Medan I galasibot.co.id
Dalam semangat memperkuat ketahanan nasional berbasis nilai-nilai humanis, Forum Komunitas Bela Nusantara Indonesia (FKBNI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I (LLDikti-1) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap Bela Negara Humanis, merujuk pada Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai arah pembangunan nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, pada 28–29 Juni 2025, mengangkat tema: “Penguatan Nilai-Nilai Bela Negara dalam Pembentukan Karakter Humanis”, dengan subtema: “Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba: Satu Musuh, Ancaman Bangsa”.
Acara ini dihadiri oleh tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, aparat penegak hukum, dan perwakilan organisasi kepemudaan, sebagai bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam upaya mewujudkan Sumatera Utara bebas penyalahgunaan narkoba dan berdaulat secara sosial.
Ketua Umum FKBNI, Prof. Dr. Jon Piter Sinaga, menyampaikan bahwa pendekatan Bela Negara kini tidak lagi semata-mata bersifat militeristik, melainkan menyentuh aspek kehidupan masyarakat secara menyeluruh. “Bela negara hari ini adalah tentang karakter, kesehatan jiwa, kesadaran hukum, dan kemampuan ekonomi warga. Ini adalah implementasi nyata Asta Cita menuju Indonesia maju dan sejahtera,” ujarnya.
Salah satu pilar utama kerja sama ini adalah pengembangan Modul Bela Negara Humanis, yang terdiri dari enam pilar utama:
Pendidikan Karakter Humanis – Menanamkan nilai-nilai empati, toleransi, dan nasionalisme yang inklusif.
Kesehatan Mental – Mendorong kesadaran atas pentingnya kesehatan jiwa dalam menghadapi tekanan sosial modern.
Kesadaran Hukum dan Etika – Mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, akan pentingnya taat hukum dan moralitas publik.
Ketahanan Pangan dan Gizi – Mengupayakan keberlanjutan pangan dan pemenuhan gizi sebagai fondasi ketahanan nasional.
Pengendalian Sosial Budaya – Memperkuat identitas dan kearifan lokal sebagai benteng terhadap degradasi nilai.
Pemberdayaan Ekonomi – Meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat untuk menciptakan ketahanan dari bawah.
Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara menyatakan bahwa penyalahgunaan narkoba kini menjadi ancaman serius terhadap ketahanan bangsa. “Kolaborasi ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi sebagai bentuk aksi kolektif untuk membangun sistem pertahanan sosial dari bahaya narkotika,” tegasnya.
Sementara itu, LLDikti-1 memandang kerja sama ini sebagai langkah taktis dalam menyinergikan dunia pendidikan dengan gerakan bela negara berbasis karakter. “Kampus bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga arena pembentukan karakter kebangsaan,” ujar perwakilan LLDikti-1.
Inisiatif lintas kelembagaan ini menegaskan bahwa nilai-nilai Bela Negara Humanis menjadi fondasi dalam pembangunan bangsa di era kompleksitas global. Merujuk pada Asta Cita, arah kebijakan pembangunan nasional yang digagas Presiden dan Wakil Presiden RI, sinergi ini diharapkan menjadi model integratif antara negara, masyarakat, dan dunia pendidikan untuk membentuk generasi yang tangguh, sadar hukum, sehat, dan produktif.
Melalui langkah ini, Sumatera Utara menegaskan posisinya sebagai pelopor provinsi dengan gerakan bela negara yang progresif, partisipatif, dan humanis.(*)











