KABANJAHE | galasibot.co.id – Pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karo belakangan ini membawa tantangan baru bagi stabilitas keamanan. Di tengah kegelapan yang menyelimuti pemukiman warga, potensi terjadinya tindak kriminalitas, aksi balap liar, hingga tawuran remaja otomatis meningkat. Merespons kerawanan tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Karo tidak tinggal diam.
Pada Sabtu malam (23/5/2026) hingga Minggu dini hari (24/5/2026), Polres Karo menginisiasi pergerakan masif melalui Patroli Gabungan Skala Besar. Langkah taktis ini diambil sebagai komitmen nyata untuk memastikan bahwa padamnya aliran listrik tidak menjadi celah bagi para pelaku kejahatan untuk beraksi.
Sinergi Lintas Sektoral di Bawah Komando Kapolres
Geliat kesiapsiagaan itu dimulai tepat pukul 23.00 WIB. Halaman Mapolres Karo yang biasanya lengang di larut malam, mendadak dipenuhi oleh ratusan personel berpakaian dinas lengkap. Di bawah sorot lampu hazard kendaraan taktis, Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho memimpin langsung apel kesiapan.
Patroli ini bukan sekadar rutinitas. Ini adalah operasi terintegrasi (show of force) yang melibatkan kekuatan lintas fungsi:
-
Polres Karo: Sat Samapta, Sat Pam Obvit, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Narkoba, hingga personel gabungan staf.
-
TNI: Korps militer dari Kodim 0205/Tanah Karo.
-
Pemerintah Daerah: Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karo.
“Patroli skala besar ini kita laksanakan untuk mengetahui situasi yang berkembang di lapangan, terlebih saat ini terdapat pemadaman listrik secara bergilir di sejumlah wilayah. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk upaya preventif untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, termasuk aksi balap liar, tawuran maupun tindak kejahatan jalanan lainnya,” tegas AKBP Pebriandi Haloho saat membakar semangat anggotanya.
Memecah Kegelapan: Strategi Dua Tim Penjelajah
Tepat pukul 23.25 WIB, sirene kendaraan mulai meraung memecah keheningan malam. Konvoi kendaraan operasional—mulai dari Patwal Satlantas, truk Dalmas, hingga armada Satpol PP—bergerak keluar dari gerbang Mapolres Karo.
Untuk efisiensi dan cakupan wilayah yang maksimal, Kapolres membagi kekuatan menjadi dua tim strategis. Kedua tim ini menyisir area-area yang dinilai rawan dan menjadi pusat aktivitas masyarakat, meliputi:
-
Koridor Wisata dan Transportasi: Kawasan Berastagi dan Kecamatan Simpang Empat.
-
Penyangga Kota: Barusjahe dan Tigapanah.
-
Pusat Episentrum: Kawasan urban Kota Kabanjahe.
Tidak hanya di tingkat kabupaten, strategi pengamanan ini juga mengakar hingga ke pelosok desa. Melalui skema Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), seluruh Polsek jajaran Polres Karo bergerak serentak menggandeng unsur Forkopimca (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) setempat.
Mengedepankan Pendekatan Humanis
Meski bertajuk patroli skala besar dengan armada yang masif, AKBP Pebriandi Haloho mewanti-wanti anggotanya agar tidak bersikap represif tanpa alasan. Pendekatan humanis tetap menjadi roh dalam operasi ini. Polisi hadir bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memberikan rasa tenang.
“Kita ingin masyarakat merasakan kehadiran negara melalui aparat keamanan. Laksanakan patroli dengan mengedepankan sikap humanis, sehingga masyarakat merasa aman, nyaman, dan terlindungi,” tambah Kapolres.
Interaksi dialogis dengan warga yang masih terjaga di pos ronda maupun pemilik warung yang terpaksa beraktivitas menggunakan penerangan alternatif menjadi warna tersendiri dalam patroli malam itu. Petugas memberikan imbauan agar warga tetap waspada terhadap potensi pencurian di saat rumah dalam kondisi gelap.
Hasil Operasi: Karo Tetap Kondusif
Hingga jangkar patroli ditarik pada pukul 01.15 WIB, kerja keras menyisir pekatnya malam membuahkan hasil positif. Berdasarkan laporan rekapitulasi di lapangan, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda aksi tawuran, genk motor, maupun balap liar yang kerap meresahkan di akhir pekan.
Secara umum, situasi di wilayah hukum Polres Karo dilaporkan aman, tertib, dan terkendali.
Langkah proaktif melalui patroli gabungan ini menjadi bukti nyata bahwa Polres Karo bersama instansi terkait siap pasang badan. Pemadaman listrik boleh saja menghentikan aliran energi, namun mereka memastikan roda keamanan dan kenyamanan hidup masyarakat Karo tidak akan ikut padam.(*)







