
Sidikalang I galasibot.co.id
Air terjun Lae Pendaroh, yang terletak Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi dan berdekatan dengan tempat wisata Taman Wisata Iman Sitinjo. Ternyata memiliki kisah inspiratif di balik keindahannya. Konon, keelokan alam yang memukau dari Air Terjun Lae Pendaroh telah mengilhami Liberty Manik, seorang musisi Sumatera Utara, untuk menciptakan lagu yang melegenda, “Desaku yang Kucinta”.
Liberty Manik, seorang penyanyi dan pencipta lagu asal Sumatera Utara, telah menginspirasi banyak orang dengan karya-karyanya yang penuh makna dan keindahan. Salah satu lagu ciptaannya yang paling terkenal adalah “Desaku yang Kucinta”, yang menjadi salah satu lagu kebangsaan di Sumatera Utara.
Menurut cerita Liberty Manik mendapat inspirasi untuk menciptakan lagu “Desaku yang Kucinta” setelah mengunjungi Air Terjun Lae Pendaroh di Kabupaten Dairi. Keindahan alam yang memukau, gemuruh air terjun yang mengalir deras, dan hijaunya pepohonan di sekitar air terjun menggerakkan hati Liberty untuk mencurahkan perasaannya dalam sebuah lagu.
Dalam lagu “Desaku yang Kucinta”, Liberty Manik mengekspresikan cinta dan kebanggaannya terhadap desanya yang indah dan damai. Lirik lagu ini menggambarkan keindahan alam, kehangatan masyarakat, dan kedamaian yang ditemukan di desa halaman. Melalui melodi yang merdu dan lirik yang menyentuh hati, lagu ini berhasil menyampaikan pesan universal tentang cinta pada tanah air dan kebersamaan.
“Lagu ‘Desaku yang Kucinta’ bukan hanya menjadi karya seni yang indah, tetapi juga merupakan warisan budaya yang berharga bagi masyarakat Sumatera Utara. Melalui lagu ini, Liberty Manik telah berhasil menyampaikan keindahan alam dan kekayaan budaya dari desa halamannya kepada dunia,” ujar salah satu penggemar setia Liberty Manik.
Air Terjun Lae Pendaroh tidak hanya menjadi destinasi wisata alam yang menawan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi yang membangkitkan kreativitas dan kebanggaan akan keindahan alam Sumatera Utara. Dengan lagu “Desaku yang Kucinta”, Liberty Manik telah berhasil mengabadikan kebesaran alam dan kehangatan budaya dari desa halamannya, menjadikan karya tersebut sebagai simbol cinta dan rasa syukur terhadap tanah air.
Keindahan alam dari Air Terjun Lae Pendaroh di Kabupaten Dairi telah menginspirasi Liberty Manik untuk menciptakan lagu yang menggugah hati dan menghangatkan jiwa. Dengan demikian, keajaiban alam tidak hanya menjadi sumber keindahan, tetapi juga sumber inspirasi yang tak terhingga bagi karya seni yang abadi.
Berikut lirik Desaku yang Kucinta,
Desaku yang kucinta
Pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda
Dan handai taulanku
Tak mudah kulupakan
Tak mudah bercerai
Selalu kurindukan
Desaku yang permai
Desaku yang kucinta
Pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda
Dan handai taulanku
Tak mudah kulupakan
Tak mudah bercerai
Selalu kurindukan
Desaku yang permai
Tak mudah kulupakan
Tak mudah bercerai
Selalu kurindukan
Desaku yang permai
Selalu kurindukan
Desaku yang permai (*)
Penulis berita; Wilfrid Sinaga











