DOLOKSANGGUL | galasibot.co.id – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menorehkan momentum bersejarah pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Humbahas. Bupati Humbahas, Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH, menandatangani sebuah prasasti penghormatan yang mengabadikan nama para tokoh pemrakarsa dan masyarakat yang berjuang mewujudkan lahirnya Kabupaten Humbang Hasundutan.
Penandatanganan prasasti berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Humbahas, Bukit Inspirasi Doloksanggul, Selasa (28/7/2026). Prosesi tersebut menjadi simbol penghargaan pemerintah daerah terhadap perjalanan panjang yang melahirkan kabupaten hasil pemekaran tersebut.
Penghormatan untuk Para Pendiri Kabupaten
Prasasti itu memuat nama-nama para pejuang yang berkontribusi dalam proses pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan. Pemerintah daerah ingin memastikan jasa mereka tetap dikenang oleh generasi masa kini maupun masa depan.
Momentum itu tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan ulang tahun daerah. Pemerintah juga menegaskan komitmen untuk menjaga sejarah sebagai fondasi pembangunan.
Selain penandatanganan prasasti, mantan Bupati Tapanuli Utara sekaligus salah seorang tokoh pemrakarsa pembentukan Kabupaten Humbahas, Dr. RE Nainggolan, melakukan pengguntingan pita sebagai simbol peresmian.
Selanjutnya, para tokoh pemrakarsa melepas sepasang burung merpati dan balon sebagai lambang harapan agar Kabupaten Humbahas terus berkembang menuju masa depan yang lebih baik.
Bupati Humbahas bersama Sekretaris Daerah Chiristison Rudianto Marbun juga menanam pohon pulai (Alstonia scholaris). Penanaman pohon itu melambangkan pertumbuhan, keteguhan, dan keberlanjutan pembangunan daerah.
Sejarah Menjadi Pondasi Pembangunan
Bupati Oloan P. Nababan menegaskan bahwa terbentuknya Kabupaten Humbahas merupakan hasil perjuangan panjang yang lahir dari semangat persatuan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan kabupaten tersebut tidak hadir secara instan. Banyak tokoh dan elemen masyarakat yang mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan kepentingan pribadi demi memperjuangkan terbentuknya daerah otonom baru.
Ia mengatakan, pengabdian para pejuang telah membuka jalan bagi percepatan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Prasasti ini bukan sekadar batu bertuliskan nama. Prasasti ini menjadi pengingat bahwa Kabupaten Humbahas lahir dari semangat persatuan, pengorbanan, dan perjuangan bersama,” ujar Oloan P. Nababan.
Warisan Nilai untuk Generasi Mendatang
Pemerintah Kabupaten Humbahas memandang prasasti tersebut sebagai warisan sejarah yang memiliki makna lebih luas daripada sekadar monumen.
Melalui pengabadian nama para pejuang, pemerintah ingin menanamkan nilai-nilai persatuan, pengabdian, dan tanggung jawab kepada generasi penerus.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting agar pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga memperkuat karakter masyarakat yang menghargai sejarah perjuangan daerahnya.
Karena itu, prasasti tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi sejarah yang mampu menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga persatuan dalam membangun Kabupaten Humbang Hasundutan.
Momentum HUT ke-23 Perkuat Identitas Daerah
Perayaan HUT ke-23 Kabupaten Humbahas tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum memperkuat identitas daerah.
Penghormatan kepada para pemrakarsa menunjukkan bahwa pembangunan daerah harus selalu berpijak pada sejarah dan jasa para pendahulu.
Pemerintah Kabupaten Humbahas berharap semangat perjuangan para pendiri tetap hidup dalam setiap kebijakan pembangunan. Dengan demikian, seluruh elemen masyarakat dapat melanjutkan cita-cita para pemrakarsa menuju Humbang Hasundutan yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.(*)










