Medan I galasibot.co.id
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memastikan harga bahan pokok menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026 berada dalam kondisi stabil. Kepastian ini didukung oleh ketersediaan stok pangan Sumut yang saat ini tercatat surplus.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Timur Tumanggor, menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai intervensi melalui Program Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan (Jaskop).
“Stok pangan kita saat ini surplus. Karena itu, menjelang Ramadan hingga Idulfitri nanti, kita optimistis harga bahan pokok dapat tetap terjaga dan tidak mengalami lonjakan signifikan,” ujar Timur saat konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu (21/1/2026).
Produksi Beras Surplus Sepanjang 2025
Timur menjelaskan, sepanjang tahun 2025 Sumatera Utara mengalami surplus beras yang cukup besar. Produksi beras mencapai lebih dari 2,22 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 1,7 juta ton per tahun.
Dengan demikian, Sumut mencatat surplus sekitar 501 ribu ton. Kondisi ini bahkan menjadikan Sumut sebagai salah satu daerah penyangga pasokan beras bagi provinsi lain di Indonesia.
Sejumlah Komoditas Strategis Juga Mengalami Surplus
Selain beras, Pemprov Sumut mencatat surplus pada sejumlah komoditas strategis lainnya. Produksi cabai merah mencapai 134 ribu ton, jagung 135 ribu ton, dan cabai rawit sekitar 65 ribu ton.
Namun demikian, Timur mengakui harga cabai merah masih berpotensi berfluktuasi. Hal ini disebabkan sebagian hasil panen dijual ke luar daerah dengan harga yang lebih tinggi.
“Karena itu, kita lakukan intervensi saat panen agar stok di Sumut tetap terjaga dan harga bisa dikendalikan,” jelasnya.
Pengembangan Kawasan Unggulan dan Intervensi Produksi
Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Pemprov Sumut juga mengembangkan kawasan unggulan padi di lima kabupaten/kota, di antaranya Deliserdang, Serdangbedagai, dan Asahan. Sementara itu, kawasan unggulan cabai merah difokuskan di Kabupaten Karo dan Batubara.
Pada kawasan tersebut, pemerintah memberikan dukungan berupa alat mesin pertanian (alsintan), pupuk, dan bibit unggul. Langkah ini dilakukan agar produksi tetap terjaga dalam kondisi surplus.
Pemulihan Lahan Pascabencana Terus Dikebut
Selain menjaga produksi, Pemprov Sumut juga bergerak cepat memulihkan lahan pertanian pascabencana. Tercatat sekitar 31.123 hektare lahan pertanian terdampak bencana, dengan kategori rusak ringan hingga rusak berat.
“Kita sudah langsung melakukan penanaman kembali, termasuk di Kecamatan Tukka, Sibolga. Pemulihan lahan dilakukan secara kolaboratif antara Kementerian Pertanian, provinsi, dan kabupaten/kota,” ungkap Timur.
Program Jaskop Tekan Inflasi Pangan
Sebelumnya, Kepala Bappelitbang Sumut Dikky Anugrah menyampaikan bahwa melalui Program Jaskop sepanjang 2025, Pemprov Sumut membangun 10 unit Solar Dryer Dome (SDD) dan 10 gudang penyimpanan di sentra produksi cabai Batubara dan Karo.
Fasilitas ini terbukti meningkatkan efisiensi pascapanen, menekan kehilangan hasil hingga 20 persen, serta meningkatkan pendapatan petani sampai 22 persen.
Selain itu, Pemprov Sumut melalui BUMD juga melakukan pembelian dan distribusi 50 ton cabai merah dari Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk meredam gejolak harga.
“Langkah ini efektif menstabilkan harga. Inflasi Sumut pada November 2025 berhasil ditekan hingga 3,96 persen,” pungkas Dikky.(*)










