Medan | galasibot.co.id
Ketua Umum Forum Komunikasi Bela Negara Indonesia (FKBNI), Prof. Dr. Jon Piter Sinaga, bersama tokoh penggerak ketahanan masyarakat, Tjo Tju Sen, melakukan diskusi mendalam mengenai isu strategis Ketahanan Pangan dan Gizi sebagai bagian dari segmen Bela Negara Humanis menjelang Simposium Bela Negara 2025.
Diskusi ini menjadi bagian penting dalam persiapan acara nasional yang akan digelar pada 18 hingga 19 Juni 2025 di Kota Medan, Sumatera Utara. Dalam perbincangan tersebut, Prof. Sinaga menekankan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan makanan, tetapi juga menyangkut aspek gizi dan daya tahan masyarakat terhadap krisis pangan global.
“Kami ingin mendorong semangat bela negara yang tidak hanya terbatas pada aspek militer, tetapi juga dalam bentuk kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui ketahanan pangan dan pemenuhan gizi yang berkelanjutan,” ujar Prof. Sinaga.
Sementara itu, Tjo Tju Sen menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ia juga menekankan perlunya edukasi gizi sejak dini agar generasi muda tumbuh sehat dan siap bersaing.
Simposium Bela Negara 2025 ini mengangkat tema “Bela Negara Humanis: Ketangguhan Bangsa di Era Dinamika Global” dan akan menghadirkan berbagai segmen, termasuk ketahanan pangan, pendidikan karakter, kesehatan, dan partisipasi generasi muda. Acara ini diharapkan menjadi momentum penguatan kesadaran bela negara yang lebih inklusif dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.(*)











