MEDAN | galasibot co.id – Aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan rujukan masih menjadi salah satu tantangan besar bagi daerah yang jauh dari pusat ibu kota provinsi. Guna memangkas jarak kualitas tersebut, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) mengambil langkah progresif dengan menggandeng salah satu jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Sumatra Utara.
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H., secara resmi menandatangani kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding) dengan Rumah Sakit Columbia Asia-Medan pada Selasa, 26 Mei 2026. Prosesi penandatanganan yang berlangsung di Medan ini menandai babak baru dalam transformasi layanan kesehatan bagi masyarakat Humbahas.
Langkah ini dinilai bukan sekadar kerja sama di atas kertas, melainkan sebuah strategi taktis pemenuhan hak dasar warga dalam aspek kesehatan rujukan yang lebih optimal dan profesional.
Komitmen Lintas Sektor: Mengawal Visi Berkeadaban
Pentingnya momentum ini terlihat dari hadirnya jajaran eselon dua dan pejabat utama Pemkab Humbahas. Mulai dari Sekretaris Daerah Chiristison R. Marbun, para Asisten, Kepala BPKPD Resva Panjaitan, Kadis Kominfo Adrianus Mahulae, hingga Direktur RSUD Doloksanggul dr. Tiar Lusiana Sihombing.
Kehadiran jajaran lintas sektoral ini mengindikasikan bahwa peningkatan layanan kesehatan di Humbahas merupakan tanggung jawab integratif, bukan hanya beban dinas kesehatan semata.
“Kami berharap melalui kerja sama ini, masyarakat Humbang Hasundutan dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan rujukan yang lebih optimal, sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Bupati Oloan P. Nababan dalam sambutannya.
Bupati menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian integral dari visi pembangunan daerah, yaitu mewujudkan masyarakat Humbahas yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.
Dua Sisi Transparansi: Memperkuat Fasilitas dan Kapasitas SDM
Kerja sama dengan RS Columbia Asia-Medan dirancang secara komprehensif dengan menyasar dua target utama sekaligus: pasien (masyarakat) dan fasilitator (tenaga medis).
Bagi masyarakat, kolaborasi ini membuka jalan bagi kemudahan sistem rujukan medis tingkat lanjut. Sementara untuk internal birokrasi dan medis, jembatan transfer ilmu (transfer of knowledge) diaktifkan secara masif. Berbagai program yang akan diakselerasi pasca-kesepakatan ini antara lain:
-
Pemanfaatan Teknologi: Implementasi layanan telemedicine dan konsultasi jarak jauh untuk mempercepat diagnosis dini tanpa kendala geografis.
-
Upgrading Kompetensi: Pelaksanaan seminar kesehatan berkala dan edukasi medik guna mendalami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pelayanan medis secara profesional.
-
Preventif Aparatur: Program medical check-up dan edukasi kesehatan terpadu bagi aparatur pemerintah daerah agar performa pelayanan publik tetap prima.
Dari Audiensi Cepat Menuju Aksi Nyata
Kerja sama yang tergolong cepat ini merupakan tindak lanjut langsung dari audiensi awal yang dilakukan oleh jajaran manajemen RS Columbia Asia-Medan ke Doloksanggul pada 20 Mei 2026 lalu. Hanya dalam kurun waktu kurang dari satu minggu, komitmen lisan tersebut berhasil dimatangkan menjadi kesepakatan legal-formal.
CEO RS Columbia Asia-Medan, dr. Stella Sheyren Sumampow, menyatakan kekagumannya atas respons cepat dan komitmen tinggi dari jajaran Pemkab Humbahas. Menurutnya, sinergi ini adalah fondasi awal yang kokoh untuk mengurai sumbatan-sumbatan layanan kesehatan di daerah terpencil.
Senada dengan hal itu, Direktur RS Columbia Asia-Medan, dr. Beni Satria, M.Kes., S.H., M.H., FISQua, mengapresiasi kepercayaan tinggi yang diberikan Pemkab Humbahas kepada instansinya.
“Kami berharap kolaborasi ini berjalan optimal dalam meningkatkan mutu pelayanan, menguatkan kompetensi tenaga medis lokal, serta menghadirkan layanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat Humbang Hasundutan,” tutur dr. Beni Satria.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut ditutup dengan pemberian sertifikat penghargaan dari RS Columbia Asia-Medan kepada Bupati Oloan P. Nababan. Sebuah simbol apresiasi atas visi kepemimpinan daerah yang menempatkan derajat kesehatan warganya sebagai prioritas utama pembangunan.











