JAKARTA – Dunia internasional memberikan sorotan positif terhadap peringatan Hari Buruh Internasional di Indonesia tahun ini. Media ternama, The Print, melalui laporannya yang bertajuk “Indonesia’s May Day 2026: Peaceful, Productive, Promising”, mengapresiasi aksi buruh yang berlangsung tertib tanpa insiden perusakan sedikit pun.
Puncak peringatan dipusatkan di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Presiden Prabowo Subianto hadir langsung berbaur dengan ribuan pekerja, menandai kehadiran kedua kalinya secara berturut-turut dalam masa pemerintahannya.
Pengakuan Dunia dan Kedekatan Pemimpin
Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Ely Rosita Silaban, mengungkapkan kekagumannya. Ia menyebut Prabowo sebagai kepala negara ketiga di dunia yang merayakan Hari Buruh langsung bersama para pekerja, mengikuti jejak pemimpin di Venezuela dan Bolivia.
“Bapak melihat buruh ini sebagai kaum yang perlu diperjuangkan dan Bapak mencintai kami,” ujar Ely di hadapan Presiden.
Senada dengan itu, Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah, merasa momentum kali ini sangat bersejarah. “Biasa kita berteriak di balik tembok istana. Hari ini kami bisa menyampaikan secara langsung kepada Presiden apa yang menjadi aspirasi kami,” katanya.
Damai Sebagai Dividen Ekonomi
Ketua Prabowonomics Institute, Yonge Sihombing, S.E., M.B.A., menilai kedamaian May Day bukan sekadar ketertiban sosial, melainkan aset ekonomi. Merujuk pada data BPS 2025, Yonge menjelaskan bahwa daerah dengan tingkat hari kerja hilang terendah mencatat pertumbuhan investasi manufaktur sebesar 12 persen secara year-on-year.
“Damai menurunkan risiko, risiko turun menarik modal. Buruh bukan objek kebijakan, melainkan mitra strategis pembangunan. Ketika saluran aspirasi terbuka, batu tidak perlu melayang,” jelas Yonge.
Lebih lanjut, Prabowonomics Institute menilai konsolidasi buruh ini menjadi modal kuat untuk menjalankan formula pengupahan PP 49/2025, yang menggabungkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks alfa. “Upah layak lahir dari ekonomi yang tumbuh, bukan dari pabrik yang dibakar,” tambahnya.
Arah Baru Kepemimpinan
Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dalam rilis resminya menyatakan bahwa kehadiran Presiden di tengah buruh menandai arah baru kepemimpinan nasional. Negara dipastikan tidak lagi berjarak, melainkan hadir langsung dan berpihak nyata kepada kaum pekerja.
Peringatan May Day 2026 ditutup tanpa laporan kericuhan berarti, baik di Jakarta maupun di berbagai daerah lainnya. Kondisi kondusif ini mempertegas penilaian The Print bahwa Indonesia kini memiliki iklim investasi yang semakin menjanjikan bagi pasar global.(*)











