Sibolga | galasibot.co.id
Punguan Silauraja Indonesia (PSI) menyalurkan bantuan sosial kepada 60 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana alam di Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Humbang Hasundutan, Kamis (8/1/2026).
Penyaluran bantuan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Tugas DPP PSI Nomor 001/ST-DPP PSI/I/2026 sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran DPP PSI Nomor 01/SE-BANSOS/DPP PSI/XI/2025 tentang penggalangan donasi bagi korban bencana di wilayah Sumatera Utara.
Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan oleh tim resmi yang ditunjuk DPP PSI dan dipimpin oleh St. Agus Letwing Manik selaku Ketua Bidang Sosial Kemasyarakatan DPP PSI. Tim turut didampingi oleh Abosden Gurning (Ketua DPP PSI Sumatera Utara), Ria Gurning, Ny. St. Agus Letwing Manik, serta Ernita Br. Damanik. Tim bertanggung jawab atas koordinasi lapangan, pendistribusian bantuan, serta penyusunan laporan dan dokumentasi kegiatan.
Sebelum penyerahan bantuan, pengurus Silauraja menggelar kebaktian singkat yang dipimpin oleh St. Agus Letwing Manik. Dalam khotbahnya, ia mengutip ayat Alkitab 1 Korintus 2:9 yang menegaskan bahwa Tuhan telah menyediakan kebaikan bagi mereka yang mengasihi dan berserah kepada-Nya.
Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi adat Manjomput Boras Sipir ni Tondi sebagai simbol penguatan moral dan pemulihan semangat bagi keluarga Silauraja yang terdampak bencana, sebelum bantuan diserahkan secara langsung kepada para penerima.
Setiap keluarga menerima paket sembako dan bantuan tunai. Paket bantuan tersebut terdiri dari beras 10 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kilogram, teh, roti, pakaian layak pakai, serta uang tunai sebesar Rp500.000. Total nilai bantuan yang diterima setiap KK mencapai Rp750.000.
Berdasarkan data pengurus daerah, bantuan disalurkan kepada 20 KK di Kota Sibolga, 27 KK di Kabupaten Tapanuli Tengah, dan 13 KK di Kabupaten Humbang Hasundutan. Penyaluran dilakukan langsung ke rumah-rumah penerima oleh pengurus Silauraja setempat di bawah koordinasi DPD PSI Sumatera Utara.
Dana bantuan dihimpun melalui Dompet Peduli Bencana DPP PSI sejak terjadinya bencana hingga 25 Desember 2025. Seluruh proses pendataan dan penyaluran dilakukan secara berjenjang sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas organisasi.
Melalui kegiatan ini, Punguan Silauraja Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam aksi kemanusiaan serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat yang terdampak bencana alam.(*)











