• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home News

Universitas Pertamina Koordinatori Program Inovasi Kimia Hijau Global di Indonesia

Redaksi
31 Mei 2024
/ News, Pendidikan
0 0
0
Universitas Pertamina Koordinatori Program Inovasi Kimia Hijau Global di Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Kahiyang Ayu Serahkan Hadiah Lomba Vlog KILAS 2026 Kepada 9 Daerah

Capaian Cek Kesehatan Gratis Sumut Capai 32,81 Persen, Targetkan 46 Persen Akhir 2026

Perpisahan Konsul Jepang, Pemko Medan Dorong Peluang Kerja Sama Baru

Momen Peresmian Global Greenchem Innovation and Network Programme (GGINP) di Indonesia (atas)  dan Momen foto bersama para pelaku industri, akademisi dan perwakilan dari Kementerian Perindustrian dalam kegiatan peresmian Global Greenchem Innovation and Network Programme (GGINP) di Indonesia (bawah).(Foto galasibot. co.id/Rohana
Jakarta | galasibot.co.id
Dalam upaya mengurangi risiko bahan kimia berbahaya dan mempromosikan praktik industri yang lebih ramah lingkungan, United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) meluncurkan program Global Greenchem Innovation and Network Programme (GGINP) di Indonesia, dengan Universitas Pertamina sebagai koordinator nasional. Peluncuran ini dilakukan di Ballroom Swiss Belhotel Kalibata, Jakarta, pada 29 Mei 2024, dengan kolaborasi dari Kementerian Perindustrian dan Yale University.
Dalam laporan World Health Organization (WHO) tahun 2021, disebutkan bahwa dari 160 juta bahan kimia yang diketahui manusia, 99% diantaranya diperdagangkan secara global. Sayangnya, beberapa bahan kimia tersebut berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Pada tahun 2019, sekitar 2 juta kematian dilaporkan terkait permasalahan kesehatan akibat bahan kimia, dan dari tahun 2000 hingga 2020 terjadi 1.000 insiden teknologi yang melibatkan bahan kimia, berdampak pada 1,85 juta orang.
“Setelah penantian sejak 2019, Kementerian Perindustrian resmi meluncurkan GGINP Indonesia yang bersinergi dengan Yale University, Universitas Pertamina, UNIDO, dan enam negara inisiator lainnya,” ujar Raditya Eka Permana, M.Eng, yang mewakili Ir. Wiwik Pudjiastuti, M.Si, Direktur Industri Kimia Hulu, Kementerian Perindustrian. “Program ini bertujuan mendampingi industri dalam beralih ke green chemistry yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.
GGINP adalah inisiatif global yang berfokus pada penerapan kimia hijau untuk menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan, mengurangi zat berbahaya bagi lingkungan. Enam negara inisiator GGINP adalah Indonesia, Uganda, Ukraina, Yordania, Peru, dan Serbia.
Prof. Dr. techn. Djoko Triyono S,Si., M,Si., Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerja Sama Universitas Pertamina, menyatakan bahwa inisiatif GGINP sejalan dengan nilai Universitas Pertamina yang mengedepankan pembelajaran berbasis keberlanjutan. “Sebagai koordinator nasional, Universitas Pertamina siap bersinergi mewujudkan tujuan green chemistry bagi keberlanjutan ekosistem dan makhluk hidup,” ujarnya. Universitas Pertamina juga mengembangkan Sustainability Center dan program Magister (S2) berfokus pada keberlanjutan sebagai akselerator green chemistry di Indonesia.
Peluncuran GGINP mengangkat tema ‘Green Energy Summit: The Global Impact of Green Chemistry Implementation on Sustainable Development and Its Challenges’. Acara ini menjadi ajang diskusi antara pelaku industri, pemerintah, dan akademisi untuk mengeksplorasi prospek penerapan green chemistry di Indonesia.
Dr. Lars Ratjen, Program Manager dari Center for Green Chemistry and Green Engineering, Yale University, mengidentifikasi tiga tantangan utama dalam penerapan kimia hijau: kurangnya pemahaman pelaku industri, biaya tinggi bahan dasar green chemistry, dan keterbatasan ketersediaan bahan baku. “Kolaborasi antar pemangku kepentingan industri, pemerintah, dan para ahli sangat diperlukan untuk mewujudkan green chemistry,” jelasnya.
Dengan peluncuran program ini, diharapkan industri di Indonesia dapat beralih ke praktik yang lebih ramah lingkungan, mengurangi dampak negatif bahan kimia, dan mendukung keberlanjutan lingkungan serta kesehatan masyarakat.(*)
Penulis berita : Rohana
Tags: Universitas Pertamina
SendShareTweet
Kembali

Bupati Simalungun Resmi Luncurkan Tahapan Pilkada 2024 Simalungun di Open Stage Parapat

Lanjut

Kepala Desa Pegagan Julu VIII Poltak Lingga Tinjau Drainase Rusak yang Sebabkan Kerusakan Jalan Desa

Baca Juga

Kahiyang Ayu Serahkan Hadiah Lomba Vlog KILAS 2026 Kepada 9 Daerah
News

Kahiyang Ayu Serahkan Hadiah Lomba Vlog KILAS 2026 Kepada 9 Daerah

22 Oktober 2026
Capaian Cek Kesehatan Gratis Sumut Capai 32,81 Persen, Targetkan 46 Persen Akhir 2026
News

Capaian Cek Kesehatan Gratis Sumut Capai 32,81 Persen, Targetkan 46 Persen Akhir 2026

22 Oktober 2026
Perpisahan Konsul Jepang, Pemko Medan Dorong Peluang Kerja Sama Baru
Medan

Perpisahan Konsul Jepang, Pemko Medan Dorong Peluang Kerja Sama Baru

22 Oktober 2026
Pj Sekda Medan Tegaskan Retribusi Daerah Harus Diiringi Kualitas Layanan
Medan

Pj Sekda Medan Tegaskan Retribusi Daerah Harus Diiringi Kualitas Layanan

22 Oktober 2026
GMNI Sumut Desak BPK Audit Dana SIM dan STNK di Polda Sumut
News

GMNI Sumut Desak BPK Audit Dana SIM dan STNK di Polda Sumut

22 Oktober 2026
Pemprov Sumut Perkuat Deteksi Dini dan Patol untuk Cegah Karhutla
Medan

Pemprov Sumut Perkuat Deteksi Dini dan Patol untuk Cegah Karhutla

22 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Menanti Dua Dekade Air Bersih: Asa Baru Warga Griya Kencana Usai Disinggahi Walikota Medan Rico Waas

    Menanti Dua Dekade Air Bersih: Asa Baru Warga Griya Kencana Usai Disinggahi Walikota Medan Rico Waas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga  Desak Transparansi Kompensasi dan Legalitas Proyek Perumahan, Antonius Tumanggor Minta Pemko Medan Turun Tangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengurai Teror Bom Molotov di Namorambe: Polisi Naikkan Status Penyelidikan dan Ancam Jemput Paksa Saksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Dirusak Sekelompok Orang, Janda di Hamparan Perak Minta Polisi Tangkap Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengakar di Tanah Batak: Kiprah Jenny Waskita di Prabowonomics hingga Rencana Penabalan Boru Sinaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jebakan Formalisme Hukum: Menakar Batas Substansi dan Kewenangan dalam Putusan MK Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In