Jakarta | galasibot.co.id
Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2024 tercatat sebesar USD 407,3 miliar atau setara Rp 6.580,6 triliun (kurs 1 USD = Rp 16.168). Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,8% dibandingkan dengan tahun lalu (year-on-year/yoy).
Asisten Gubernur Bank Indonesia, Erwin Haryono, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi utang pemerintah dan swasta. Posisi ULN pemerintah pada Mei 2024 tercatat sebesar USD 191,0 miliar, yang mencatat kontraksi pertumbuhan sebesar 0,8% (yoy).
Erwin menyebut bahwa posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali, mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah. Sebagai perbandingan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 sebesar Rp 3.325 triliun.
“Kami terus memantau dan mengelola ULN dengan hati-hati untuk memastikan bahwa utang ini tidak membebani perekonomian dan tetap dalam batas yang aman,” kata Erwin Haryono dalam keterangannya.
Data ini mencerminkan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dengan pengelolaan utang yang cermat, meskipun terdapat pertumbuhan ULN secara keseluruhan.(Red)










