MEDAN I galasibot.co.id– Keberangkatan Jemaah Haji Kloter 1 Sumut menandai dimulainya perjalanan spiritual umat Muslim dari Sumatera Utara menuju Tanah Suci Mekah tahun 1447 H/2026 M. Sebanyak 360 jemaah secara resmi dilepas dari Aula King Abdul Aziz, Asrama Haji Medan, pada Selasa malam (21/4/2026).
Menariknya, komposisi Jemaah Haji Kloter 1 Sumut kali ini didominasi oleh warga asal Kota Binjai. Data mencatat sebanyak 233 orang dari total jemaah dalam kloter perdana ini merupakan jemaah yang berasal dari kota berjuluk Kota Rambutan tersebut.
Pesan Penting Sekdako Binjai untuk Jemaah
Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos. MM., hadir langsung untuk melepas warganya yang berangkat lebih awal. Dalam arahannya, Chairin menekankan pentingnya menjaga stamina fisik mengingat ibadah haji merupakan ibadah yang mengandalkan kekuatan fisik.
“Kami berharap bapak dan ibu sekalian senantiasa menjaga kesehatan dan kekompakan selama di Tanah Suci,” ujar Chairin di hadapan para jemaah. Selain itu, ia juga meminta para tamu Allah tersebut untuk saling membantu antarsesama jemaah agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Kloter 1 Sebagai Wajah Sumatera Utara
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, memberikan penekanan khusus pada perilaku dan etika jemaah. Menurutnya, sebagai kelompok terbang pertama yang menginjakkan kaki di Arab Saudi, mereka membawa nama baik daerah.
“Kloter 1 itu wajah Sumut. Apa yang bapak dan ibu lakukan di sana akan menjadi cerminan wajah masyarakat kita secara keseluruhan. Tetap santun, disiplin, dan jaga kebersamaan,” tegas Sulaiman. Ia mengingatkan bahwa perilaku yang baik akan memberikan citra positif bagi jemaah haji asal Indonesia, khususnya Sumatera Utara.
Fokus Pelayanan Maksimal dari Petugas
Di sisi lain, kondisi iklim di Tanah Suci yang jauh berbeda dengan tanah air menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. Sulaiman menginstruksikan kepada seluruh petugas haji yang mendampingi agar memberikan pelayanan ekstra, terutama dalam aspek pengawasan kesehatan.
Lebih lanjut, koordinasi antarpetugas harus berjalan cepat jika ditemukan jemaah yang mengalami kelelahan atau dehidrasi. Petugas dituntut sigap melayani tanpa membedakan status, demi memastikan keselamatan seluruh Jemaah Haji Kloter 1 Sumut hingga kembali ke tanah air nanti.
Namun, tantangan suhu yang ekstrem di Arab Saudi tidak menyurutkan semangat para jemaah. Suasana haru dan penuh doa menyelimuti pelepasan tersebut saat bus yang membawa rombongan mulai bergerak meninggalkan Asrama Haji Medan menuju Bandara Internasional Kualanamu.
Sebagai penutup, perjalanan panjang menuju Mekah ini diharapkan menjadi pembuka jalan yang berkah bagi kloter-kloter selanjutnya. Keberhasilan keberangkatan Jemaah Haji Kloter 1 Sumut ini menjadi indikator kesiapan panitia penyelenggara ibadah haji Sumatera Utara dalam melayani ribuan jemaah lainnya pada musim haji tahun 2026 ini.(*)











