• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home News

Universitas Pertamina Koordinatori Program Inovasi Kimia Hijau Global di Indonesia

Redaksi
31 Mei 2024
/ News, Pendidikan
0 0
0
Universitas Pertamina Koordinatori Program Inovasi Kimia Hijau Global di Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Perayaan Paskah Raya dan Deklarasi PWGSU Jabodetabek Berlangsung Khidmat, Perkuat Persaudaraan Warga Sumatera Utara

Tokoh Pemuda Simalungun Desak Kejagung & Mabes Polri Bongkar Mafia Getah, Narkoba, dan Oknum DPR RI

OTT Kadis Kominfo Tebing Tinggi: Sinyalemen “Modus Serupa” Intai 33 Kadis Kominfo se-Sumut

Momen Peresmian Global Greenchem Innovation and Network Programme (GGINP) di Indonesia (atas)  dan Momen foto bersama para pelaku industri, akademisi dan perwakilan dari Kementerian Perindustrian dalam kegiatan peresmian Global Greenchem Innovation and Network Programme (GGINP) di Indonesia (bawah).(Foto galasibot. co.id/Rohana
Jakarta | galasibot.co.id
Dalam upaya mengurangi risiko bahan kimia berbahaya dan mempromosikan praktik industri yang lebih ramah lingkungan, United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) meluncurkan program Global Greenchem Innovation and Network Programme (GGINP) di Indonesia, dengan Universitas Pertamina sebagai koordinator nasional. Peluncuran ini dilakukan di Ballroom Swiss Belhotel Kalibata, Jakarta, pada 29 Mei 2024, dengan kolaborasi dari Kementerian Perindustrian dan Yale University.
Dalam laporan World Health Organization (WHO) tahun 2021, disebutkan bahwa dari 160 juta bahan kimia yang diketahui manusia, 99% diantaranya diperdagangkan secara global. Sayangnya, beberapa bahan kimia tersebut berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Pada tahun 2019, sekitar 2 juta kematian dilaporkan terkait permasalahan kesehatan akibat bahan kimia, dan dari tahun 2000 hingga 2020 terjadi 1.000 insiden teknologi yang melibatkan bahan kimia, berdampak pada 1,85 juta orang.
“Setelah penantian sejak 2019, Kementerian Perindustrian resmi meluncurkan GGINP Indonesia yang bersinergi dengan Yale University, Universitas Pertamina, UNIDO, dan enam negara inisiator lainnya,” ujar Raditya Eka Permana, M.Eng, yang mewakili Ir. Wiwik Pudjiastuti, M.Si, Direktur Industri Kimia Hulu, Kementerian Perindustrian. “Program ini bertujuan mendampingi industri dalam beralih ke green chemistry yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.
GGINP adalah inisiatif global yang berfokus pada penerapan kimia hijau untuk menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan, mengurangi zat berbahaya bagi lingkungan. Enam negara inisiator GGINP adalah Indonesia, Uganda, Ukraina, Yordania, Peru, dan Serbia.
Prof. Dr. techn. Djoko Triyono S,Si., M,Si., Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerja Sama Universitas Pertamina, menyatakan bahwa inisiatif GGINP sejalan dengan nilai Universitas Pertamina yang mengedepankan pembelajaran berbasis keberlanjutan. “Sebagai koordinator nasional, Universitas Pertamina siap bersinergi mewujudkan tujuan green chemistry bagi keberlanjutan ekosistem dan makhluk hidup,” ujarnya. Universitas Pertamina juga mengembangkan Sustainability Center dan program Magister (S2) berfokus pada keberlanjutan sebagai akselerator green chemistry di Indonesia.
Peluncuran GGINP mengangkat tema ‘Green Energy Summit: The Global Impact of Green Chemistry Implementation on Sustainable Development and Its Challenges’. Acara ini menjadi ajang diskusi antara pelaku industri, pemerintah, dan akademisi untuk mengeksplorasi prospek penerapan green chemistry di Indonesia.
Dr. Lars Ratjen, Program Manager dari Center for Green Chemistry and Green Engineering, Yale University, mengidentifikasi tiga tantangan utama dalam penerapan kimia hijau: kurangnya pemahaman pelaku industri, biaya tinggi bahan dasar green chemistry, dan keterbatasan ketersediaan bahan baku. “Kolaborasi antar pemangku kepentingan industri, pemerintah, dan para ahli sangat diperlukan untuk mewujudkan green chemistry,” jelasnya.
Dengan peluncuran program ini, diharapkan industri di Indonesia dapat beralih ke praktik yang lebih ramah lingkungan, mengurangi dampak negatif bahan kimia, dan mendukung keberlanjutan lingkungan serta kesehatan masyarakat.(*)
Penulis berita : Rohana
Tags: Universitas Pertamina
SendShareTweet
Kembali

Bupati Simalungun Resmi Luncurkan Tahapan Pilkada 2024 Simalungun di Open Stage Parapat

Lanjut

Kepala Desa Pegagan Julu VIII Poltak Lingga Tinjau Drainase Rusak yang Sebabkan Kerusakan Jalan Desa

Baca Juga

Perayaan Paskah Raya dan Deklarasi PWGSU Jabodetabek Berlangsung Khidmat, Perkuat Persaudaraan Warga Sumatera Utara
News

Perayaan Paskah Raya dan Deklarasi PWGSU Jabodetabek Berlangsung Khidmat, Perkuat Persaudaraan Warga Sumatera Utara

18 April 2026
Tokoh Pemuda Simalungun Desak Kejagung & Mabes Polri Bongkar Mafia Getah, Narkoba, dan Oknum DPR RI
News

Tokoh Pemuda Simalungun Desak Kejagung & Mabes Polri Bongkar Mafia Getah, Narkoba, dan Oknum DPR RI

17 April 2026
OTT Kadis Kominfo Tebing Tinggi: Sinyalemen “Modus Serupa” Intai 33 Kadis Kominfo se-Sumut
News

OTT Kadis Kominfo Tebing Tinggi: Sinyalemen “Modus Serupa” Intai 33 Kadis Kominfo se-Sumut

17 April 2026
Geger Kasus Amsal Sitepu, Jaksa Agung Mutasi Kajati Sumut dan 19 Pejabat Tinggi Lainnya
News

Geger Kasus Amsal Sitepu, Jaksa Agung Mutasi Kajati Sumut dan 19 Pejabat Tinggi Lainnya

14 April 2026
Ultimatum Rico Waas: Tak Ada Ruang Narkoba di Medan, ASN Terlibat Langsung Pecat!
News

Ultimatum Rico Waas: Tak Ada Ruang Narkoba di Medan, ASN Terlibat Langsung Pecat!

13 April 2026
Sinergi Budaya dan Alam: PPTSB dan Toba Caldera UNESCO Global Geopark Resmi Jalin Kerja Sama Strategis
Budaya

Sinergi Budaya dan Alam: PPTSB dan Toba Caldera UNESCO Global Geopark Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

13 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, DPD Patria Sumut: Martir Kristen Itu Kasih, Bukan Membunuh

    Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, DPD Patria Sumut: Martir Kristen Itu Kasih, Bukan Membunuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sarjana atau Tertinggal: Cermin Keras dari Budaya Pendidikan Orang Batak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinergi Budaya dan Alam: PPTSB dan Toba Caldera UNESCO Global Geopark Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPODT dan Ilusi Kesejahteraan: Infrastruktur Tertinggal di Pesisir Danau Toba, Simalungun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kongres GSRI 2026 Sukses Digelar, Pdt Drs Ependi Bukit Terpilih sebagai Ketua Umum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saat Dalih AI Menabrak Realitas Hukum: Di Balik Laporan JK terhadap Rismon Sianipar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In