Jakarta | galasibot.co.id
Penulis buku “Prabowonomics” dan Ketua Prabowonomics Institute (The Print), Yonge Sihombing, S.E., M.B.A., bekerja sama dengan Kemenlu, Kemenseskab, Kemensesneg, berbagai Kementerian/Lembaga Non Kementerian, Danantara, KADIN, HIPMI, APINDO, dan para Dubes, melakukan pengiriman 3.000 buku Prabowonomics versi bilingual (Indonesia dan Inggris) kepada peserta World Economic Forum (WEF) Davos 2026.
Rinciannya:
1.500 buku versi Bahasa Indonesia
1.500 buku versi Bahasa Inggris
Buku-buku ini akan diterima oleh:
130 Kepala Negara dan Pemerintahan
130 Pemimpin Bank Sentral
1.000 CEO perusahaan global
240 Pemimpin Politik Tingkat Tinggi
Presiden Prabowo Subianto, yang juga akan menjadi pembicara dalam forum WEF, dijadwalkan memberikan pidato khusus sekitar pukul 14.00–14.30 waktu setempat. Dalam forum internasional ini, Presiden Prabowo akan membahas konsep Prabowonomics, yang menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kedaulatan pangan dan energi, pengembangan industri nasional, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Program-program utama Prabowonomics yang disorot antara lain: pembentukan Danantara sebagai badan pengelola investasi nasional, program Makan Bergizi Gratis, serta Koperasi Desa Merah Putih. Melalui strategi ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8% dan penghapusan kemiskinan absolut.
Forum WEF Davos merupakan ajang tahunan yang mempertemukan pemimpin dunia dari sektor pemerintahan, bisnis, akademisi, dan masyarakat sipil. Kehadiran Indonesia di forum ini menegaskan posisi negara sebagai mitra dialog global yang kredibel dan kompetitif, sekaligus memperkuat diplomasi ekonomi dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.(*)
Source:
Penulis berita :Wilfrid Sinaga










