Tanjungbalai | galasibot co.id
POM Kota Tanjungbalai turun mengawasi para penjual jajanan berbuka puasa (takjil) untuk mengantisipasi peredaran produk pangan tidak memenuhi syarat dan menggunakan bahan berbahaya.
Hal tersebut disampaikan Kepala Loka POM di Kota Tanjungbalai, Difa Ananda S Farm. “Saya dan seluruh staf melakukan pengawasan takjil di Jalan Listrik Kota Tanjungbalai pada Kamis (14/3/2024)
Pengawasan dengan mengambil sejumlah sampel dilakukan bersama petugas Subkoordinator Kefarmasian, Alkes dan PKRT Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai.
Difa Ananda mengatakan kegiatan pengawasan makanan itu dilakukan untuk memberi rasa aman kepada masyarakat, khususnya yang ingin mengonsumsi pangan selama bulan Ramadan. Pihaknya telah melakukan sampling sebanyak 25 sampel takjil yang diduga mengandung bahan berbahaya dengan empat parameter yang meliputi boraks, formalin, rhodamin B dan metanil yellow.
“Dari 25 sampel takjil yang diuji menggunakan test kit, didapatkan hasil bahwa semua sampel memenuhi syarat yaitu bebas dari bahan berbahaya boraks, formalin, rhodamin B, methanil yellow,” jelasnya.
Menurutnya petugas Loka POM di Kota Tanjungbalai tidak hanya melakukan sampling dan pengujian tetapi juga melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada pedagang. “Kami juga melakukan KIE dengan pedagang agar menjaga produk takjil yang dijual selalu aman untuk dikonsumsi dan tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya,” pungkas Difa. (*)











