MEDAN | galasibot.co.id — Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan visitasi Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 ke Kota Medan pada Jumat, 4 September 2026. Rombongan yang dipimpin Ketua KI Sumut Dr. Abdul Harris Nasution meninjau langsung inovasi pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan.
Kunjungan lapangan ini merupakan lanjutan dari tahapan pengisian kuesioner mandiri dan presentasi daring. Tim penilai ingin memastikan standar keterbukaan informasi benar-benar diterapkan dalam pelayanan langsung kepada masyarakat.
Tinjau Layanan Adminduk dan Kelompok Rentan
Di kantor Disdukcapil Kota Medan, tim memantau berbagai layanan administrasi kependudukan secara mendalam. Layanan tersebut mencakup pembuatan KTP-el, Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak, akta kelahiran dan kematian, hingga aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Selain itu, tim memeriksa fasilitas khusus bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Disdukcapil terus memaksimalkan pelayanan melalui metode jemput bola, layanan akhir pekan, serta aplikasi daring SIBISA.
Kepala Disdukcapil Kota Medan, Baginda P. Siregar, menyatakan bahwa keterbukaan informasi merupakan wujud kewajiban instansinya. Layanan yang transparan dan inklusif harus diberikan kepada seluruh warga kota.
Pamerkan Inovasi Pajak Daerah Berbasis Digital
Usai dari Disdukcapil, rombongan melanjutkan kunjungan ke kantor Bapenda Kota Medan. Kepala Bapenda M. Agha Novrian memaparkan dua inovasi unggulan, yakni aplikasi Smartax dan sistem QRESTO.
Smartax mempermudah wajib pajak dalam mendaftar, melaporkan, serta membayar pajak secara daring. Sementara itu, QRESTO mengintegrasikan pembayaran restoran dan kafe berbasis QRIS agar langsung masuk ke kas daerah pada hari yang sama.
Ketua KI Sumut Abdul Harris Nasution mengapresiasi langkah integrasi tersebut. Menurutnya, inovasi digital yang diterapkan membuktikan bahwa keterbukaan informasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan, Arrahmaan Pane, turut mendampingi jalannya visitasi tersebut. Ia menegaskan bahwa transparansi publik menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.(*)
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










