Simalungun | galasibot co id
Kondisi jalan menuju Kantor Camat Pematang Bandar, tepatnya di Nagori Purwodadi, mengalami banjir yang telah berlangsung selama lebih dari delapan tahun tanpa adanya perbaikan. Banjir ini disebabkan oleh buruknya sistem drainase di sekitar jalan tersebut. Setiap kali hujan turun, air meluap ke aspal dan menggenangi badan jalan.
Kondisi semakin parah dengan genangan air yang menutupi sekitar 200 meter badan jalan. Selain itu, jalan yang berlubang dan sebagian ditutupi batu padas membuat warga yang melintas harus ekstra hati-hati untuk menghindari jebakan batu-batu di seputaran jalan yang banjir tersebut.
Tokoh pemuda Kecamatan Pematang Bandar, Sandi Siahaan, ketika dimintai komentarnya di lokasi jalan banjir pada Rabu (31/07/2024) sekitar pukul 10.00 WIB, menyatakan bahwa kondisi ini merupakan bentuk pembiaran oleh pemerintah selama bertahun-tahun. “Mungkin mereka menunggu adanya korban jatuh, jelas ini sudah bertahun-tahun tidak kunjung diperbaiki,” ujar Sandi.
Menurut Sandi Siahaan, yang juga seorang pengamat lingkungan, situasi ini ironis mengingat Wakil Bupati Simalungun berasal dari Pematang Bandar dan ada lima anggota DPRD Simalungun dari daerah ini yang hampir setiap hari melewati jalan tersebut, tetapi tidak ada tindakan yang diambil untuk memperbaiki keadaan.
“Sepertinya pihak Kecamatan juga tutup mata terhadap kerusakan jalan dan drainase ini,” tambah Sandi Siahaan. Dia meminta kepada Bupati Simalungun, Radiapoh H. Sinaga, SH MH, agar turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi jalan tersebut dan segera mengambil tindakan perbaikan.
Warga setempat berharap adanya perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan yang rusak dan sistem drainase yang buruk agar tidak lagi terjadi banjir yang mengganggu aktivitas mereka sehari-hari.(*)
Penulis berita :JAT Purba











