MEDAN I galasibot.co.id — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Nasution berkolaborasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman guna menyediakan hunian layak bagi masyarakat. Kerja sama strategis ini dibahas dalam pertemuan resmi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Jumat (18/9/2026).
Program tersebut difokuskan pada penataan kawasan, penyediaan hunian tetap pascabencana, serta pemenuhan kebutuhan rumah warga Sumut. Pada tahun 2026, Kementerian PKP menyiapkan delapan program utama untuk wilayah ini.
Delapan Program Utama Perumahan
Delapan program tersebut mencakup bedah rumah, rumah susun, penanganan kawasan kumuh, sanitasi, serta prasarana, sarana dan utilitas umum. Selain itu, pemerintah juga menjalankan program hunian tetap pascabencana, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, dan Kredit Program Perumahan.
Gubernur Bobby Nasution berharap seluruh program tersebut dapat terealisasi sepenuhnya di Sumut. Ia menilai kebutuhan hunian dan penataan kawasan mendesak untuk segera diselesaikan.
“Banyak tantangan tentunya dalam menyediakan hunian dan penataan kawasan, kita perlu komunikasi dan sinergi yang kuat,” ujar Bobby.
Anggaran Rp1,5 Triliun dan Sinergi Pengembang
Staf Ahli Bidang Pertanahan dan Tata Ruang Kementerian PKP, Teddy Paul H. Siagian, menyatakan pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 triliun. Anggaran ini ditujukan untuk merealisasikan seluruh program perumahan di Sumatera Utara.
“Harapan kita bersama program-program di tahun 2026 ini bisa kita lakukan bersama-sama, tujuan utamanya adalah penataan kawasan dan juga memenuhi supply and demand hunian,” kata Teddy.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran Pemprov Sumut, perwakilan Bank Sumut, serta asosiasi pengembang seperti Apersi dan REI Sumut. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat penyediaan perumahan bagi masyarakat luas.(*)
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










