Medan I galasibot.co.id
Dalam suasana khidmat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Pemerintah Kota (Pemko) Medan memilih lokasi yang penuh nilai sejarah: Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman, yang terletak di Jalan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. Acara ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dan mengungkap fakta mengejutkan—Masjid ini adalah masjid tertua di Kota Medan.
Pemilihan Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman sebagai tempat peringatan bukanlah tanpa alasan. Masjid ini dibangun sekitar tahun 1630-an oleh Datuk Adir, kemudian mengalami renovasi besar pada tahun 1885 oleh Datuk Badiuzzaman Surbakti. Menariknya, proses pembangunan masjid ini menggunakan ribuan putih telur sebagai bahan perekat utama, karena saat itu pemerintah kolonial Belanda melarang penggunaan semen.
“Sejatinya ini mengingatkan kita bahwa ada peninggalan keislaman yang sudah berusia ratusan tahun di Kota Medan,” ujar Wali Kota Rico Waas.
Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pernah menjadi pusat strategi perjuangan rakyat lokal melawan penjajahan Belanda. Di sinilah para raja dan datuk berkumpul untuk menyusun rencana perlawanan, menjadikan masjid ini simbol perlawanan dan pusat syiar Islam di masa lalu.
Wali Kota Rico Waas menegaskan pentingnya menjaga dan memakmurkan masjid sebagai bagian dari upaya melestarikan sejarah dan warisan budaya Islam di Kota Medan.
“Masjid ini memiliki cerita panjang. Dahulu digunakan untuk penyebaran agama hingga tempat merancang strategi perang melawan penjajah. Maka dari itu sejarah ini harus kita pertahankan dengan cara memakmurkan masjid,” pungkasnya.
Ia juga mengajak seluruh warga Medan untuk bersyukur dan bangga karena memiliki peninggalan sejarah Islam yang kuat dan dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.(*)











