• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Rabu, November 4, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

Membaca Teriakan Bubarkan DPR: Antara Emosi Massa dan Rasionalitas Administrasi Negara

Oleh: .(Yantje Somose Augustina Damanik, S.Sos, M.AP (Dosen  F. Hukum dan PPKn Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli)

Redaksi Galasibot.co.id
3 September 2025
/ Opini
0 0
0
Membaca Teriakan Bubarkan DPR: Antara Emosi Massa dan Rasionalitas Administrasi Negara
Share on FacebookShare on Twitter

Gelombang demonstrasi yang menyerukan pembubaran DPR kembali marak di sejumlah daerah. Teriakan massa ini tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari akumulasi kekecewaan publik terhadap kinerja lembaga legislatif. Isu korupsi, politik transaksional, serta minimnya keberpihakan terhadap kepentingan rakyat menjadi bahan bakar utama yang menggerakkan aspirasi jalanan. Secara emosional, tuntutan tersebut mudah dipahami karena mencerminkan frustrasi yang telah lama menumpuk. Namun, ketika ditimbang melalui perspektif administrasi negara, wacana pembubaran DPR justru menghadirkan problem serius bagi tata kelola pemerintahan.

Stabilitas Kelembagaan

Baca Juga

MUBES XVI PPTSB Telah Memutuskan: Saatnya Menghormati Demokrasi, Menjaga Marwah Organisasi, Dan Membangun Masa Depan

Putusan MA Bukan Otomatis Pemberhentian Wakil Presiden: Menjaga Batas Kewenangan dan Kepastian Hukum Konstitusional

Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Bersumpah, Elit Berkuasa? 

Dalam kerangka administrasi publik, keberadaan lembaga negara merupakan syarat mutlak bagi keberlangsungan pemerintahan. DPR bukan sekadar simbol politik, melainkan organ vital yang menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Membubarkan DPR sama dengan meruntuhkan salah satu tiang utama sistem presidensial. Akibatnya, saluran formal aspirasi rakyat akan hilang, mekanisme kontrol terhadap eksekutif melemah, dan proses legislasi lumpuh.

Max Weber, melalui teori birokrasi rasional-legal, menegaskan pentingnya stabilitas kelembagaan agar pemerintahan berjalan efektif. Tanpa fondasi kelembagaan yang kuat, administrasi negara mudah jatuh dalam kekacauan. Dengan demikian, meski kekecewaan masyarakat bisa dimengerti, pembubaran DPR tidak dapat dipandang sebagai pilihan yang rasional.

Konstitusi sebagai Batasan

Secara hukum, konstitusi menegaskan bahwa setiap tindakan pemerintahan harus berlandaskan asas legalitas. UUD 1945 tidak mengenal mekanisme pembubaran DPR dalam sistem presidensial. Presiden tidak memiliki kewenangan untuk melakukan itu, berbeda dengan sistem parlementer di mana kepala negara bisa membubarkan parlemen dalam kondisi tertentu. Dwight Waldo mengingatkan bahwa administrasi negara tidak boleh dikendalikan oleh tekanan politik semata, tetapi harus berpegang pada prinsip hukum dan etika. Dengan kata lain, seruan demonstran tidak sejalan dengan batasan konstitusional yang berlaku.

Krisis Legitimasi dan Reformasi

Walau inkonstitusional, teriakan pembubaran DPR tetap menyimpan pesan penting: adanya krisis legitimasi yang mendalam. Publik memandang DPR semakin jauh dari fungsi representasi, lebih sibuk dengan kepentingan kelompok ketimbang rakyat. Dalam teori administrasi negara, legitimasi adalah energi utama birokrasi modern. Ketika legitimasi runtuh, kepercayaan publik hilang, dan pemerintahan kehilangan daya dukung.

Janet dan Robert Denhardt, melalui konsep The New Public Service, menegaskan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam penyelenggaraan negara. Reformasi DPR perlu diarahkan pada prinsip tersebut agar kepercayaan publik dapat dipulihkan.

Risiko Jika Tuntutan Dipenuhi

Seandainya aspirasi demonstran benar-benar diikuti, konsekuensinya sangat fatal bagi masa depan demokrasi Indonesia. Kekosongan kekuasaan dalam fungsi legislasi akan menciptakan vacuum of authority yang segera melemahkan legitimasi kebijakan publik. Tanpa DPR, seluruh produk hukum kehilangan dasar representatif karena tidak lagi melalui mekanisme perwakilan rakyat.

Lebih dari itu, hilangnya mekanisme check and balance membuat eksekutif berpotensi bertindak tanpa kendali. Kondisi ini menjadi pintu masuk bagi konsentrasi kekuasaan yang rawan berubah menjadi otoritarianisme terselubung. Sejarah politik di banyak negara menunjukkan bahwa runtuhnya lembaga legislatif sering menjadi awal munculnya rezim absolut, di mana kekuasaan tidak lagi diawasi dan rakyat kehilangan ruang partisipasi.

Dengan kata lain, menghapus DPR sama saja dengan meruntuhkan dua fondasi utama administrasi negara modern: rule of law dan keseimbangan kekuasaan. Tanpa keduanya, sistem presidensial Indonesia tidak hanya pincang, tetapi juga berisiko kehilangan identitas demokratisnya.

Penutup

Seruan “bubarkan DPR” mencerminkan kemarahan rakyat atas krisis kepercayaan yang semakin dalam. Namun, solusi itu tidak hanya bertentangan dengan konstitusi, tetapi juga berpotensi merusak stabilitas pemerintahan. Jalan keluar yang rasional adalah reformasi menyeluruh di tubuh DPR,  memperkuat transparansi, menegakkan etika politik, dan membuka ruang partisipasi rakyat. Hanya dengan cara itu, DPR dapat kembali berfungsi sebagai rumah rakyat, bukan sekedar panggung elite.(Yantje Somose Augustina Damanik, S.Sos, M.AP (Dosen  F. Hukum dan PPKN Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli)

 

Tags: # Ruleof law dan keseimbangan kekuasaan#bubarkan DPR#konsentrasi kekuasaan#krisis demokrasi Indonesia#otoritarianisme terselubung
SendShareTweet
Kembali

Pemko Binjai dan KPK RI Gelar Rakor MCP 2025, Tegaskan Komitmen Wujudkan Pemerintahan Bersih

Lanjut

Kapolsek Parapat Tekankan Penyelesaian Sengketa Tanah Melalui Hukum Adat Sebelum Jalur Hukum Positif

Baca Juga

MUBES XVI PPTSB Telah Memutuskan: Saatnya Menghormati Demokrasi, Menjaga Marwah Organisasi, Dan Membangun Masa Depan
Opini

MUBES XVI PPTSB Telah Memutuskan: Saatnya Menghormati Demokrasi, Menjaga Marwah Organisasi, Dan Membangun Masa Depan

3 November 2026
Putusan MA Bukan Otomatis Pemberhentian Wakil Presiden: Menjaga Batas Kewenangan dan Kepastian Hukum Konstitusional
Opini

Putusan MA Bukan Otomatis Pemberhentian Wakil Presiden: Menjaga Batas Kewenangan dan Kepastian Hukum Konstitusional

1 November 2026
Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Bersumpah, Elit Berkuasa? 
Opini

Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Bersumpah, Elit Berkuasa? 

28 Oktober 2026
Menyingkap Tabir 700 Ribu Perusahaan Cangkang: Mengapa Transparansi Beneficial Ownership Harus Dikerjar Tuntas?
Medan

Menyingkap Tabir 700 Ribu Perusahaan Cangkang: Mengapa Transparansi Beneficial Ownership Harus Dikerjar Tuntas?

27 Oktober 2026
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran: Rapor Merah Ekonomi & Realitas Rakyat
News

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran: Rapor Merah Ekonomi & Realitas Rakyat

21 Oktober 2026
Darurat “Vape Getar” dan Lingkaran Setan Narkotika: Menakar Ancaman Nyata Demografi Sumatera Utara
News

Darurat “Vape Getar” dan Lingkaran Setan Narkotika: Menakar Ancaman Nyata Demografi Sumatera Utara

11 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Tiger Sumatra Binjai Juara Umum Kejuaraan Taekwondo Piala Dansat Siber TNI

    Tiger Sumatra Binjai Juara Umum Kejuaraan Taekwondo Piala Dansat Siber TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menanti Dua Dekade Air Bersih: Asa Baru Warga Griya Kencana Usai Disinggahi Walikota Medan Rico Waas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Bersumpah, Elit Berkuasa? 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga  Desak Transparansi Kompensasi dan Legalitas Proyek Perumahan, Antonius Tumanggor Minta Pemko Medan Turun Tangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengurai Teror Bom Molotov di Namorambe: Polisi Naikkan Status Penyelidikan dan Ancam Jemput Paksa Saksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jebakan Formalisme Hukum: Menakar Batas Substansi dan Kewenangan dalam Putusan MK Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In