Jakarta I galasibot.co.id
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu peradaban tertua di dunia dalam sambutannya pada pembukaan Pameran Peringatan 130 Tahun Penemuan Pithecanthropus erectus. Acara yang digelar di Jakarta, Jumat (27/12/2024), memperingati penemuan fosil Pithecanthropus erectus oleh Eugene Dubois di Trinil, Jawa Timur, pada tahun 1894, yang telah membawa Indonesia ke panggung internasional dalam kajian asal-usul manusia.
Pada Pameran ini bertajuk “Indonesia, The Oldest Civilization on Earth? 130 Years After Pithecanthropus Erectus” atau “Indonesia: Peradaban Tertua di Dunia”. Fadli Zon menyatakan bahwa penemuan Pithecanthropus erectus bukan hanya penting dalam konteks sejarah Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi besar dalam pemahaman umat manusia tentang asal-usul kehidupan di bumi. Menurut Fadli, Indonesia dengan warisan sejarah dan kebudayaannya yang kaya, menjadi saksi peradaban manusia yang berkembang lebih dari satu juta tahun lalu.
“Penemuan Pithecanthropus erectus menunjukkan betapa pentingnya Indonesia dalam sejarah peradaban manusia. Sebagai negara yang kaya akan artefak prasejarah, Indonesia memegang peran penting dalam memahami perjalanan manusia,” ujar Fadli Zon dalam sambutannya.
Pada kesempatan tersebut, Fadli juga mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan menghargai warisan budaya Indonesia yang sudah ada sejak zaman prasejarah. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang mengenang penemuan ilmiah tersebut, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian situs-situs bersejarah di tanah air.
Sebagai penutupan sambutannya, Menteri Fadli Zon menegaskan pentingnya kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas internasional dalam melestarikan warisan budaya Indonesia untuk generasi mendatang.











