• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

Menjaga Rumah Besar PPTSB: Ketika Etika Berorganisasi Teruji di Era Digital

Oleh: WILMAR ELIASER SIMANDJORANG Anggota Dewan Pakar PPTSB -  Dolok Pusuk Buhit

Redaksi Galasibot.co.id
18 Agustus 2026
/ Opini
0 0
0
Menjaga Rumah Besar PPTSB: Ketika Etika Berorganisasi Teruji di Era Digital
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Dari Jantung Medan untuk Indonesia: Menelisik Ketahanan Finansial dan Layanan Unggulan di Usia 70 Tahun Asuransi Astra

Galasibot dan Palti Raja : Menata Masa Depan PPTSB melalui Kepemimpinan, Program, dan Regenerasi (Refleksi Menjelang Mubes XVI PPTSB Tahun 2026)

Menagih Kedaulatan Manusia di Balik Megahnya Anggaran dan Paradoks “Kurikulum Robotik”

Keterbukaan informasi di era digital membawa tantangan baru bagi organisasi kemasyarakatan dan adat. Kemudahan berinteraksi melalui media sosial kerap mengikis batasan etika tradisional. Fenomena ini kini menguji rumah besar Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB).

Aspirasi dan gagasan yang seharusnya memperkuat organisasi justru sering berubah menjadi kegaduhan di ruang publik digital. Lembar perenungan yang ditulis Wilmar Eliaser Simandjorang, Anggota Dewan Pakar PPTSB dari Dolok Pusuk Buhit, memotret riak internal tersebut secara jernih.

Tulisan ini bukan sekadar imbauan biasa. Ini adalah peringatan kritis atas melemahnya marwah organisasi akibat pengabaian tata kelola kepemimpinan. Tesis utamanya jelas: keutuhan PPTSB sangat bergantung pada komitmen pengurus dan anggotanya untuk menghormati mekanisme internal serta menjaga martabat pimpinan.

Pergeseran Fungsi Ruang Digital dan Degradasi Etika

Grup percakapan instan seperti WhatsApp seharusnya menjadi sarana koordinasi yang efisien. Namun, realitas menunjukkan bahwa platform ini sering beralih fungsi menjadi panggung penghakiman publik.

Fenomena perdebatan tanpa kontrol di grup percakapan mencerminkan degradasi tata kelola organisasi modern. Ketika persoalan internal BPH disebar ke ruang percakapan publik, esensi etika kepemimpinan telah terabaikan.

Secara sosiologis, perilaku tersebut merusak tiga pilar utama filsafat hidup masyarakat Batak: Somba marhula-hula, Elek marboru, dan Manat mardongan tubu.

Membuka kekurangan saudara sedarah di ruang publik digital tidak hanya merusak nama baik personal. Tindakan tersebut meruntuhkan kehormatan kolektif yang telah dibangun oleh para pendiri PPTSB selama bertahun-tahun.

Mengembalikan Fungsi BPH dan Mekanisme Musyawarah

Badan Pengurus Harian (BPH) merupakan tiang penyangga utama struktur PPTSB. Tata kelola yang sehat menuntut penyelesaian setiap dinamika organisasi secara berjenjang melalui jalur formal.

Penyehatan organisasi harus dimulai dengan mengembalikan kebiasaan bermusyawarah secara tatap muka. Budaya Runggu atau diskusi mendalam harus tetap menjadi panglima dalam penyelesaian konflik.

Mengirimkan kritikan konstruktif melalui saluran resmi BPH merupakan bentuk kedewasaan berorganisasi. Sebaliknya, melontarkan tuduhan di media sosial hanya akan memperluas polarisasi antaranggota.

Langkah ini penting demi menjaga efektivitas kepemimpinan BPH dalam menjalankan program kerja strategis. Tanpa rasa saling percaya antar pengurus, struktur BPH akan kehilangan kewibawaan operasionalnya.

Refleksi dan Jalan Keluar Bagi Keberlanjutan PPTSB

PPTSB harus mampu berdiri tegak sebagai organisasi yang profesional, berintegritas, dan berbudaya. Transformasi menuju organisasi modern tidak boleh mencabut nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi fondasinya.

Seluruh jajaran pengurus dan anggota perlu melakukan introspeksi secara menyeluruh. Penggunaan platform digital harus diatur melalui panduan etika komunikasi organisasi yang jelas dan tegas.

Penyelesaian konflik internal harus dikembalikan ke meja musyawarah secara tertutup dan bermartabat. Kebijaksanaan dari tanah leluhur Pusuk Buhit harus menjadi pengingat bagi seluruh warga PPTSB.

Menjaga marwah BPH sama artinya dengan merawat rumah besar tempat seluruh marga Sinaga berteduh. Jemari kita di gawai harus digunakan untuk mempererat persaudaraan, bukan memicu perpecahan.
Tags: #EtikaDigital#MargaSinaga#Musyawarah#OrganisasiAdatPPTSB
SendShareTweet
Kembali

Bupati Humbahas Tinjau Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Doloksanggul

Lanjut

Pemko dan DPRD Tetapkan Perubahan Propemperda Kota Medan 2026

Baca Juga

Dari Jantung Medan untuk Indonesia: Menelisik Ketahanan Finansial dan Layanan Unggulan di Usia 70 Tahun Asuransi Astra
Ekonomi

Dari Jantung Medan untuk Indonesia: Menelisik Ketahanan Finansial dan Layanan Unggulan di Usia 70 Tahun Asuransi Astra

24 September 2026
Galasibot dan Palti Raja : Menata Masa Depan PPTSB melalui Kepemimpinan, Program, dan Regenerasi (Refleksi Menjelang Mubes XVI PPTSB Tahun 2026)
Budaya

Galasibot dan Palti Raja : Menata Masa Depan PPTSB melalui Kepemimpinan, Program, dan Regenerasi (Refleksi Menjelang Mubes XVI PPTSB Tahun 2026)

20 September 2026
Menagih Kedaulatan Manusia di Balik Megahnya Anggaran dan Paradoks “Kurikulum Robotik”
Opini

Menagih Kedaulatan Manusia di Balik Megahnya Anggaran dan Paradoks “Kurikulum Robotik”

17 September 2026
Menyalakan Nalar, Merawat Realitas: Meneguhkan Kembali Pilar Perjuangan PMKRI di Kampus dan Masyarakat
Opini

Menyalakan Nalar, Merawat Realitas: Meneguhkan Kembali Pilar Perjuangan PMKRI di Kampus dan Masyarakat

14 September 2026
Opini

10 September 2026
Membedah Dugaan Pidana Korporasi PT Toba Pulp Lestari: Antara Kejahatan Individu dan Korporasi
Hukum

Membedah Dugaan Pidana Korporasi PT Toba Pulp Lestari: Antara Kejahatan Individu dan Korporasi

9 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • 5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungutan Liar di MAN 2 Tanjung Pura Langkat Didorong ke Kejatisu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koperasi Merah Putih di Taput Mandek, Tumonggi: Jangan Jadi Program di Atas Kertas!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Dirusak Sekelompok Orang, Janda di Hamparan Perak Minta Polisi Tangkap Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPD PATRIA Sumut Buka Kembali Ruang Dialog: Dari Kerinduan Kader Menuju Kaderisasi Politik Berbasis Pelayanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Copot Menkeu Purbaya, Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan, Diminta Jaga Kredibilitas APBN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In