Baca Juga
PAKPAK BHARAT | galasibot.co.id — Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, secara resmi membuka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-23 tingkat Kabupaten Pakpak Bharat yang digelar di Gedung Serba Guna, Salak, Rabu (21/5/2026).
Pembukaan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan bidang keagamaan, khususnya dalam meningkatkan nilai-nilai spiritual dan moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam sambutannya, Bupati Franc menegaskan bahwa MTQ tidak hanya dipandang sebagai ajang kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat, cerdas, dan memiliki karakter kebangsaan yang kokoh.
“Saya berharap MTQ ini tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga generasi muda yang kuat, cerdas, dan tangguh, serta tidak lupa akan tanggung jawabnya untuk mengangkat harga diri dan kedaulatan bangsa,” ujar Bupati.
Penguatan Moderasi dan Toleransi Beragama
Lebih lanjut, Bupati Franc menekankan bahwa pelaksanaan MTQ juga sejalan dengan program penguatan moderasi beragama di Kabupaten Pakpak Bharat. Ia menyebutkan bahwa keberagaman suku dan agama di daerah tersebut merupakan kekuatan sosial yang harus dijaga bersama.
“Masyarakat Pakpak Bharat adalah masyarakat majemuk. Terlepas dari perbedaan agama dan suku, kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk mewujudkan Kabupaten Pakpak Bharat yang Nduma,” tegasnya.
Pemerintah daerah, menurutnya, terus mendorong terciptanya ruang-ruang kebersamaan yang inklusif sebagai fondasi pembangunan daerah yang harmonis dan berkelanjutan.
Apresiasi LPTQ dan Dukungan Pembinaan
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Pakpak Bharat, Kasiman Berutu, menyampaikan apresiasi atas perhatian Bupati terhadap pengembangan kegiatan keagamaan, khususnya MTQ.
Ia menilai, dukungan pemerintah daerah sangat nyata dalam bentuk kebijakan maupun penguatan kelembagaan, termasuk keberlanjutan anggaran pembinaan LPTQ di tengah dinamika fiskal daerah.
“Bupati sangat tegas dalam mendukung keberlanjutan LPTQ, bahkan menolak penghapusan dana pembinaan dari APBD Pakpak Bharat,” ujarnya.
MTQ sebagai Investasi Sosial Keagamaan
Pelaksanaan MTQ ke-23 ini juga disebut memiliki nilai lebih, karena selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan menjadi investasi sosial dalam membangun karakter generasi muda.
Pemerintah daerah berharap para peserta tidak hanya berkompetisi untuk meraih juara, tetapi juga menjadi duta nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan perhatian khusus dengan menyiapkan hadiah tambahan berupa satu unit sepeda motor sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta terbaik MTQ tahun ini.(*)









