• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Agustus 19, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

Demokrasi yang Ditinggalkan: Ketika Politik, Kolusi, Nepotisme, dan Birokrasi Membebani Rakyat

Redaksi Galasibot.co.id
25 Agustus 2025
/ Opini
0 0
0
Demokrasi yang Ditinggalkan: Ketika Politik, Kolusi, Nepotisme, dan Birokrasi Membebani Rakyat
Share on FacebookShare on Twitter

Politik kita hari ini sedang kehilangan jiwanya. Demokrasi yang seharusnya menjadi jalan rakyat untuk menentukan arah masa depan, justru dibajak oleh kepentingan pragmatis dan elitisme yang semakin menebal. Masalah-masalah klasik seperti politik transaksional, kolusi, nepotisme, hingga birokrasi yang rumit dan tidak ramah, tak kunjung diselesaikan. Kini, bertambah satu luka baru: tunjangan dan fasilitas anggota dewan yang dinilai tidak pantas di tengah penderitaan rakyat.

Koalisi partai politik tak lagi bicara visi-misi bangsa, tetapi hanya soal siapa mendapat kursi apa. Rakyat hanya diingat saat kampanye, lalu dilupakan setelah pemilu usai. Kebijakan publik lahir dari kompromi antar-elite, bukan dari kebutuhan nyata masyarakat. Akibatnya, kepercayaan publik terhadap institusi politik kian menurun.

Baca Juga

Menjaga Rumah Besar PPTSB: Ketika Etika Berorganisasi Teruji di Era Digital

Partuturan di Era Digital: Menemukan Kembali Cara Menempatkan Diri

Menjaga Integritas Hukum dan Keamanan Publik di Tengah Dinamika Nasional

Di sisi lain, kolusi masih menjadi ‘hantu’ di balik proyek-proyek pembangunan. Tender yang semestinya adil dan terbuka, sering kali jadi ladang persekongkolan. Pengusaha-penguasa saling memelihara relasi, memperkuat budaya balas budi politik yang merugikan rakyat. Akibatnya, banyak pembangunan yang tak menyentuh prioritas masyarakat.

Nepotisme pun makin terang-terangan. Banyak jabatan strategis diisi bukan oleh yang kompeten, tetapi oleh yang “punya koneksi.” Prinsip meritokrasi dikubur hidup-hidup. Ini menciptakan birokrasi yang rapuh, bekerja lambat, dan tidak profesional.

Birokrasi yang seharusnya melayani justru kerap menyulitkan. Rakyat harus menghadapi prosedur panjang, tumpang tindih aturan, bahkan pungutan liar. Meski digitalisasi digaungkan, sering kali hanya sebatas branding tanpa menyentuh akar persoalan: mentalitas birokrat dan lemahnya pengawasan.

Yang paling menyakitkan adalah ketika rakyat melihat anggota dewan menikmati berbagai tunjangan dan fasilitas mewah. Dari kendaraan dinas, perjalanan luar negeri, hingga dana reses miliaran rupiah. Padahal, kursi-kursi sidang kosong, legislasi stagnan, dan aspirasi rakyat dibiarkan menguap di udara. Kontras ini menciptakan luka sosial yang dalam—saat rakyat di desa masih bergelut dengan jalan rusak dan sekolah reyot, para wakil mereka hidup dalam kenyamanan.

Keluhan masyarakat terhadap dewan bukan soal iri hati, melainkan soal keadilan. Apakah para wakil rakyat benar-benar bekerja untuk rakyat, atau sekadar menikmati keuntungan dari kekuasaan?

Saatnya perubahan nyata. Pemerintah dan parlemen harus berani membuka seluruh alur anggaran, memperkuat penegakan hukum terhadap korupsi politik, mereformasi birokrasi secara mendalam, serta mengembalikan esensi representasi rakyat. Tanpa itu, demokrasi hanya akan jadi panggung sandiwara—dan rakyat, terus menjadi korban.

 

Source: Penulis Fernando Albert Damanik – Pengamat Sosial Politik
Tags: #OpiniPublik#PolitikIndonesia#ReformasiBirokrasi#TunjanganDewan
SendShareTweet
Kembali

Infrastruktur, Penerangan Jalan, dan Penanganan Banjir Jadi Sorotan Utama dalam Laporan Reses DPRD Kota Medan

Lanjut

Desakan Pembubaran DPR dan MPR—Ledakan Emosi Rakyat vs Pilar Demokrasi Konstitusional

Baca Juga

Menjaga Rumah Besar PPTSB: Ketika Etika Berorganisasi Teruji di Era Digital
Opini

Menjaga Rumah Besar PPTSB: Ketika Etika Berorganisasi Teruji di Era Digital

18 Agustus 2026
Partuturan di Era Digital: Menemukan Kembali Cara Menempatkan Diri
Opini

Partuturan di Era Digital: Menemukan Kembali Cara Menempatkan Diri

17 Agustus 2026
Menjaga Integritas Hukum dan Keamanan Publik di Tengah Dinamika Nasional
Opini

Menjaga Integritas Hukum dan Keamanan Publik di Tengah Dinamika Nasional

16 Agustus 2026
Utang Membesar, Dapur MBG Bermasalah: Saat Negara Harus Memilih Prioritas
Opini

Utang Membesar, Dapur MBG Bermasalah: Saat Negara Harus Memilih Prioritas

14 Agustus 2026
Ketika Rakyat Merasa Tersisih di Tanah Airnya Membedah Paradoks Pertumbuhan Ekonomi, Anomali Keadilan Fiskal, dan Melemahnya Daya Beli di Daerah
Opini

Ketika Rakyat Merasa Tersisih di Tanah Airnya Membedah Paradoks Pertumbuhan Ekonomi, Anomali Keadilan Fiskal, dan Melemahnya Daya Beli di Daerah

13 Agustus 2026
Sekolah untuk Membebaskan, Bukan untuk Menjinakkan
Opini

Sekolah untuk Membebaskan, Bukan untuk Menjinakkan

13 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Rumah Warga di Depan SMA Negeri 1 Namorambe Diduga Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Pelaku

    Rumah Warga di Depan SMA Negeri 1 Namorambe Diduga Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukti Otentik Hak Ulayat: Sejarah Enklave Marga Sinaga di Simalungun dan Perjuangan Ruang Hidup Masyarakat Adat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriahkan HUT ke-81 RI, Karang Taruna Desa Pollung Gelar Lomba Antardusun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Caroline Nababan Raih Emas dan Top Score ASMC 2026, The PRINT Apresiasi Prestasi Anak Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Banten Andra Soni Ajak Warga Dukung Felicia br Sihombing di The Icon Indonesia SCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Rakyat Merasa Tersisih di Tanah Airnya Membedah Paradoks Pertumbuhan Ekonomi, Anomali Keadilan Fiskal, dan Melemahnya Daya Beli di Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • THE PRINT Gelar Peluncuran Buku Bilingual Prabowonomics dan Prabowonomics Summit 2026 di JICC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In