungguhnya tercipta lewat proses pembuatan dan penegakan hukum yang tepat. Fakta-fakta dalam setiap kasus memang bersifat netral, tetapi yang membedakan adalah perspektif yang kita gunakan untuk menilai dan menafsirkan fakta tersebut.

 

Di sinilah peran sarjana hukum dan praktisi hukum sangat penting. Mereka tidak hanya dituntut untuk memahami teks hukum, tetapi juga untuk mampu memberikan penjelasan yang tepat mengenai penerapan hukum yang tidak selalu hitam-putih. Hukum adalah seni berinterpretasi yang memerlukan pemahaman mendalam tentang bagaimana hukum berfungsi dalam konteks sosial, budaya, dan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.

 

Kesimpulannya, hukum bukanlah sekadar teks yang kaku dan baku. Hukum adalah seni dalam berinterpretasi. Setiap aturan dan asas hukum membutuhkan pemahaman yang tajam dan aplikasi yang bijaksana agar dapat mencapai tujuan utamanya: memberikan keadilan yang sejati bagi semua pihak.(*)

Via: Editor : Baldwin
Tags: Hukum adalah Seni BerinterpretasiMenggali Keadilan dalam Kerumitan Hukum
SendShareTweet
Kembali

Presiden Prabowo Tegaskan Harga Gabah Kering Panen Harus Rp 6.500 demi Kesejahteraan Petani

Lanjut

Fenomena “AI Art” dan Teknologi Generatif: Mengubah Wajah Kreativitas di Era Digital

Baca Juga

Delapan Alasan ILAJ, Mengapa Penyidik Perlu Mengkaji Objektif Perkara Febrie Adriansyah
Opini

Delapan Alasan ILAJ, Mengapa Penyidik Perlu Mengkaji Objektif Perkara Febrie Adriansyah

22 Juli 2026
Tragedi Grand Polonia Medan dan Alarm Keselamatan Kawasan Elite
Opini

Tragedi Grand Polonia Medan dan Alarm Keselamatan Kawasan Elite

21 Juli 2026
Digital Political Mapping: Saat Identitas Bertarung di Ruang Digital dan Habonaron Menjadi Kompas
Opini

Digital Political Mapping: Saat Identitas Bertarung di Ruang Digital dan Habonaron Menjadi Kompas

18 Juli 2026
Dari Ruang Redaksi Menuju Gerakan Ekonomi: Ikhtiar Koperasi Pers Indonesia Membina Kesejahteraan
Opini

Dari Ruang Redaksi Menuju Gerakan Ekonomi: Ikhtiar Koperasi Pers Indonesia Membina Kesejahteraan

9 Juli 2026
Dugaan Mega Korupsi BGN: Saat Program Makan Bergizi Terjebak dalam Politik Relasi
Opini

Dugaan Mega Korupsi BGN: Saat Program Makan Bergizi Terjebak dalam Politik Relasi

5 Juli 2026
Provinsi Tapanuli: Strategi Baru Pertumbuhan Ekonomi Sumatera
Opini

Provinsi Tapanuli: Strategi Baru Pertumbuhan Ekonomi Sumatera

29 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Gubernur Banten Andra Soni Ajak Warga Dukung Felicia br Sihombing di The Icon Indonesia SCTV

    Gubernur Banten Andra Soni Ajak Warga Dukung Felicia br Sihombing di The Icon Indonesia SCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Felicia Babak 6 Besar The Icon Indonesia SCTV: Mohon Dukungan untuk Rebut Tiket Top 5 Senin Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Perempat Final Piala Dunia 2026: Prancis dan Argentina Difavoritkan Melaju ke Final, Inggris serta Spanyol Siap Beri Kejutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Luhut Panjaitan Tegaskan PT TPL Tidak Akan Beroperasi Lagi, Pemerintah Siapkan Penataan Ulang Lahan demi Masyarakat Adat dan Pemulihan Ekologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membanggakan, Felicia Sihombing Siap Guncang Panggung Top 5 The Icon Indonesia SCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Argentina vs Spanyol di Final Piala Dunia 2026: Messi Bidik Gelar Beruntun, Yamal Siap Tantang Sang Idola

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In