• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, September 12, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

Demokrasi yang Ditinggalkan: Ketika Politik, Kolusi, Nepotisme, dan Birokrasi Membebani Rakyat

Redaksi Galasibot.co.id
25 Agustus 2025
/ Opini
0 0
0
Demokrasi yang Ditinggalkan: Ketika Politik, Kolusi, Nepotisme, dan Birokrasi Membebani Rakyat
Share on FacebookShare on Twitter

Politik kita hari ini sedang kehilangan jiwanya. Demokrasi yang seharusnya menjadi jalan rakyat untuk menentukan arah masa depan, justru dibajak oleh kepentingan pragmatis dan elitisme yang semakin menebal. Masalah-masalah klasik seperti politik transaksional, kolusi, nepotisme, hingga birokrasi yang rumit dan tidak ramah, tak kunjung diselesaikan. Kini, bertambah satu luka baru: tunjangan dan fasilitas anggota dewan yang dinilai tidak pantas di tengah penderitaan rakyat.

Koalisi partai politik tak lagi bicara visi-misi bangsa, tetapi hanya soal siapa mendapat kursi apa. Rakyat hanya diingat saat kampanye, lalu dilupakan setelah pemilu usai. Kebijakan publik lahir dari kompromi antar-elite, bukan dari kebutuhan nyata masyarakat. Akibatnya, kepercayaan publik terhadap institusi politik kian menurun.

Baca Juga

Membedah Dugaan Pidana Korporasi PT Toba Pulp Lestari: Antara Kejahatan Individu dan Korporasi

Memiskinkan Kejahatan vs Menjaga Keadilan: Menakar Arah RUU Perampasan Aset

Di sisi lain, kolusi masih menjadi ‘hantu’ di balik proyek-proyek pembangunan. Tender yang semestinya adil dan terbuka, sering kali jadi ladang persekongkolan. Pengusaha-penguasa saling memelihara relasi, memperkuat budaya balas budi politik yang merugikan rakyat. Akibatnya, banyak pembangunan yang tak menyentuh prioritas masyarakat.

Nepotisme pun makin terang-terangan. Banyak jabatan strategis diisi bukan oleh yang kompeten, tetapi oleh yang “punya koneksi.” Prinsip meritokrasi dikubur hidup-hidup. Ini menciptakan birokrasi yang rapuh, bekerja lambat, dan tidak profesional.

Birokrasi yang seharusnya melayani justru kerap menyulitkan. Rakyat harus menghadapi prosedur panjang, tumpang tindih aturan, bahkan pungutan liar. Meski digitalisasi digaungkan, sering kali hanya sebatas branding tanpa menyentuh akar persoalan: mentalitas birokrat dan lemahnya pengawasan.

Yang paling menyakitkan adalah ketika rakyat melihat anggota dewan menikmati berbagai tunjangan dan fasilitas mewah. Dari kendaraan dinas, perjalanan luar negeri, hingga dana reses miliaran rupiah. Padahal, kursi-kursi sidang kosong, legislasi stagnan, dan aspirasi rakyat dibiarkan menguap di udara. Kontras ini menciptakan luka sosial yang dalam—saat rakyat di desa masih bergelut dengan jalan rusak dan sekolah reyot, para wakil mereka hidup dalam kenyamanan.

Keluhan masyarakat terhadap dewan bukan soal iri hati, melainkan soal keadilan. Apakah para wakil rakyat benar-benar bekerja untuk rakyat, atau sekadar menikmati keuntungan dari kekuasaan?

Saatnya perubahan nyata. Pemerintah dan parlemen harus berani membuka seluruh alur anggaran, memperkuat penegakan hukum terhadap korupsi politik, mereformasi birokrasi secara mendalam, serta mengembalikan esensi representasi rakyat. Tanpa itu, demokrasi hanya akan jadi panggung sandiwara—dan rakyat, terus menjadi korban.

 

Source: Penulis Fernando Albert Damanik – Pengamat Sosial Politik
Tags: #OpiniPublik#PolitikIndonesia#ReformasiBirokrasi#TunjanganDewan
SendShareTweet
Kembali

Infrastruktur, Penerangan Jalan, dan Penanganan Banjir Jadi Sorotan Utama dalam Laporan Reses DPRD Kota Medan

Lanjut

Desakan Pembubaran DPR dan MPR—Ledakan Emosi Rakyat vs Pilar Demokrasi Konstitusional

Baca Juga

Opini

10 September 2026
Membedah Dugaan Pidana Korporasi PT Toba Pulp Lestari: Antara Kejahatan Individu dan Korporasi
Hukum

Membedah Dugaan Pidana Korporasi PT Toba Pulp Lestari: Antara Kejahatan Individu dan Korporasi

9 September 2026
Memiskinkan Kejahatan vs Menjaga Keadilan: Menakar Arah RUU Perampasan Aset
Opini

Memiskinkan Kejahatan vs Menjaga Keadilan: Menakar Arah RUU Perampasan Aset

1 September 2026
156 Juta Pengguna Medsos Indonesia: Saatnya Menata Kembali Etika Bermedia Sosial
Opini

156 Juta Pengguna Medsos Indonesia: Saatnya Menata Kembali Etika Bermedia Sosial

29 Agustus 2026
Rekonstruksi Tekstual: Menakar Fakta dan Varian Ungkapan Parhatian Sibola Timbang vs So Ra Monggal
Opini

Rekonstruksi Tekstual: Menakar Fakta dan Varian Ungkapan Parhatian Sibola Timbang vs So Ra Monggal

27 Agustus 2026
Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB
Opini

Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

25 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

    Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriahkan HUT ke-81 RI, Karang Taruna Desa Pollung Gelar Lomba Antardusun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Warisan Kita Hanya Kegaduhan? : Jadilah “Tua-Tua” yang Dicatat Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konsolidasi Marga Sinaga: Sairon Deklarasi Maju Calon Ketum PPTSB 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan dalam Marga: Jangan Biarkan Ambisi Mengalahkan Persaudaraan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eksklusif Wawancara Yohanes Suhardin: Dari Ruang Kuliah Menuju Panggung Advokasi Demi Penegakan Hukum Tanpa Politik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koperasi Merah Putih di Taput Mandek, Tumonggi: Jangan Jadi Program di Atas Kertas!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In