Langkat | galasibot.co.id
Pemerintah Kabupaten Langkat memberikan perhatian serius terhadap tragedi kebakaran yang terjadi di Kelurahan Pekan Bahorok, Kecamatan Bahorok, yang merenggut dua nyawa. Pada hari Jumat (4/4/2025), Bupati Langkat, Syah Afandin atau yang akrab disapa Ondim, mengunjungi lokasi kebakaran yang menewaskan dua orang, ibu dan anak, serta meratakan rumah-rumah penduduk. Dalam kunjungan tersebut, Ondim menyampaikan beberapa langkah konkret yang akan diambil oleh Pemkab Langkat untuk membantu para korban.
Dalam upaya untuk meringankan beban korban, Bupati Ondim mengumumkan bahwa Pemerintah Kabupaten Langkat akan memberikan bantuan sebesar Rp 120 juta untuk para korban kebakaran. Setiap keluarga yang menjadi korban akan menerima bantuan tunai sebesar Rp 20 juta. Bantuan ini diharapkan dapat membantu keluarga yang terdampak untuk segera membangun kembali kehidupan mereka setelah kehilangan tempat tinggal.
“Kami secepatnya akan memberikan bantuan Rp 20 juta per rumah yang menjadi korban kebakaran sebagai bentuk perihatin dari Pemerintah Kabupaten Langkat,” ujar Ondim saat melayat ke rumah duka di Jambur Taras Bahorok, lokasi kejadian.
Keputusan ini disambut baik oleh masyarakat setempat, yang merasa terbantu dengan perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah. Selain bantuan tunai, Pemkab Langkat juga telah menyiapkan bantuan berupa kebutuhan dasar lainnya.
Salah satu komitmen yang disampaikan Bupati Langkat adalah rencana untuk menyediakan satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) yang akan ditempatkan di Kecamatan Bahorok. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan respons terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran di masa depan.
“Saya berkomitmen di P-APBD 2025 Pemkab Langkat, kami anggarkan sebanyak 1 unit mobil damkar, nantinya mobil ini siaga dan standby di Kantor Camat Bahorok,” ujar Ondim.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak akan fasilitas pemadam kebakaran yang dapat segera merespon insiden kebakaran, terutama di daerah yang jauh dari pusat kota. Diharapkan, keberadaan mobil damkar ini akan mengurangi risiko kerusakan yang lebih besar pada kejadian-kejadian serupa di masa mendatang.
Tragedi kebakaran yang terjadi di Pekan Bahorok menyebabkan dua korban jiwa, yakni Isabela Katarina Br Ketaren (38) dan Ediliana Br Meliala (64). Kedua korban tersebut dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa yang sangat memilukan ini. Rencananya, jenazah keduanya akan dimakamkan pada hari ini di kampung halaman mereka.
Ondim menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Langkat mengucapkan turut berdukacita atas meninggalnya dua saudara saya yang menjadi korban kebakaran. Semoga ibadah dan amal baiknya diterima di sisi-Nya,” ucap Bupati Langkat dengan penuh haru.
Selain bantuan tunai, Pemkab Langkat juga menyerahkan bantuan lainnya berupa sembako, perlengkapan makan, dan sandang kepada para korban kebakaran. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk 6 paket sembako, 6 paket perlengkapan makan, dan 6 paket sandang yang bersumber dari Pemkab Langkat dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Langkat. Ini merupakan bagian dari upaya Pemkab untuk meringankan penderitaan para korban serta memastikan mereka mendapat dukungan yang diperlukan dalam masa sulit ini.
Bupati Ondim berharap bahwa bantuan yang diberikan dapat sedikit mengurangi kesulitan yang dihadapi oleh warga terdampak dan menjadi langkah awal untuk membangun kembali kehidupan mereka. “Kami akan terus berusaha memberikan bantuan dan dukungan agar masyarakat yang terkena musibah dapat bangkit kembali,” pungkasnya.
Musibah kebakaran yang menimpa Kelurahan Pekan Bahorok bukan hanya menggugah hati masyarakat Langkat, tetapi juga mendorong Pemerintah Kabupaten Langkat untuk bertindak cepat dan memberikan bantuan yang signifikan. Dengan dana bantuan Rp 120 juta, penyediaan mobil pemadam kebakaran yang lebih siap, serta bantuan bahan pokok dan kebutuhan dasar lainnya, Pemkab Langkat menunjukkan komitmennya dalam memberikan dukungan kepada warga yang terdampak. Semoga langkah-langkah ini dapat membantu korban bangkit dari keterpurukan dan mencegah terjadinya bencana serupa di masa depan.(*)











