• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, Agustus 1, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home News

Mengungkap Penyebab Banjir Bandang di Parapat, Danau Toba: Dampak Alih Fungsi Hutan dan Daya Dukung Ekosistem yang Menurun

Redaksi Galasibot.co.id
24 Maret 2025
/ News
0 0
0
Mengungkap Penyebab Banjir Bandang di Parapat, Danau Toba: Dampak Alih Fungsi Hutan dan Daya Dukung Ekosistem yang Menurun
Share on FacebookShare on Twitter

Parapat | galasibot.co.id

Baca Juga

HUT ke-23 Humbahas: Mendagri Apresiasi Penanganan Bencana, Pemkab Tegaskan Akselerasi Pembangunan

PAD Sumut Tembus 50 Persen, Bapenda Optimistis Target Rp6,9 Triliun Tercapai pada 2026

THE PRINT Gelar Peluncuran Buku Bilingual Prabowonomics dan Prabowonomics Summit 2026 di JICC

 

Tim Ekspedisi Banjir Bandang Parapat, yang terdiri dari akademisi, rohaniawan, dan aktivis lingkungan dari Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) serta Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak, melakukan penelusuran langsung alur longsor yang terjadi di daerah Simarbalatuk-Sitahoan-Sibatuloting. Ekspedisi ini bertujuan untuk mengungkap penyebab banjir bandang yang melanda Kota Parapat pada 16 Maret 2025.

Penelusuran dan Temuan Tim Ekspedisi

 

Tim memulai perjalanan dari harangan Bangun Dolok dan mengikuti aliran Sungai Batu Gaga yang membanjiri Kota Parapat. Selama perjalanan, ditemukan adanya aktivitas perladangan oleh masyarakat sekitar yang masih menerapkan sistem agroforestri, dengan tanaman keras seperti kopi, cengkeh, coklat, salak, dan durian, yang berinteraksi dengan pohon-pohon alami. Meskipun sistem perladangan ini ramah lingkungan, tim menemukan bahwa longsor yang terjadi di Simarbalatuk menjadi salah satu pemicu utama banjir.

 

Perjalanan berlanjut menuju Simarbalatuk, di mana tim menemukan jejak longsor di ketinggian 1.100–1.200 mdpl, dengan panjang sekitar 300-400 meter dan lebar 4–5 meter. Material longsor yang terdiri dari batu besar, sedang, dan tanah bercampur tanah liat sangat berpotensi membentuk kolam-kolam air yang bisa menjadi ancaman banjir susulan. Lokasi longsor ini berjarak sekitar 2,16 kilometer dari jembatan Sungai Batu Gaga, tempat air meluap pada 16 Maret 2025 lalu.

Analisis Penyebab Banjir Bandang

 

Meskipun hutan di sekitar titik longsor terlihat masih cukup terjaga, tim ekspedisi menemukan bahwa daya dukung lingkungan kawasan tersebut semakin menurun. Data dari riset yang dilakukan oleh KSPPM, AMAN Tano Batak, Auriga Nusantara, dan JAMSU mengungkapkan bahwa dalam 20 tahun terakhir, luas hutan alam di kawasan sekitar Parapat telah menyusut sebanyak 6.503 hektar, yang sebagian besar berubah menjadi kebun eukaliptus. Alih fungsi hutan ini diduga kuat sebagai faktor utama penurunan daya dukung alam di kawasan Simarbalatuk, yang akhirnya memicu terjadinya longsor dan banjir bandang.

 

Penurunan daya dukung lingkungan ini, yang juga diakibatkan oleh deforestasi dan perubahan iklim, semakin memperburuk kondisi ekosistem Parapat. Longsor yang terjadi menunjukkan bahwa kawasan ini sudah kehilangan kemampuan untuk menahan air hujan, yang pada akhirnya mengarah pada bencana banjir bandang.

Dampak dan Potensi Bencana Susulan

 

Banjir bandang yang terjadi pada 16 Maret 2025 bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, pada 2021, Parapat juga mengalami peristiwa serupa. Hal ini menandakan adanya masalah sistemik dalam pengelolaan ekosistem kawasan Danau Toba. Jika alih fungsi hutan terus dibiarkan tanpa pengendalian, bencana serupa diprediksi akan semakin sering terjadi, dengan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat dan perekonomian lokal.

 

Tim ekspedisi juga mengingatkan potensi bencana susulan akibat material longsor yang masih tersangkut di lokasi. Pepohonan tumbang, batu, dan tanah yang terjebak dapat memicu banjir lebih lanjut, yang memerlukan penanganan segera untuk mencegah kerugian lebih besar.

Langkah-langkah yang Harus Diambil

 

Untuk mencegah terulangnya bencana serupa, tim mengusulkan beberapa langkah konkret yang harus segera dilakukan oleh pemerintah:

 

  1. Pembersihan Material Longsor: Segera mengirimkan tim untuk mengevakuasi dan membersihkan area longsor sebelum musim hujan berikutnya datang.
  2. Moratorium Penebangan Hutan: Pemerintah harus menegaskan moratorium penebangan hutan alam dan mengevaluasi aktivitas perusahaan yang terlibat dalam konversi hutan di kawasan ini.
  3. Restorasi Ekosistem: Melakukan penghijauan dengan menanam kembali kawasan hutan yang telah rusak, serta memprioritaskan reboisasi dengan tanaman yang dapat mendukung kestabilan tanah.
  4. Pengelolaan Hutan yang Ketat: Kebijakan pengelolaan hutan harus diperketat, dan tidak ada lagi izin eksploitasi yang merusak keseimbangan ekosistem kawasan Parapat dan Danau Toba.

Tanpa intervensi serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, bencana ekologis seperti yang terjadi di Parapat akan terus berulang. Krisis ini merupakan akibat dari eksploitasi hutan yang tidak terkendali. Pemerintah harus bertindak tegas untuk melindungi lingkungan dan masyarakat, serta memastikan kelestarian ekosistem Danau Toba demi keberlanjutan hidup generasi mendatang.(*)

Source: Penulis :Wilfrid
Via: Editor :Baldwin
Tags: Alih Fungsi Hutan Danau TobaPenyebab Banjir Bandang ParapatRestorasi Ekosistem Parapat
SendShareTweet
Kembali

Banjir Bandang di Parapat: Protes Masyarakat dan Komitmen Bersama untuk Melindungi Kelestarian Alam

Lanjut

Dua Anggota DPRD Medan Ricuh Akhirnya Berdamai

Baca Juga

HUT ke-23 Humbahas: Mendagri Apresiasi Penanganan Bencana, Pemkab Tegaskan Akselerasi Pembangunan
News

HUT ke-23 Humbahas: Mendagri Apresiasi Penanganan Bencana, Pemkab Tegaskan Akselerasi Pembangunan

31 Juli 2026
PAD Sumut Tembus 50 Persen, Bapenda Optimistis Target Rp6,9 Triliun Tercapai pada 2026
News

PAD Sumut Tembus 50 Persen, Bapenda Optimistis Target Rp6,9 Triliun Tercapai pada 2026

31 Juli 2026
THE PRINT Gelar Peluncuran Buku Bilingual Prabowonomics dan Prabowonomics Summit 2026 di JICC
News

THE PRINT Gelar Peluncuran Buku Bilingual Prabowonomics dan Prabowonomics Summit 2026 di JICC

29 Juli 2026
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK, Sebut Perkaranya Kriminalisasi
News

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK, Sebut Perkaranya Kriminalisasi

25 Juli 2026
Pemko Medan Kerahkan Alat Berat dan Tim Medis untuk Mempercepat Evakuasi Korban Ledakan Perumahan Grand Polonia
News

Pemko Medan Kerahkan Alat Berat dan Tim Medis untuk Mempercepat Evakuasi Korban Ledakan Perumahan Grand Polonia

24 Juli 2026
Wali Kota Medan Benahi Pelayanan PBG dan Tutup Celah Pungli demi Kepastian Hukum Masyarakat
News

Wali Kota Medan Benahi Pelayanan PBG dan Tutup Celah Pungli demi Kepastian Hukum Masyarakat

24 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Gubernur Banten Andra Soni Ajak Warga Dukung Felicia br Sihombing di The Icon Indonesia SCTV

    Gubernur Banten Andra Soni Ajak Warga Dukung Felicia br Sihombing di The Icon Indonesia SCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Perempat Final Piala Dunia 2026: Prancis dan Argentina Difavoritkan Melaju ke Final, Inggris serta Spanyol Siap Beri Kejutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Argentina vs Spanyol di Final Piala Dunia 2026: Messi Bidik Gelar Beruntun, Yamal Siap Tantang Sang Idola

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Luhut Panjaitan Tegaskan PT TPL Tidak Akan Beroperasi Lagi, Pemerintah Siapkan Penataan Ulang Lahan demi Masyarakat Adat dan Pemulihan Ekologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membanggakan, Felicia Sihombing Siap Guncang Panggung Top 5 The Icon Indonesia SCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Felicia Babak 6 Besar The Icon Indonesia SCTV: Mohon Dukungan untuk Rebut Tiket Top 5 Senin Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In