Sebagai bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Medan dalam memperkuat transformasi digital dan peningkatan kinerja aparatur, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Medan memperkenalkan inovasi baru bernama SIPENA (Sistem Pelayanan Presensi Digital Non-ASN).
Program ini merupakan gagasan Mantius Mendrofa, SH, peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IV Tahun 2025, yang menjadi bagian dari aksi perubahan untuk menciptakan tata kelola kepegawaian yang transparan, akurat, dan efisien.
Latar Belakang Inovasi
Sebelum SIPENA hadir, sistem presensi pegawai Non-ASN di lingkungan Dinas Damkar masih dilakukan secara manual. Cara ini menimbulkan berbagai kendala, seperti:
- Rekapitulasi data kehadiran yang lambat,
- Potensi manipulasi data absensi,
- Kesulitan dalam pengawasan oleh pimpinan.
Melihat persoalan tersebut, SIPENA dikembangkan sebagai solusi digital modern untuk meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas dalam sistem kehadiran pegawai.
Melalui SIPENA, setiap pegawai Non-ASN dapat melakukan presensi digital secara real-time menggunakan QR Code atau aplikasi online. Data kehadiran langsung tersimpan dalam sistem terpusat dan dapat diakses oleh bagian kepegawaian serta pimpinan unit kerja.
Tujuan dan Manfaat SIPENA
Tujuan utama inovasi SIPENA adalah:
- Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan data presensi Non-ASN.
- Menjamin akurasi dan transparansi dalam pencatatan kehadiran.
- Mendukung e-government dan digitalisasi birokrasi di Kota Medan.
- Menumbuhkan budaya disiplin dan tanggung jawab kerja bagi pegawai Non-ASN.
Adapun manfaat langsung dari penerapan SIPENA antara lain:
- Proses absensi dan rekapitulasi menjadi lebih cepat, akurat, dan otomatis.
- Pimpinan dapat memantau kehadiran secara real-time.
- Data kehadiran tersimpan aman dalam sistem dan mudah diakses untuk keperluan administrasi dan penilaian kinerja.
- Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik di lingkungan Dinas Damkar dan Penyelamatan.
Implementasi dan Dukungan
Tahapan pengembangan SIPENA dilakukan secara bertahap dengan melibatkan:
- Bidang administrasi umum dan kepegawaian,
- Dukungan teknis dari tim IT Dinas Damkar,
- Uji coba lapangan di beberapa pos kerja.
Hasil uji coba menunjukkan respon positif dari pegawai Non-ASN, yang menilai SIPENA lebih praktis dan efisien dibanding sistem manual.
SIPENA tidak hanya sekadar sistem presensi, tetapi juga merupakan langkah awal digitalisasi pelayanan internal, sejalan dengan visi Pemerintah Kota Medan untuk mewujudkan birokrasi yang transformatif, responsif, dan berbasis teknologi informasi.
Harapan dan Dampak ke Depan
Penerapan SIPENA diharapkan membawa perubahan budaya kerja yang lebih disiplin, efisien, dan akuntabel. Dengan meningkatnya kedisiplinan dan ketepatan waktu Non-ASN, maka kualitas pelayanan publik kepada masyarakat juga akan meningkat.
Lebih jauh, SIPENA berpotensi menjadi best practice bagi perangkat daerah lain di Kota Medan yang ingin menerapkan sistem presensi digital serupa.
Menurut Mantius Mendrofa, SH, inovasi ini bukan hanya sekadar transformasi digital, melainkan juga transformasi budaya kerja:
“Melalui SIPENA, kita ingin membangun sistem presensi yang tidak hanya cepat dan akurat, tetapi juga mendorong pegawai untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab. Inilah semangat perubahan yang ingin kami hadirkan di Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Medan.”











