• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

Demokrasi yang Ditinggalkan: Ketika Politik, Kolusi, Nepotisme, dan Birokrasi Membebani Rakyat

Redaksi Galasibot.co.id
25 Agustus 2025
/ Opini
0 0
0
Demokrasi yang Ditinggalkan: Ketika Politik, Kolusi, Nepotisme, dan Birokrasi Membebani Rakyat
Share on FacebookShare on Twitter

Politik kita hari ini sedang kehilangan jiwanya. Demokrasi yang seharusnya menjadi jalan rakyat untuk menentukan arah masa depan, justru dibajak oleh kepentingan pragmatis dan elitisme yang semakin menebal. Masalah-masalah klasik seperti politik transaksional, kolusi, nepotisme, hingga birokrasi yang rumit dan tidak ramah, tak kunjung diselesaikan. Kini, bertambah satu luka baru: tunjangan dan fasilitas anggota dewan yang dinilai tidak pantas di tengah penderitaan rakyat.

Koalisi partai politik tak lagi bicara visi-misi bangsa, tetapi hanya soal siapa mendapat kursi apa. Rakyat hanya diingat saat kampanye, lalu dilupakan setelah pemilu usai. Kebijakan publik lahir dari kompromi antar-elite, bukan dari kebutuhan nyata masyarakat. Akibatnya, kepercayaan publik terhadap institusi politik kian menurun.

Baca Juga

Menelusuri Lorong Kepemimpinan: Mengalirkan Pengaruh Melampaui Jabatan

“Go and Sin No More” TPL: Sebuah Rekonstruksi Solusi atas Konflik Panjang di Tanah Batak

Reformasi Parkir Medan: Menutup Kebocoran PAD dan Mewujudkan Smart City yang Berkeadilan

Di sisi lain, kolusi masih menjadi ‘hantu’ di balik proyek-proyek pembangunan. Tender yang semestinya adil dan terbuka, sering kali jadi ladang persekongkolan. Pengusaha-penguasa saling memelihara relasi, memperkuat budaya balas budi politik yang merugikan rakyat. Akibatnya, banyak pembangunan yang tak menyentuh prioritas masyarakat.

Nepotisme pun makin terang-terangan. Banyak jabatan strategis diisi bukan oleh yang kompeten, tetapi oleh yang “punya koneksi.” Prinsip meritokrasi dikubur hidup-hidup. Ini menciptakan birokrasi yang rapuh, bekerja lambat, dan tidak profesional.

Birokrasi yang seharusnya melayani justru kerap menyulitkan. Rakyat harus menghadapi prosedur panjang, tumpang tindih aturan, bahkan pungutan liar. Meski digitalisasi digaungkan, sering kali hanya sebatas branding tanpa menyentuh akar persoalan: mentalitas birokrat dan lemahnya pengawasan.

Yang paling menyakitkan adalah ketika rakyat melihat anggota dewan menikmati berbagai tunjangan dan fasilitas mewah. Dari kendaraan dinas, perjalanan luar negeri, hingga dana reses miliaran rupiah. Padahal, kursi-kursi sidang kosong, legislasi stagnan, dan aspirasi rakyat dibiarkan menguap di udara. Kontras ini menciptakan luka sosial yang dalam—saat rakyat di desa masih bergelut dengan jalan rusak dan sekolah reyot, para wakil mereka hidup dalam kenyamanan.

Keluhan masyarakat terhadap dewan bukan soal iri hati, melainkan soal keadilan. Apakah para wakil rakyat benar-benar bekerja untuk rakyat, atau sekadar menikmati keuntungan dari kekuasaan?

Saatnya perubahan nyata. Pemerintah dan parlemen harus berani membuka seluruh alur anggaran, memperkuat penegakan hukum terhadap korupsi politik, mereformasi birokrasi secara mendalam, serta mengembalikan esensi representasi rakyat. Tanpa itu, demokrasi hanya akan jadi panggung sandiwara—dan rakyat, terus menjadi korban.

 

Source: Penulis Fernando Albert Damanik – Pengamat Sosial Politik
Tags: #OpiniPublik#PolitikIndonesia#ReformasiBirokrasi#TunjanganDewan
SendShareTweet
Kembali

Infrastruktur, Penerangan Jalan, dan Penanganan Banjir Jadi Sorotan Utama dalam Laporan Reses DPRD Kota Medan

Lanjut

Desakan Pembubaran DPR dan MPR—Ledakan Emosi Rakyat vs Pilar Demokrasi Konstitusional

Baca Juga

Menelusuri Lorong Kepemimpinan: Mengalirkan Pengaruh Melampaui Jabatan
Opini

Menelusuri Lorong Kepemimpinan: Mengalirkan Pengaruh Melampaui Jabatan

13 Juni 2026
“Go and Sin No More” TPL: Sebuah Rekonstruksi Solusi atas Konflik Panjang di Tanah Batak
Opini

“Go and Sin No More” TPL: Sebuah Rekonstruksi Solusi atas Konflik Panjang di Tanah Batak

4 Juni 2026
Reformasi Parkir Medan: Menutup Kebocoran PAD dan Mewujudkan Smart City yang Berkeadilan
Opini

Reformasi Parkir Medan: Menutup Kebocoran PAD dan Mewujudkan Smart City yang Berkeadilan

31 Mei 2026
ENSIKLIK MAGNIFICA HUMANITAS: Cara Paus Lawan Kebangkitan ‘Menara Babel’
Opini

ENSIKLIK MAGNIFICA HUMANITAS: Cara Paus Lawan Kebangkitan ‘Menara Babel’

26 Mei 2026
Blackout Sumbagut dan Alarm Rapuhnya Infrastruktur Energi Nasional
Opini

Blackout Sumbagut dan Alarm Rapuhnya Infrastruktur Energi Nasional

23 Mei 2026
Integritas Sekolah Diuji: Menyelaraskan Retorika Kejujuran dengan Transparansi Dana BOS di Sumut
Opini

Integritas Sekolah Diuji: Menyelaraskan Retorika Kejujuran dengan Transparansi Dana BOS di Sumut

12 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Provinsi Tapanuli Tinggal Ketok Palu? DPR RI Desak Kemendagri Rampungkan Aturan Pemekaran Daerah!

    Provinsi Tapanuli Tinggal Ketok Palu? DPR RI Desak Kemendagri Rampungkan Aturan Pemekaran Daerah!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengakar di Tanah Batak: Kiprah Jenny Waskita di Prabowonomics hingga Rencana Penabalan Boru Sinaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiger Sumatera Binjai Kecewa: Tuntut Kompensasi Total Atas Pembatalan Kejuaraan Batam Internasional Taekwondo 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beredar Informasi Yang Membawa Kontraktor Proyek Sihapilis dan Huta Ginjang Samosir Adalah “OB”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjaga Nyala Api Organisasi dari Tepian Danau Toba: Strategi PMKRI Pematangsiantar Mencetak Kader Berintegritas Lewat MPAB 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gandeng Kejari, Pemkab Humbang Hasundutan Sisir Rumah Warga untuk Verifikasi Faktual Bansos PKH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PPTN Lantik Pengurus Baru, Prof. Hoga Saragih Dikukuhkan sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In