• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

Reformasi Parkir Medan: Menutup Kebocoran PAD dan Mewujudkan Smart City yang Berkeadilan

Redaksi Galasibot.co.id
31 Mei 2026
/ Opini
0 0
0
Reformasi Parkir Medan: Menutup Kebocoran PAD dan Mewujudkan Smart City yang Berkeadilan

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas saat mengumumkan penurunan tarif parkir, Rabu (25/2/2026).(Foto galasibot.co.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Reformasi Parkir Medan: Menutup Kebocoran PAD dan Mewujudkan Smart City yang Berkeadilan

Kebijakan perparkiran di Kota Medan kini memasuki fase yang menentukan. Langkah Pemerintah Kota Medan mendorong digitalisasi melalui sistem parkir elektronik (e-parking) bukan sekadar memindahkan transaksi dari tunai ke nontunai. Kebijakan ini menguji komitmen pemerintah terhadap reformasi birokrasi, penegakan hukum, dan transparansi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga

Darurat “Vape Getar” dan Lingkaran Setan Narkotika: Menakar Ancaman Nyata Demografi Sumatera Utara

Jebakan Formalisme Hukum: Menakar Batas Substansi dan Kewenangan dalam Putusan MK Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026

Di Balik Putusan MK Ijazah Gibran: Membaca Masa Depan Penegakan Hukum dan Demokrasi Indonesi

Sebagai kota metropolitan dengan penduduk sekitar 2,4 juta jiwa, Medan menghadapi mobilitas yang semakin kompleks. Wilayah seluas 28.200 hektare yang terbagi dalam 21 kecamatan menuntut tata kelola transportasi yang modern dan efisien. Karena itu, parkir tidak lagi menjadi persoalan teknis semata. Sektor ini telah menjadi indikator kualitas pelayanan publik dan kemampuan pemerintah mengelola pendapatan daerah secara akuntabel.

Pemerintah Kota Medan sebenarnya memiliki modal yang kuat. Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang masuk kategori sangat tinggi menunjukkan kesiapan infrastruktur digital daerah. Berbagai penghargaan di bidang transformasi layanan publik juga memperlihatkan keseriusan pemerintah membangun ekosistem smart city.

Namun, keberhasilan digitalisasi tidak dapat diukur dari banyaknya aplikasi atau penggunaan QRIS. Ukuran yang lebih penting adalah kemampuan sistem tersebut menutup kebocoran pendapatan dan menghentikan praktik pungutan liar. Jika pungli masih terjadi, maka transformasi pelayanan publik belum menyentuh akar persoalan. Teknologi hanya menjadi lapisan baru yang menutupi masalah lama.

Di sinilah pilar Smart Economy dan Smart Environment diuji. Reformasi perparkiran tidak hanya berkaitan dengan peningkatan PAD. Kebijakan ini juga berhubungan dengan kelancaran lalu lintas, pengurangan kemacetan, efisiensi mobilitas, dan pengendalian emisi kendaraan. Karena itu, keberhasilan parkir digital harus memberi manfaat ekonomi sekaligus manfaat lingkungan.

Transparansi PAD Masih Menjadi Pekerjaan Rumah

Data historis menunjukkan bahwa sektor retribusi parkir tepi jalan umum masih menghadapi banyak tantangan. Pemerintah telah menerapkan e-parking dan pembayaran digital di sejumlah titik. Namun, realisasi penerimaan retribusi parkir belum pernah mencapai target secara penuh.

Dalam beberapa tahun terakhir, capaian retribusi parkir hanya berada pada kisaran 58,72 persen hingga 92,85 persen dari target. Angka itu memang menunjukkan perbaikan. Namun, data tersebut juga mengindikasikan bahwa kebocoran dan inefisiensi masih terjadi.

Kondisi ini semakin menarik perhatian karena kontribusi retribusi parkir terhadap total PAD Kota Medan masih sangat kecil. Secara historis, kontribusinya hanya berkisar antara 0,51 persen hingga 1,09 persen. Angka itu memunculkan pertanyaan penting. Apakah potensi sektor parkir memang terbatas, atau masih terdapat kebocoran yang belum berhasil ditutup?

Karena itu, pemerintah tidak boleh memandang persoalan parkir hanya dari sisi tarif. Penyesuaian tarif menjadi Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp4.000 untuk mobil patut diapresiasi. Kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat. Namun, tarif yang lebih rendah tidak akan meningkatkan PAD jika parkir liar, pungli, dan lemahnya pengawasan masih berlangsung.

Dari Penindakan ke Reformasi Sistemik

Kita mengapresiasi langkah Tim Saber Pungli, Inspektorat Daerah, dan Dinas Perhubungan yang semakin aktif melakukan pengawasan. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan pemerintah menertibkan praktik yang merugikan masyarakat dan daerah.

Meski demikian, operasi penertiban tidak cukup untuk menyelesaikan masalah. Pemerintah Kota Medan harus mengubah pendekatan dari penindakan sesaat menuju reformasi sistemik yang berbasis data.

Setiap ruas jalan yang menjadi objek retribusi harus masuk dalam peta digital yang terintegrasi. Pemerintah juga perlu menghubungkan data tersebut dengan sistem pengawasan elektronik dan mekanisme SAKIP. Dengan cara itu, pemerintah dapat mengukur potensi pendapatan secara objektif dan mempersempit ruang kebocoran.

Langkah inilah yang akan membedakan digitalisasi administratif dari transformasi tata kelola yang sesungguhnya.

Juru Parkir Bukan Musuh Digitalisasi

Reformasi perparkiran juga harus memperhatikan aspek keadilan sosial. Ribuan juru parkir yang selama ini bekerja di lapangan tidak boleh menjadi korban perubahan sistem.

Pemerintah perlu mengintegrasikan mereka ke dalam ekosistem parkir digital. Mereka harus memperoleh pelatihan, identitas resmi, perlindungan kerja, dan penghasilan yang layak. Langkah ini akan memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Digitalisasi yang berkeadilan tidak hanya menutup celah pungli. Digitalisasi juga harus menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik bagi para pekerja di sektor perparkiran. Dengan demikian, transformasi berjalan tanpa meninggalkan kelompok yang selama ini bergantung pada sektor tersebut.

Warisan Tata Kelola untuk Masa Depan Medan

Masyarakat Medan kini semakin kritis. Mereka menuntut transparansi atas setiap rupiah yang dibayarkan di jalanan kota. Karena itu, transparansi PAD bukan lagi pilihan. Transparansi telah menjadi kewajiban pemerintah.

Pemerintah Kota Medan perlu memperkuat koordinasi antarperangkat daerah. Pemerintah juga harus mengurangi ego sektoral dan memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum. Reformasi perparkiran harus menjadi bagian dari agenda besar pembangunan tata kelola pemerintahan yang bersih dan modern.

Pada akhirnya, keberhasilan modernisasi parkir tidak hanya terlihat dari kenaikan PAD atau bertambahnya transaksi digital. Keberhasilan itu tercermin dari meningkatnya kepercayaan publik, berkurangnya pungli, dan membaiknya kesejahteraan petugas parkir. Keberhasilan juga terlihat dari hadirnya pelayanan yang adil bagi seluruh warga kota.

Jika reformasi ini berhasil, Medan tidak hanya memperoleh tambahan pendapatan daerah. Kota ini juga akan mewariskan model tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan publik.

Sebab setiap rupiah yang berhasil diselamatkan dari kebocoran pada akhirnya akan kembali kepada masyarakat. Dana tersebut dapat menjadi jalan menuju pelayanan publik yang lebih baik, pembangunan yang lebih merata, dan kesejahteraan yang lebih luas bagi bangsa.(*)

Source: Penulis :Redaksi
Tags: #DigitalisasiParkir#PerparkiranMedan#SmartCityMedan#TajukGalasibot#TransparansiPAD
SendShareTweet
Kembali

Benteng Karakter Menuju Indonesia Emas 2045: Rico Waas Buka Jambore Cabang Kota Medan 2026 dan Ajak Pramuka Perangi Narkoba serta Judol

Lanjut

Sinergi PWI Sumut dan Kejatisu: Menguji Integritas dan Mencetak Wartawan Profesional di UKW Angkatan 76 di Medan

Baca Juga

Darurat “Vape Getar” dan Lingkaran Setan Narkotika: Menakar Ancaman Nyata Demografi Sumatera Utara
News

Darurat “Vape Getar” dan Lingkaran Setan Narkotika: Menakar Ancaman Nyata Demografi Sumatera Utara

11 Oktober 2026
Jebakan Formalisme Hukum: Menakar Batas Substansi dan Kewenangan dalam Putusan MK Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026
Opini

Jebakan Formalisme Hukum: Menakar Batas Substansi dan Kewenangan dalam Putusan MK Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026

10 Oktober 2026
Di Balik Putusan MK Ijazah Gibran: Membaca Masa Depan Penegakan Hukum dan Demokrasi Indonesi
Hukum

Di Balik Putusan MK Ijazah Gibran: Membaca Masa Depan Penegakan Hukum dan Demokrasi Indonesi

7 Oktober 2026
Dari Jantung Medan untuk Indonesia: Menelisik Ketahanan Finansial dan Layanan Unggulan di Usia 70 Tahun Asuransi Astra
Ekonomi

Dari Jantung Medan untuk Indonesia: Menelisik Ketahanan Finansial dan Layanan Unggulan di Usia 70 Tahun Asuransi Astra

24 September 2026
Galasibot dan Palti Raja : Menata Masa Depan PPTSB melalui Kepemimpinan, Program, dan Regenerasi (Refleksi Menjelang Mubes XVI PPTSB Tahun 2026)
Budaya

Galasibot dan Palti Raja : Menata Masa Depan PPTSB melalui Kepemimpinan, Program, dan Regenerasi (Refleksi Menjelang Mubes XVI PPTSB Tahun 2026)

20 September 2026
Menagih Kedaulatan Manusia di Balik Megahnya Anggaran dan Paradoks “Kurikulum Robotik”
Opini

Menagih Kedaulatan Manusia di Balik Megahnya Anggaran dan Paradoks “Kurikulum Robotik”

17 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Menanti Dua Dekade Air Bersih: Asa Baru Warga Griya Kencana Usai Disinggahi Walikota Medan Rico Waas

    Menanti Dua Dekade Air Bersih: Asa Baru Warga Griya Kencana Usai Disinggahi Walikota Medan Rico Waas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungutan Liar di MAN 2 Tanjung Pura Langkat Didorong ke Kejatisu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga  Desak Transparansi Kompensasi dan Legalitas Proyek Perumahan, Antonius Tumanggor Minta Pemko Medan Turun Tangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Dirusak Sekelompok Orang, Janda di Hamparan Perak Minta Polisi Tangkap Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengurai Teror Bom Molotov di Namorambe: Polisi Naikkan Status Penyelidikan dan Ancam Jemput Paksa Saksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPD PATRIA Sumut Buka Kembali Ruang Dialog: Dari Kerinduan Kader Menuju Kaderisasi Politik Berbasis Pelayanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In