Medan I galaibot.co.id
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut), Effendy Pohan, mengungkapkan harapannya agar anggota Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp) yang baru dikukuhkan dapat memberikan kontribusi maksimal dalam pengelolaan dan pengembangan Toba Caldera sebagai salah satu destinasi geopark terkemuka di dunia.
Harapan tersebut disampaikan Effendy Pohan usai pengukuhan lima anggota BP TCUGGp Provinsi Sumut periode 2025-2030 di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro No. 40, Medan, Selasa (4/2). Para pengurus baru tersebut diharapkan bisa membantu Toba Caldera mencapai salah satu target penting, yakni memperoleh status green card dari UNESCO setelah sebelumnya berada pada status yellow card.
Effendy menegaskan bahwa pencapaian green card merupakan langkah krusial dalam upaya mengoptimalkan potensi Toba Caldera sebagai UNESCO Global Geopark, dan agar status geopark tersebut semakin diakui oleh dunia internasional. “Kami berharap dengan kematangan dan pengalaman yang saudara-saudara miliki, BP TCUGGp bisa berjalan dengan baik dan memenuhi target pertama, yakni green card,” ujar Effendy dalam sambutannya.
Kelima anggota yang dikukuhkan adalah Azizul Kholis sebagai General Manager, dan empat Manager yang membawahi divisi-divisi tertentu dalam organisasi tersebut. Mereka adalah Debbie Riauni Panjaitan (Manager Divisi Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan), Tikwan Raya Siregar (Manager Divisi Kerja Sama, Promosi, dan Publikasi), Ovi Vensus Hamubaon Samosir (Manager Divisi Pendidikan, Konservasi, dan Pemberdayaan Masyarakat), serta Petrus Parlindungan Purba (Manager Divisi Pengelolaan Geologi, Keragaman Geologi, dan Keragaman Budaya).
Dengan adanya pengelolaan yang optimal, Effendy juga mengajak semua pihak, termasuk BP TCUGGp, pemerintah, masyarakat, serta sektor swasta untuk berkolaborasi lebih erat dalam memajukan Toba Caldera sebagai destinasi geopark yang berkelanjutan.
Dia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak hanya akan menguntungkan provinsi, tetapi juga memberikan warisan berharga bagi generasi mendatang. Effendy juga meminta agar semua dokumen yang diperlukan untuk mencapai status green card segera dipersiapkan dan diunggah sebelum tenggat waktu 17 Februari mendatang.
Toba Caldera yang memperoleh status sebagai UNESCO Global Geopark pada Juli 2020 kini terus berupaya untuk memenuhi semua kriteria yang diperlukan untuk menjaga dan mengembangkan kawasan ini sebagai destinasi wisata global.
Turut hadir dalam acara ini Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan, Pembangunan, Aset, dan SDA, Manna Wasalwa Lubis, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, Zumri Sultony, serta sejumlah undangan lainnya.(*)
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut), Effendy Pohan, saat mengukuhkan lima anggota Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp) Provinsi Sumut periode 2025-2030, Selasa (4/2/2025) di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro No. 40, Medan. (Foto galasibot.co.id/Wilfrid)











