Deliserdang | galasibot.co.id
Ketua Umum Gema Santri Nusa KH Akhmad Khambali SE MM mengajak para santri dan umat menjelang akhir tahun 2022 untuk melakukan muhasabah diri.
Demikian disebutkan Pengasuh Majelis Sholawat Ahlul Kirom yang lebih akrab disapa Kyai Khambali ini pasca kegiatan Muhasabah dan Istighosah Akhir Tahun 2022 yang diselenggarakan di rumah salah seorang anggota Jama’ah Majelis Sholawat Ahlul Kirom, Medan, Kamis (27/12 2022).
Kyai Khambali menyampaikan, ada beberapa hal yang dikedepankan Gema Santri Nusa dalam agenda Muhasabah dan Istighosah Akhir Tahun 2022.
Di antaranya Gema Santri Nusa menginginkan agar santri dan umat melampiaskan perdamaian dengan cara yang benar, cara Islami, cara yang diridhai oleh Allah SWT, dan cara yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
“Nabi Muhammad SAW setiap kali mendapat kegembiraan, beliau berdoa dan mensyukuri,” ujar Kyai Khambali.
Ia mengingatkan, jangan sampai umat larut dalam kemaksiatan saat merayakan kegembiraan di akhir tahun. Jangan sampai laki-laki dan perempuan berkumpul dan pacaran sambil melakukan pesta kondom dan minuman keras (miras). Hal seperti itu, menurut dia, bukan cara yang benar untuk mensyukuri akhir tahun.
“Oleh sebab itu Gema Santri Nusa melaksanakan acara muhasabah dan istighosah tidak pas di akhir tahun, tapi di tanggal 29 Desember supaya pesan-pesan ini sampai kepada Santri dan umat sebelum 31 Desember. Jangan sampai mengisi akhir tahun dengan kemaksiatan, itu mendatangkan azab Allah nanti,” tutur Kyai Khambali.
Menutup perbincangan, Kyai Khambali berharap di tahun 2023 bisa lebih baik lagi, hidup lebih sejahtera, dan terhindar dari bencana.
Sementara di kesempatan yang sama, Pendiri dan Pembina Majelis Sholawat Ahlul Kirom Kyai Muhtarom mengatakan, sudah menjadikan agenda muhasabah dan istighosah sebagai tradisi akhir tahun.
Melalui kegiatan ini, sambung Kyai Muhtarom, Gema Santri Nusa khususnya Majelis Sholawat Ahlul Kirom mengajak santri dan umat melakukan introspeksi terhadap segala hal yang telah dilakukan sepanjang tahun 2022.
“Harapannya mudah-mudahan Allah mengampuni kesalahan dan dosa-dosa kita,” ucap Kyai Muhtarom.
Penulis berita :Indra Matondang/editor:Pangihutan Sinaga









