Medan | galasibot.co.id
Hampir dua minggu pasca meninggalnya wartawan Nicolas Saragih (34), pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Baru belum berhasil mengungkap siapa pelaku di balik kematian misterius tersebut. Nico, begitu almarhum biasa disapa, ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada 5 September 2025 lalu, namun hingga kini penyebab pasti kematiannya masih menjadi teka-teki.
Pihak keluarga korban menyampaikan harapan besar agar Polsek Medan Baru segera mengungkap fakta di balik tragedi tersebut. Nataniel Saragih, abang kandung almarhum Nico, mengungkapkan bahwa pihak keluarga bersama penasihat hukum telah membuat laporan resmi ke Polsek Medan Baru pada 11 September 2025.
“Laporan kami sudah teregister dengan nomor LP/B/736/IX/2025/SPKT/POLSEK MEDAN BARU/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA. Kami berharap besar pihak kepolisian, khususnya Polsek Medan Baru, bisa bekerja secara maksimal dan segera mengungkap misteri kematian adik kami,” ujar Nataniel kepada galasibot.co.id pada Senin (15/9/2025) malam.
Menurut Nataniel, meskipun penyidik telah memberikan beberapa keterangan awal beserta bukti, pihak keluarga masih meyakini adanya unsur pembiaran atau bahkan kesengajaan yang menyebabkan Nico kehilangan nyawa.
“Banyak luka-luka di tubuh adik kami yang tidak masuk akal jika disebut hanya karena jatuh di kamar mandi. Kami percaya ada pihak yang harus bertanggung jawab atas kematian ini,” tegasnya.
Keluarga juga meminta dukungan dari para jurnalis dan rekan-rekan almarhum untuk ikut mengawal kasus ini agar prosesnya berjalan transparan dan tidak ditutupi.
“Kami mohon rekan-rekan wartawan dapat terus mengawal dan memberikan perhatian terhadap pengusutan kasus ini, agar kematian Nico tidak menjadi misteri yang dibiarkan begitu saja,” pungkas Nataniel.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Poltak Tambunan, menyampaikan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyelidikan secara intensif.
“Masih intensif kita lakukan penyelidikan ya ” singkat Iptu Poltak saat dikonfirmasi pada Selasa (16/9/2025) siang.
Sebagaimana diketahui, Nico ditemukan dalam kondisi kritis di kamar mandi kosnya di Jalan Pasundan No.13, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan. Ia sempat dilarikan ke Klinik dan kemudian ke RSU Advent, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 11.00 WIB.
Yang menjadi pertanyaan besar adalah kondisi jasad Nico yang ditemukan penuh luka-luka dan lebam di berbagai bagian tubuhnya. Menurut laporan keluarga, luka-luka tersebut antara lain terdapat di pelipis kiri, kening, mata kiri, pergelangan tangan kanan, dagu, kaki kiri, serta pinggang belakang. Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa Nico bukan sekadar tergelincir di kamar mandi.
Laporan polisi yang dibuat Nataniel Saragih mengklasifikasikan kematian adiknya sebagai dugaan tindak pidana pembunuhan, sebagaimana diatur dalam Pasal 338 dan/atau 351 Ayat 3 subsider Pasal 340 KUHP.
Hingga kini, publik dan komunitas jurnalis di Kota Medan terus menanti jawaban dari penyelidikan polisi terkait siapa pelaku dan apa motif di balik kematian tragis Nico Saragih.(*)











