JAKARTA | galasibot.co.id — Prabowonomics Institute (The Print) menyampaikan optimisme tinggi terhadap kepemimpinan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. Lembaga ini meyakini mantan KSAD tersebut mampu memperkuat peran Kantor Staf Presiden (KSP) dalam mengawal keberhasilan program strategis nasional, khususnya Asta Cita dan gagasan besar Prabowonomics.
Ketua Prabowonomics Institute, Yonge Sihombing, memberikan apresiasi mendalam atas komitmen yang ditunjukkan Dudung pasca dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).
“Komitmen Kepala KSP untuk membuka layanan laporan 24 jam bagi masyarakat, melakukan evaluasi ketat terhadap kementerian/lembaga, serta memangkas birokrasi yang menghambat adalah langkah yang sangat tepat dan berani,” ujar Yonge dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2026).
Jenderal Dudung sebelumnya menegaskan bahwa KSP akan menjadi garda terdepan guna memastikan tidak ada program prioritas Presiden yang mandek di lapangan. Yonge menilai, latar belakang militer dan pengalaman teritorial Dudung merupakan aset krusial untuk menjadikan KSP sebagai task force lintas sektor yang responsif.
“Disiplin komando dan kecepatan eksekusi sangat dibutuhkan saat ini. KSP tidak boleh sekadar menerima laporan administratif, tetapi harus berani melakukan intervensi langsung jika program Presiden tersendat,” tambah Yonge.
Lebih lanjut, Yonge menekankan pentingnya sinkronisasi antara pusat dan 552 Pemerintah Daerah (Pemda). Menurutnya, program-program besar seperti Makan Bergizi Gratis, swasembada pangan, hingga hilirisasi industri hanya akan berhasil jika Pemda seirama dengan kebijakan Jakarta. Dalam hal ini, KSP diharapkan menjadi jembatan sekaligus pengawas agar seluruh lapisan pemerintahan tegak lurus dengan agenda Presiden.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Prabowonomics Institute telah menyiapkan dokumen teknis untuk membantu KSP memonitor dan mengevaluasi kinerja lebih dari 650 instansi pemerintah, mulai dari kementerian teknis, lembaga setingkat kementerian, hingga pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
“Di bawah kepemimpinan Jenderal Dudung, KSP harus menjadi panglima lapangan yang memastikan Asta Cita bukan sekadar visi di atas kertas, melainkan kenyataan yang dirasakan rakyat menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Yonge.(*)











