Inflasi Sumatera Utara Mei 2026 Tembus 0,89 Persen, Didorong Lonjakan Harga Komoditas Pangan

Ekonomi4 Dilihat
banner 468x60

MEDAN I galasibot.co.id – Provinsi Sumatera Utara mencatatkan angka inflasi yang cukup signifikan pada Mei 2026. Berdasarkan laporan Indeks Harga Konsumen (IHK), wilayah ini mengalami inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,89 persen, angka yang melampaui rata-rata inflasi nasional yang berada di level 0,28 persen. Hal itu disampaikan Kepala Badan Statistik (BPS) Sumut, Asim Saputra SST M.Ec Dev dalam siaran pers Selasa, (2/6/2026 di Kantor Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara merilis

Peningkatan harga komoditas pangan menjadi faktor utama yang menggerakkan roda inflasi di wilayah ini selama bulan Mei.

banner 336x280

Faktor Pendorong Inflasi

Secara bulanan, kelompok bahan makanan menjadi penyumbang andil terbesar. Lima komoditas yang memberikan kontribusi inflasi m-to-m tertinggi adalah:

  • Tomat: 0,34 persen
  • Cabai merah: 0,31 persen
  • Bawang merah: 0,09 persen
  • Cabai rawit: 0,08 persen
  • Laptop/notebook: 0,04 persen

Sementara itu, untuk inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y), Sumatera Utara tercatat mengalami inflasi sebesar 4,35 persen. Angka ini mencerminkan kenaikan IHK dari 108,29 pada Mei 2025 menjadi 113,00 pada Mei 2026. Perolehan ini juga tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan nasional yang berada di angka 3,08 persen.

Adapun penyumbang inflasi y-on-y terbesar adalah emas perhiasan (0,57 persen), diikuti oleh tomat (0,29 persen), beras (0,24 persen), cabai merah (0,18 persen), dan ikan dencis (0,16 persen). Selain itu, hingga Mei 2026, tingkat inflasi tahun berjalan (year-to-date/y-to-d) di Sumatera Utara tercatat sebesar 0,67 persen.(*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *