Medan, I galasibot.co.id
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menghadiri Rapat Koordinasi Bidang Pangan Provinsi Sumatera Utara yang diselenggarakan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Rabu (22/1/2025).. Rapat ini melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, serta beberapa kementerian dan lembaga lainnya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan irigasi secara menyeluruh pada tahun depan. Selain itu, beberapa irigasi akan selesai direvitalisasi pada Oktober 2025 mendatang. “Tahun ini, beberapa permasalahan irigasi sudah mulai diselesaikan, dan pada September atau Oktober, beberapa proyek irigasi kita akan selesai. Kami juga sedang bekerja keras di delapan provinsi penghasil pangan Indonesia,” ujar Zulkifli Hasan.
Zulkifli menambahkan, untuk masalah distribusi pupuk dan benih, pemerintah sudah melakukan langkah-langkah signifikan, seperti memotong rantai distribusi pupuk agar langsung sampai ke pengecer dan petani. Hal ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang ada, sehingga kebutuhan pertanian di tingkat petani dapat segera tercukupi.
Sejumlah pejabat penting juga hadir dalam rapat ini, di antaranya Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, Menteri Perdagangan, Budi Santoso, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, serta Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, dan Pangdam I/BB Mayjen TNI Rio Ferdianto.
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, hingga perangkat desa dalam menyelesaikan kendala-kendala di bidang pertanian dan ketahanan pangan. “Penyelesaian kendala-kendala yang kita hadapi guna memaksimalkan pertanian dan upaya ketahanan pangan kita, ini perlu kolaborasi dan kerja sama yang kuat antara Pemerintah pusat dan daerah, termasuk dengan perangkat desa. Sebagai contoh, terkait dengan irigasi, ada kewenangan pusat, provinsi, dan daerah yang harus saling bersinergi. Begitu juga terkait distribusi pupuk, kami akan terus bekerja sama untuk membenahi masalah ini,” ujar Bupati Franc.
Rapat ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan dan mempercepat pemulihan sektor pertanian di Provinsi Sumatera Utara, serta mewujudkan ketahanan pangan yang lebih baik di seluruh Indonesia.(*)











