TAPUT | galasibot.co.id
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, mendampingi kunjungan kerja Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., dalam rangka meninjau progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Senin (20/4/2026).
Kunjungan ini bertujuan memastikan percepatan penanganan pascabencana di wilayah Tapanuli Utara berjalan sesuai target. Hadir dalam peninjauan tersebut Dandim 0210/TU Letkol Kav. Ronald Tampubolon, Kapolres Taput AKBP Ernis Sitinjak, serta jajaran pimpinan perangkat daerah terkait.
Kepala BNPB RI, Letjen TNI Dr. Suharyanto, menyatakan bahwa pembangunan Huntap ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah pusat, daerah, dan Yayasan Buddha Tzu Chi dalam masa transisi menuju pemulihan total.
“Saat ini pembangunan tahap awal sebanyak 70 unit telah mencapai progres signifikan dan ditargetkan rampung pada Mei 2026 sehingga sudah bisa ditempati warga. Sementara 33 unit sisanya sedang proses pengerjaan. Secara keseluruhan, ada 103 unit yang disiapkan,” ujar Letjen TNI Suharyanto.
Beliau menekankan bahwa selama pembangunan berlangsung, pemerintah memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi. Saat ini, 40 KK menempati Hunian Sementara (Huntara), sementara warga lainnya menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan.
“Bantuan DTH sudah masuk pengajuan tahap kedua. Kita harapkan pada Juni nanti warga sudah pindah ke Huntap, sehingga bantuan ini tidak perlu diperpanjang lagi,” tambahnya.
Wakil Bupati Taput, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, menjelaskan langkah teknis pemda untuk mendukung kenyamanan warga di lokasi baru. Pemkab berkomitmen menyediakan sarana air bersih, listrik, drainase, dan akses jalan kompleks.
“Untuk penentuan unit rumah, nantinya akan dilakukan melalui sistem undi nomor agar adil bagi seluruh calon penghuni,” jelas Wabup.
Mengenai legalitas, Pemkab Taput menegaskan sertifikat tanah dan bangunan akan bersifat kolektif selama 10 tahun pertama. Langkah strategis ini diambil guna mencegah penyalahgunaan atau pengalihan kepemilikan aset bantuan kepada pihak lain.
Sebagai persiapan akhir, Kepala Desa Dolok Nauli menginformasikan akan dilaksanakan gotong royong massal di area Huntap untuk memastikan lingkungan bersih dan asri sebelum serah terima pada Mei mendatang.











