• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Kamis, November 5, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Nasional

Proyek Rp169 Miliar Menjadi Aset Daerah: Mampukah Samosir Mengelola WFC dan Tele?

Redaksi Galasibot.co.id
16 September 2026
/ Nasional, News, Sumut
0 0
0
Proyek Rp169 Miliar Menjadi Aset Daerah: Mampukah Samosir Mengelola WFC dan Tele?

Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Utara Kementerian PU Yenni Mulyadi dan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom saat acara penandatangani Berita Acara Serah Terima Hibah Barang Milik Negara (BMN) di Food Court Water Front City (WFC) Pangururan, Selasa (15/9/2026). Penandatanganan tersebut menandai penyerahan aset penataan WFC Pangururan dan Kawasan Tele kepada Pemerintah Kabupaten Samosir untuk dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.(Foto galasibot.co.id/Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

Samsosir I galasibot.co.id – Penyerahan aset penataan Water Front City Pangururan dan Kawasan Tele dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada Pemerintah Kabupaten Samosir menandai berakhirnya satu tahap pembangunan sekaligus dimulainya tanggung jawab baru: merawat, mengelola, dan memastikan aset publik tetap memberi manfaat.

Sebuah pembangunan pemerintah tidak benar-benar selesai ketika pekerjaan fisik dinyatakan rampung.

Baca Juga

Wali Kota Medan Rico Waas Tekankan Pentingnya Merangkul Semua Elemen Saat Terima Audiensi Komisi Kerasulan Awam

Rico Waas Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi, Prioritaskan Warga Medan Utara Masuk Dunia Kerja

Rico Waas Dorong RPH Medan Optimalkan 3 Hektare Lebih Lahan Menganggur untuk Ekspansi Bisnis

Ada tahap berikutnya yang sering kali tidak terlalu terlihat: siapa yang mengelola, siapa yang merawat, bagaimana kawasan digunakan, dan sejauh mana fasilitas yang telah dibangun benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Pertanyaan itu kini berada di hadapan Pemerintah Kabupaten Samosir setelah aset penataan Kawasan Water Front City (WFC) Pangururan dan Kawasan Tele resmi diserahkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Serah terima dilakukan melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima Hibah Barang Milik Negara (BMN) oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dan Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Utara Kementerian PU, Yenni Mulyadi, di Food Court WFC Pangururan, Selasa (15/9/2026).

Dari Proyek Pemerintah Pusat Menjadi Tanggung Jawab Daerah

Aset yang diserahkan memiliki nilai lebih dari Rp169 miliar dan mencakup penataan jalan, irigasi serta jaringan di Kawasan WFC Pangururan dan Kawasan Tele.

Pembangunan dilaksanakan Kementerian PU pada 2021–2022 dan dilanjutkan dengan optimalisasi penataan kawasan pada 2024. Setelah proses hibah, pengelolaan kedua kawasan secara resmi menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Samosir.

Perubahan status tersebut penting karena tanggung jawab pemerintah daerah tidak lagi sekadar menyambut hasil pembangunan.

Pemkab Samosir harus memastikan aset tersebut tetap berfungsi, terawat, dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Bupati Vandiko T. Gultom mengakui proses pembangunan tidak berlangsung tanpa tantangan. Ia menyebut persoalan lahan sebagai salah satu kendala yang dihadapi, namun proses tersebut dapat dilalui melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Setelah sekian lama, apa yang kita programkan dalam pembangunan ini akhirnya sampai pada tahap dapat dihibahkan,” ujar Vandiko.

Ketika Pembangunan Berubah Menjadi Tanggung Jawab

Bagi pemerintah daerah, menerima aset senilai lebih dari Rp169 miliar berarti menerima sekaligus sebuah tanggung jawab pengelolaan.

Vandiko menyatakan bahwa pembangunan yang diberikan pemerintah pusat perlu diimbangi kemampuan daerah untuk merawat dan mengembangkannya.

“Kami memahami bahwa selain meminta pembangunan, kami juga harus mampu merawat dan mengembangkan apa yang sudah dibangun untuk kemajuan masyarakat Samosir,” tegasnya.

Ia kemudian meminta perangkat daerah terkait segera menyusun langkah pengelolaan dan pemeliharaan aset agar pemanfaatannya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada nilai proyek atau selesainya pekerjaan fisik.

Ada ukuran lain yang baru dapat terlihat setelah aset digunakan dalam jangka waktu lebih panjang: bagaimana kondisi infrastrukturnya, bagaimana pengelolaannya, dan bagaimana masyarakat merasakan manfaatnya.

WFC, Tele dan Harapan Ekonomi Lokal

Menurut Vandiko, penataan WFC dan Kawasan Tele telah memberikan wajah baru bagi Kabupaten Samosir serta berdampak terhadap pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Pernyataan tersebut menempatkan kedua kawasan bukan hanya sebagai kumpulan infrastruktur, tetapi sebagai bagian dari ruang yang diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata.

Namun, manfaat tersebut membutuhkan pengelolaan yang berkelanjutan.

Kawasan yang dibangun dengan anggaran publik membutuhkan pemeliharaan agar kualitas fisiknya tidak menurun dan manfaat sosial-ekonominya dapat dipertahankan.

Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sumatera Utara Kementerian PU, Yenni Mulyadi, juga berharap aset yang telah diserahkan dikelola dengan baik dan semakin memberi manfaat bagi masyarakat Samosir.

Ia menyebut penataan kawasan dan perbaikan akhir telah selesai serta berharap tidak terjadi lagi kerusakan.

Dari WFC ke Tano Ponggol

Serah terima aset juga menjadi ruang untuk membicarakan agenda pembangunan berikutnya.

Vandiko berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan Kementerian PU dapat terus dilanjutkan, termasuk dalam rencana penataan kawasan Tano Ponggol.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan usulan penyediaan air baku bagi masyarakat Samosir yang masih berada dalam tahap penyusunan DID.

Ia meminta pendampingan Kementerian PU dalam proses perencanaan dan desain agar program tersebut sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan teknis yang diperlukan.

Dengan demikian, satu agenda pembangunan yang selesai sekaligus membuka pembicaraan mengenai kebutuhan infrastruktur berikutnya.

Makna Hibah Bagi Masyarakat

Bagi masyarakat, istilah seperti BMN, hibah aset, jaringan, irigasi, atau desain teknis mungkin terdengar administratif.

Tetapi di balik istilah tersebut terdapat persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: ruang publik yang terawat, kawasan wisata yang berfungsi, infrastruktur yang tidak cepat rusak, serta fasilitas yang dapat mendukung aktivitas ekonomi.

Karena itu, tahap pengelolaan setelah serah terima menjadi bagian penting dari cerita pembangunan.

Aset publik pada akhirnya dinilai bukan hanya dari berapa besar nilai yang tercatat dalam dokumen, tetapi juga dari bagaimana aset tersebut digunakan dan dirasakan manfaatnya.

Serah terima aset senilai lebih dari Rp169 miliar itu menutup satu babak pembangunan di WFC Pangururan dan Kawasan Tele.

Namun bagi Pemerintah Kabupaten Samosir, pekerjaan berikutnya justru baru dimulai.

Bangunan dan infrastruktur membutuhkan perawatan. Kawasan membutuhkan pengelolaan. Masyarakat membutuhkan manfaat yang dapat dirasakan.

Di antara ketiganya terdapat satu pertanyaan sederhana tetapi penting: setelah pembangunan selesai, seberapa baik sebuah daerah mampu menjaga apa yang telah dibangun?.(*)

 

Source: Penulis berita : Wilfrid Sinaga
Tags: #aset Samosir#hibah aset Samosir#pembangunan Samosir#WFC PangururanKawasan Tele
SendShareTweet
Kembali

Bupati Humbahas Ingatkan Bantuan Beras Bukan untuk Dijual: Di Balik 702,96 Ton Beras untuk Warga

Lanjut

Wali Kota Medan Sampaikan PAPBD 2026, Pendapatan Diproyeksikan Rp7,13 Triliun dan Belanja Rp7,73 Triliun

Baca Juga

Wali Kota Medan Rico Waas Tekankan Pentingnya Merangkul Semua Elemen Saat Terima Audiensi Komisi Kerasulan Awam
Medan

Wali Kota Medan Rico Waas Tekankan Pentingnya Merangkul Semua Elemen Saat Terima Audiensi Komisi Kerasulan Awam

3 November 2026
Rico Waas Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi, Prioritaskan Warga Medan Utara Masuk Dunia Kerja
Medan

Rico Waas Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi, Prioritaskan Warga Medan Utara Masuk Dunia Kerja

3 November 2026
Rico Waas Dorong RPH Medan Optimalkan 3 Hektare Lebih Lahan Menganggur untuk Ekspansi Bisnis
Medan

Rico Waas Dorong RPH Medan Optimalkan 3 Hektare Lebih Lahan Menganggur untuk Ekspansi Bisnis

3 November 2026
Khairul Muslim Ambil Formulir Bakal Calon Ketua DKP PWI Sumut
Medan

Khairul Muslim Ambil Formulir Bakal Calon Ketua DKP PWI Sumut

3 November 2026
News

Jelang Akhir Tahun, Pj Sekda Medan Tekankan Kesiapsiagaan Bencana dan Percepatan Program

2 November 2026
Pemprov Sumut dan KPK Perkuat Peran Penyuluh Antikorupsi hingga ke Daerah
Medan

Pemprov Sumut dan KPK Perkuat Peran Penyuluh Antikorupsi hingga ke Daerah

2 November 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Tiger Sumatra Binjai Juara Umum Kejuaraan Taekwondo Piala Dansat Siber TNI

    Tiger Sumatra Binjai Juara Umum Kejuaraan Taekwondo Piala Dansat Siber TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menanti Dua Dekade Air Bersih: Asa Baru Warga Griya Kencana Usai Disinggahi Walikota Medan Rico Waas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Bersumpah, Elit Berkuasa? 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga  Desak Transparansi Kompensasi dan Legalitas Proyek Perumahan, Antonius Tumanggor Minta Pemko Medan Turun Tangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengurai Teror Bom Molotov di Namorambe: Polisi Naikkan Status Penyelidikan dan Ancam Jemput Paksa Saksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jebakan Formalisme Hukum: Menakar Batas Substansi dan Kewenangan dalam Putusan MK Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In