Bali I galasibot.co.id
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaprekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menekankan pentingnya keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan sumber daya air untuk mendukung terciptanya pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan saat berbicara dalam acara “10th World Water Forum-High Level Panel ‘The Role of the Private Sector in Meeting Goals of SDG6”, Rabu (225/2025) di Bali Nusa Dua Convention Centre.
Menparekraf Sandiaga menggarisbawahi peran penting Indonesia dalam memimpin upaya konversi peluang-peluang guna mewujudkan pariwisata berkelanjutan, khususnya dalam hal pengelolaan sumber daya air. Ia menjelaskan bahwa tren pariwisata masa depan akan lebih personal, kustom, lokal, dan berukuran lebih kecil.
“Bagaimana semua fasilitas pariwisata dan ekonomi kreatif harus mengadopsi prinsip-prinsip pengelolaan air yang bijaksana, mengelola air untuk masa depan,” ujar Sandiaga.
Sandiaga menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan dukungan serta kolaborasi dari berbagai pihak, terutama sektor swasta. Hal ini tidak hanya terkait dengan investasi tetapi juga dengan inovasi dan adaptasi dalam pengelolaan sumber daya air.
“Bukan hanya mencari profit semata tapi berkolaborasi untuk menghadirkan hak-hak asasi manusia, yaitu akses terhadap air bersih, sanitasi, dan higienitas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong regulasi yang dapat meningkatkan keterlibatan sektor swasta dalam pengelolaan air, terutama di sektor pariwisata. Ia mencontohkan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bali, yaitu KEK Kura Kura dan KEK Sanur, yang fokus pada investasi berkelanjutan.
“Inovasi, adaptasi, dan kolaborasi menjadi hal yang sangat penting bagi dunia usaha dalam mendukung praktik pengelolaan sumber daya air berkelanjutan,” kata Sandiaga.
Menurutnya, investasi di bidang air memerlukan pandangan jangka panjang dan stabilisasi pendapatan melalui inovasi untuk mengurangi risiko. “Ini adalah sesuatu yang kami tangani dengan sangat serius dalam praktik pengelolaan air berkelanjutan sehingga kami dapat melindungi sumber daya air kami dan meningkatkan destinasi kami serta menjadikan sektor pariwisata kami lebih menarik dan tangguh,” pungkas Sandiaga.(*)










