• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

Dugaan Mega Korupsi BGN: Saat Program Makan Bergizi Terjebak dalam Politik Relasi

Redaksi Galasibot.co.id
5 Juli 2026
/ Opini
0 0
0
Dugaan Mega Korupsi BGN: Saat Program Makan Bergizi Terjebak dalam Politik Relasi

Foto : Illustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Korupsi tidak pernah lahir dalam ruang hampa. Ia tumbuh ketika sistem kehilangan keberanian menempatkan hukum di atas hubungan personal. Ia berkembang ketika kedekatan dengan kekuasaan lebih menentukan daripada kompetensi, integritas, dan aturan. Pada titik itulah korupsi berubah dari sekadar kejahatan individu menjadi budaya yang dipelihara bersama.

Dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi pengingat bahwa program yang dirancang untuk tujuan mulia sekalipun tidak kebal terhadap penyimpangan. Ketika aparat penegak hukum menetapkan sejumlah pejabat sebagai tersangka, perhatian publik tidak hanya tertuju pada besarnya potensi kerugian negara, tetapi juga pada bagaimana tata kelola yang lemah dapat membuka ruang penyalahgunaan kewenangan.

Baca Juga

Menjaga Rumah Besar PPTSB: Ketika Etika Berorganisasi Teruji di Era Digital

Partuturan di Era Digital: Menemukan Kembali Cara Menempatkan Diri

Menjaga Integritas Hukum dan Keamanan Publik di Tengah Dinamika Nasional

Lebih mengkhawatirkan lagi apabila sebuah program strategis nasional justru dibayangi dugaan konflik kepentingan, lemahnya pengawasan, minimnya transparansi, serta tata kelola pengadaan yang tidak berjalan sesuai prinsip akuntabilitas. Jika benar demikian, maka persoalannya jauh melampaui individu yang terlibat. Persoalannya menyentuh desain sistem yang memungkinkan penyimpangan terjadi.

Di banyak negara dengan tata kelola pemerintahan yang kuat, setiap keputusan publik selalu diuji melalui satu pertanyaan sederhana: apakah keputusan itu sesuai dengan prinsip hukum dan kepentingan publik? Hubungan pribadi tidak boleh mengalahkan aturan. Jabatan tidak boleh menjadi tameng. Kekuasaan tidak boleh menjadi alat perlindungan.

Namun dalam praktik yang sering dikritik di Indonesia, pertanyaan yang muncul justru berbeda. Bukan lagi “apa aturannya”, melainkan “siapa orangnya”. Bukan lagi “apakah prosedurnya benar”, melainkan “siapa yang membackup”. Budaya inilah yang secara perlahan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Ketika relasi menjadi mata uang utama, integritas kehilangan harga. Kedekatan dengan elite lebih bernilai daripada rekam jejak profesional. Loyalitas kepada kelompok lebih dihargai daripada kesetiaan kepada konstitusi. Dalam situasi seperti itu, korupsi tidak lagi dipandang sebagai pelanggaran serius, melainkan dianggap sebagai risiko yang dapat dikelola selama jaringan kekuasaan masih mampu memberikan perlindungan.

Di sinilah letak bahaya sesungguhnya.

Korupsi bukan semata persoalan uang negara yang hilang. Korupsi merusak fondasi kepercayaan publik. Ia menciptakan ketidakadilan bagi masyarakat yang mematuhi aturan, sekaligus memberikan keuntungan kepada mereka yang memiliki akses terhadap lingkaran kekuasaan.

Karena itu, penanganan dugaan korupsi dalam tata kelola MBG harus menjadi momentum memperbaiki sistem, bukan sekadar menghukum individu. Penegakan hukum harus berjalan independen, transparan, dan berbasis alat bukti. Pada saat yang sama, pemerintah perlu memastikan evaluasi tata kelola dilakukan secara menyeluruh agar tujuan program tetap tercapai dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Perlu ditegaskan pula bahwa setiap orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tetap memiliki hak atas proses hukum yang adil dan asas praduga tak bersalah hingga terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Bangsa ini membutuhkan lebih dari sekadar operasi tangkap tangan atau penetapan tersangka. Indonesia membutuhkan perubahan cara berpikir.

Selama pertanyaan “siapa yang membackup” lebih penting daripada “apa yang benar”, maka korupsi akan selalu menemukan tempat untuk bertahan.

Negara hukum hanya akan berdiri kokoh apabila prinsip ditempatkan di atas relasi, integritas berada di atas loyalitas sempit, dan kepentingan rakyat menjadi ukuran tertinggi dalam setiap kebijakan publik.

Korupsi tidak akan selesai hanya dengan menghukum pelaku. Korupsi baru benar-benar melemah ketika budaya yang memeliharanya ikut dihentikan.(*)

 

 

 

Source: redaksi
Tags: #BadanGiziNasional#IntegritasPublik#KorupsiMBG#SupremasiHukum#TataKelolaPemerintahan
SendShareTweet
Kembali

Rico Waas Jadikan Program Mata Deli Percontohan, CCTV Swadaya Perkuat Keamanan Lingkungan Kota Medan

Lanjut

Aktivitas Mesin Permainan di Lion Square Batam Disorot, Aparat Diminta Segera Selidiki Legalitas Operasional

Baca Juga

Menjaga Rumah Besar PPTSB: Ketika Etika Berorganisasi Teruji di Era Digital
Opini

Menjaga Rumah Besar PPTSB: Ketika Etika Berorganisasi Teruji di Era Digital

18 Agustus 2026
Partuturan di Era Digital: Menemukan Kembali Cara Menempatkan Diri
Opini

Partuturan di Era Digital: Menemukan Kembali Cara Menempatkan Diri

17 Agustus 2026
Menjaga Integritas Hukum dan Keamanan Publik di Tengah Dinamika Nasional
Opini

Menjaga Integritas Hukum dan Keamanan Publik di Tengah Dinamika Nasional

16 Agustus 2026
Utang Membesar, Dapur MBG Bermasalah: Saat Negara Harus Memilih Prioritas
Opini

Utang Membesar, Dapur MBG Bermasalah: Saat Negara Harus Memilih Prioritas

14 Agustus 2026
Ketika Rakyat Merasa Tersisih di Tanah Airnya Membedah Paradoks Pertumbuhan Ekonomi, Anomali Keadilan Fiskal, dan Melemahnya Daya Beli di Daerah
Opini

Ketika Rakyat Merasa Tersisih di Tanah Airnya Membedah Paradoks Pertumbuhan Ekonomi, Anomali Keadilan Fiskal, dan Melemahnya Daya Beli di Daerah

13 Agustus 2026
Sekolah untuk Membebaskan, Bukan untuk Menjinakkan
Opini

Sekolah untuk Membebaskan, Bukan untuk Menjinakkan

13 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Rumah Warga di Depan SMA Negeri 1 Namorambe Diduga Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Pelaku

    Rumah Warga di Depan SMA Negeri 1 Namorambe Diduga Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukti Otentik Hak Ulayat: Sejarah Enklave Marga Sinaga di Simalungun dan Perjuangan Ruang Hidup Masyarakat Adat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriahkan HUT ke-81 RI, Karang Taruna Desa Pollung Gelar Lomba Antardusun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Caroline Nababan Raih Emas dan Top Score ASMC 2026, The PRINT Apresiasi Prestasi Anak Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Rakyat Merasa Tersisih di Tanah Airnya Membedah Paradoks Pertumbuhan Ekonomi, Anomali Keadilan Fiskal, dan Melemahnya Daya Beli di Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Banten Andra Soni Ajak Warga Dukung Felicia br Sihombing di The Icon Indonesia SCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • THE PRINT Gelar Peluncuran Buku Bilingual Prabowonomics dan Prabowonomics Summit 2026 di JICC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In