Jakarta I galasibot.co.id
Universitas Pertamina (UPER) berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam menggelar kegiatan edukasi dan kesiapsiagaan bencana di tujuh sekolah di wilayah Jabodetabek. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan masyarakat, khususnya pelajar, dalam menghadapi potensi bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami.
Kegiatan edukasi ini diselenggarakan di SMA Muhammadiyah 18 Jakarta, SMAN 70 Jakarta, SMAN 65 Jakarta, SMAN 74 Jakarta, SMAN 87 Jakarta, SMAN 90 Jakarta, dan SMA Global Islamic School, Senin (6/9/2024). Program ini meliputi berbagai sesi pelatihan dan simulasi bencana yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang mitigasi bencana kepada siswa.
Afra Kansa Maimuna, S.Tr. Geof, dari BMKG, menjelaskan pentingnya kegiatan ini. “Edukasi mitigasi bencana yang diselenggarakan oleh UPER bersama mitra merupakan langkah strategis dalam memberikan pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat. Dengan mengemas edukasi dalam bentuk yang menarik dan disertai simulasi kebencanaan, kami berharap siswa dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi potensi bencana,” ujar Afra.
Beberapa tips penting yang disampaikan selama kegiatan meliputi:
- Memahami Jalur Evakuasi : Siswa dikenalkan dengan jalur evakuasi dan simbol-simbol penting pada peta evakuasi, seperti tangga darurat. Iktri Madrinovella, M.Si, dosen Teknik Geofisika UPER, menekankan bahwa pemahaman terhadap jalur evakuasi dapat membantu penyelamatan diri dari bencana dan memudahkan tim penyelamat dalam navigasi.
- Berkumpul di Titik Kumpul : Titik kumpul harus merupakan area terbuka yang jauh dari objek berpotensi jatuh saat bencana terjadi. Rian Sarsono, Analis Muda Sub Koordinator Pencegahan BPBD Jakarta, mengarahkan peserta untuk melakukan simulasi berkumpul di lokasi aman dan menunggu hingga situasi benar-benar stabil.
- Bersembunyi di Bawah Meja : Dalam simulasi gempa bumi, berlindung di bawah meja yang kuat adalah langkah penting untuk melindungi diri dari reruntuhan. Ruzwar Wahyudi, M.Han., Analis Bencana BNPB, menjelaskan bahwa berlindung di bawah meja merupakan langkah awal melindungi diri sebelum evakuasi ke titik kumpul.
- Melakukan Pertolongan Pertama : Siswa juga dilibatkan dalam praktik Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), termasuk membersihkan luka, menghentikan pendarahan, dan memberikan bantuan pernapasan. Deden Suhendar, Kepala Divisi Yankesos PMI, memberikan panduan mengenai tindakan sederhana namun penting dalam situasi darurat.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen UPER dan mitra dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. “Kami berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan pelatihan guna mempersiapkan masyarakat menghadapi bencana. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menunjukkan bahwa Indonesia dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi risiko bencana,” pungkas Afra.
Kolaborasi antara Universitas Pertamina dan lembaga-lembaga terkait ini diharapkan dapat memperkuat sistem mitigasi bencana di Indonesia dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja.(*)
Penulis berita : Rohana











